Membangun Sistem Informasi

Membangun Sistem  Informasi dalam Sebuah Perusahaan

Bagi seoarang eksekutif (BOD/CEO, Kadiv, General Manager,

ERP

Manajer. dll) membuat sebuah perencanaan untuk membangun sistem informasi diperlukan sebuah peta pengetahuan tentang langkah  atau pola yang perlu di diambil keputusannya menyangkut cost dan operasionalnya. Bayangkan saja ada MIS (Management Information System), ERP (Enterprise Resource Planning), e-commerce, Knowledge Management, Internet, Portal Intranet, LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network), B2B, B2C, dan lain-lain.

Sebenarnya jika kita segmentasi, akan sederhana sekali suatu arsitektur dari sebuah sistem informasi perusahaan yang perlu dimengerti oleh tingkat eksekutif/manajemen. Seorang Eksekutif di jajaran manajemen harus lebih memperhatikan Human Capital (Human Resources /HR) sebagai aset utama, dan bukan sekedar Cost Center.

Secara umum ada empat hal yang harus menjadi perhatian utama yang perlu diperhatikan oleh seorang eksekutif perusahaan. Yaitu :

  1. Akses Internet/Intranet

Fasilitas akses ke Internet / informasi, ini bisa berupa perangkat PC/Laptop, LAN, WAN, Hub/Switch Hub. Hanya fasilitas akses ini yang dapat dilihat secara fisik oleh mata, sisanya akan sulit dilihat menggunakan mata kepala. Konsekuensinya seringkali orang berfikir bahwa dengan membeli PC/Laptop maka seluruh masalah akan terpecahkan, padahal infrastruktur IT merupakan sebagian kecil dari solusi yang harus diperhatikan oleh Seorang Eksekutif/manajemen.

  1. Aplikasi Sistem Informasi

 

Suatu Sistem informasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan, mengeffisienkan dan mengefektifkan sebuah bisnis proses, yaitu berupa Database, prosedur berbentuk sistem informasi management (MIS), Enterprise Resource Planning (ERP), E-commerce. E-Learning, MIS dsb ini memang di arahkan ke arah effisiensi perusahaan. Jika kita mulai meng-online-kan sistem perusahaan ke Internet sebaiknya diyakinkan bahwa sistem backroom yang berjalan dibelakang layar sudah bisa berjalan dengan baik dan optimal.

  1.  Corporate Competitiveness

Sistem lain yang baru belakangan dikembangkan terutama di fokuskan kearah meningkatkan kompetitiveness corporate. Kemampuan kompetitif sebuah Perusahaan akan ditentukan terutama oleh tingkat penguasaan pengetahuan dan manajemen pengetahuan internal Perusahaan tersebut. Percepatan proses pengkoleksian, pengarsipan, pendistribusian, multiplikasi pengetahuan yang tercatat secara elektronik akan menjadi kunci utamanya. Manajemen pengetahuan merupakan jargon utama dalam konteks kompetitiveness.

  1. Human Capital (Human Resources)

Yang terakhir dan paling penting adalah faktor manusia, sering kali kita melihat manusia sebagai salah satu komponen pengeluaran (cost/OPEX) dari sebuah sistem. Dalam era informatika saat ini, faktor manusia menjadi faktor yang sangat dominant dan penting sekali jika kita ingin menjadi seorang pemimpin/leader. Aset pengetahuan (Knowledge Asset) yang terpatri di dalam Human Capital menjadi kunci keberhasilannya untuk menjadi seorang pemimpn (leader); jadi bukan sekedar effisiensi proses bisnis semata.

Sumber Pustaka :

Onno W. Purbo; Apa yang perlu diperhatikan dalam membangun informasi-institusi; Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s