GHIBAH & FITNAH

KAJIAN AQIDAH DAN AKHLAQ (Ke-41)
( Kamis, 12 Nopember 2009 )
A’uudzubillaahi minash-shaithaanir-rajiim
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
 
AKHLAQUL-MADHMUMAH: GHIBAH & FITNAH
Ghibah adalah menggunjing yaitu menceritakan keburukan atau kekurangan orang lain yang memang tidak disukai oleh orang tsb, misalnya menceritakan kegagalannya, kecacatannya, kesalahannya, dsb., walaupun itu kenyataan. Namun, jika apa yang diceritakan adalah tidak nyata (tidak benar), maka disebut dengan fitnah (al-buht). Dua akhlak buruk tersebut dilarang dalam Islam. Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (QS al-Hujuraat 49:11)
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (QS al-Hujuraat 49:12)
Rasulullah saw bersabda, yang artinya, “Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui’. Rasulullah saw bersabda, ‘Ghibah adalah jika kamu menceritakan saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai’. Para sahabat berkata, ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang kukatakan itu apa adanya?’ Rasulullah saw bersabda, ‘Jika apa yang kamu katakan apa adanya, maka engkau telah menggunjingnya. Jika apa yang kamu katakan tidak ada padanya maka kamu telah mengatakan atas seseorang hal-hal yang tidak ada padanya (al-buhtan – fitnah) (HR Muslim).
 
Wallaahu a’lam bish-shawwab,
Fas-aluu ahladz-dzikri inkuntum laa ta’lamuun
 
Pengasuh Kajian :
Muhammad Muhtar Arifin Sholeh
Dosen di UNISSULA Semarang
Ph.D Student di Department of Information Studies,
University of Sheffield, United Kingdom
Alumni Aberystwyth University, United ingdom
Alumni Antropologi UGM & Tarbiyah IAIN
Ketua Kibar UK 2009/2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s