Kapasitas AC

Kapasitas AC untuk Kebutuhan Ruangan


Pengkondisian Udara

Perkembangan siklus refrigerasi dan perkembangan mesin refrigerasi (pendingin) merupakan rintisan bagi pertumbuhan mesin pendingin ruangan (air conditioning). Teknologi ini dimulai oleh Cagniard de la Tour (Perancis, 1823) yang melakukan penelitian tentang keadaan kritis dan gas eter. Kemudian dilanjutkan oleh Humphrey Dary dan asistennya M.Faraday (Inggris, 1824), merupakan orang pertama yang berhasil menemukan cara mencairkan gas ammonia.

Seperti kita ketahui bahwa penyejuk udara adalah suatu proses pendinginan udara hingga tercapainya temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan persyaratan terhadap kondisi udara dari suatu ruangan tertentu. Selain itu juga untuk mengatur aliran udara dan kebersihannya.

Sasaran dari pengkondisian udara adalah agar temperatur, kelembaban, kebersihan dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diinginkan. Hal diatas dapat dicapai dengan merancang dan mempergunakan beberapa macam sistem pendinginan dan ventilasi yang sesuai. Dengan demikian proses pemilihan sistem pengkondisian udara, diantara perancang dan pemakai (user)  haruslah bersepakat agar tingkat keadaan dan persyaratan yang ditetapkan dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.

Untuk menentukan sistem mana yang akan dipergunakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sehingga pengkondisian udara sesuai dengan apa yang diharapkan, adapun hal tersebut meliputi :

Kapasitas Pendingin

Dalam hal ini dapat diketahui pada total estimasi beban pendinginan, kemudian dipilih jenis yang cocok dan sesuai dengan kondisi perencanaan.

Faktor Kenyamanan

Ada beberapa parameter yang diperjhatikan dalam menentukan kenyamanan didalam ruangan, yaitu :

♦ Temperatur bola kering dan bola basah

♦ Kelembaban relatif

♦ Aliran udara

♦ Kebersihan udara

♦ Bau

♦ Kualitas ventilasi

♦ Tingkat kebisingan

Hal diatas tergantung kepada kapasitas dan dimensi perangkat, jenis perangkat, aktivitas kerja, jenis kelamin, ,suku bangsa dan lain-lain. Tingkat keadaan tersebut dapat diatur dengan sistem pengaturan yang ada pada mesin pengkondisian udara. Namun demikian, juga perlu diperhatikan perbedaan atau kecepatan perubahan temperatur yang terjadi, dan ini pengaruhnya besar terhadap keandalan perangkat dan tingkat kenyamanan bagi orang yang ada didalam ruangan.

Faktor Ekonomi

Pada proses pemasangan, operasi, perawatan serta sistem pengaturan yang akan dipergunakan, haruslah diperhitungkan dari faktor ekonomi yaitu :

♦ Biaya awal

♦ Biaya operasi dan perawatan

Biaya awal tergantung pada investasi yang akan menjadi beban pembeli dan sebagai faktor penentu dalam pemilihan sistem pengkondisian udara. Sedangkan pada biaya operasi dan perawatan ini termasuk kedalam biaya tetap, seperti dipresiasi peralatan, pengembalian investasi dan bunga, ditambah biaya tidak tetap, seperti biaya energi (listrik dan bahan bakar) dan air, biaya perawatan dan reparasi seperti biaya personil. Disini barulah ekonomis bila biaya yang dipergunakan serendah mungkin.

Faktor Operasi dan Perawatan

Pada faktor ini yang sering digemari terhadap pemilihan sistem pengkondisian udara adalah dengan melihat kontruksi yang mudah untuk dipahami serta susunan,  cara pengoperasiannya dan fitur-fiturnya. Dengan pertimbangan sebagai berikut ;

♦ Kontruksi sederhana

♦ Tahan lama

♦ Mudah diperbaiki jika terjadi kerusakan

♦ Mudah untuk dijangkau dan dirawat

♦ Dapat melayani perubahan kondisi operasi

♦ Efisiensi tinggi

Kebutuhan Kapasitas

Jika kita akan mengadakan atau mencari alat pendingin ruangan (AC), biasanya penawaran dari Supllier langsung menyergap dengan pertanyaan, “Perlu yang berapa PK?”. Kita mungkin balik bertanya, “Kalau untuk kamar ukuran 4 x 5 m, kira-kira pakai yang seberapa dingin?” Si penjual pun, berdasar pengalamannya akan berkata sambil menunjuk barang yang ada, “O, pakai saja yang 1 PK.”

Sekarang coba bandingkan jika kita menghitung sendiri kebutuhan kapasitas pendingin ruangan. Sebagai contoh Misalnya  per Meter persegi (M2) ruangan membutuhkan sekitar 400 BTUH (British Thermal Unit per Hour), maka ruangan tadi memerlukan 20 x 400 = 8.000 BTUH. Karena 1 PK (Paard Kracht/Daya Kuda) setara itu dengan 2.542,5 BTUH

1 PK = 2.542,5 BTUH

Maka sebenarnya kapasitas untuk ruangan 4×5 M hanya membutuhkan 8.000/2.542,5 = 3,5 PK. Jadi, siapa yang salah hitung?

Perhitungan kita tetap benar, Supplier pun juga tidak salah. Kalau kita berbicara tentang kapasitas pendinginan, sementara Supplier  akan berbicara soal “kemampuan kompresor“. Karena dua-duanya berujung ke PK, kacau balau ‘kan jadinya?

Dalam kasus di atas, kira-kira data yang umum saat ini adalah sebagai berikut:

Daya Pendinginan = 9.200 BTUH (setara 3,8 PK);

Daya Listrik = 500 W (setara 0,67 PK);

Daya Kompresor = 1 PK.

Data ini hanya berlaku pada merek barang tertentu. Dengan adanya teknologi yang terus berkembang, bisa jadi dengan daya listrik 400 W dan daya kompresor 1 PK bisa menghasilkan daya pendinginan sebesar 12.000 BTUH. Berarti kalau kita mengacu pada saran Supplier tadi, kapasitas ini sudah berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengacu pada daya pendinginan, dan bukan daya kompresor.

Sumber Pustaka

1.     Ir. Henry Nasution, MT, Materi Kuliah Teknik Pendingin

2.     Berbagai Sumber di Internet.

6 thoughts on “Kapasitas AC

  1. Terima kasih atas informasi tentang cara menghitung kapasitas AC,pada kesempatan ini saya perlu informasi atau teori dasar mengenai CHILLER,terimakasih

  2. untuk mengetahui kebutuhan BTU nya apakah sama untuk semua jenis ruangan?letak bengunan juga menentukan untu menghitung kapasitas AC

    • Hitungan dipasaran secara general sama. Hitungan pabrikan akan berbeda, itu yg blom di dpt infonya utk jenis ruangan dan letak/spesifikasi bangunan. thx

  3. saya ingin belajar tentang building maintenance,yang didalamnya mencakup tentang escalator dan elevator,saya perlu materi yang membahas masalah tersebut,baik mengenai teori dasarnya ataupun cara penanganan trouble serta pemeliharaannya,thanx

  4. sekarang banyak merk AC yang dijual dipasaran,khususnya AC Slpit,apakah dijamin dengan daya 1 PK menghasilkan
    2.542,5 BTUH?thanx

  5. Ping balik: sedikit berbagi,,hehehe (karya tulis) | Fujapratama's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s