SMS

Say It With  SMS

 

 

Jika dahulu orang bilang: ‘Say it with flowers….’, sekarang boleh jadi berubah menjadi ‘Say it with SMS….’. Fenomena ini mulai nampak di masyarakat pengguna selular Indonesia. Di penghujung tahun lalu misalnya, Hari Natal, Idul Fitri dan Tahun Baru yang berurutan, penggunaan fasilitas SMS di jaringan Telkomsel melonjak drastis hingga  dua puluh kali lipat dari traffic normal per jam. Pada saat Valentine Day bulan Februari yang lalu, traffic per-detik meningkat hingga 150% dari kondisi normal di bulan tersebut.

 

SMS – short message service – dapat dikategorikan sebagai sticky service. Maksudnya, sekali orang mengerti bagaimana cara menggunakannya di terminal handphone (atau media lainnya), maka mereka akan cenderung menggunakan layanan ini. Di mailing list wartahalo-l@telkomsel.co.id sempat didiskusikan teknik-teknik untuk meningkatkan traffic sms pada jaringan Telkomsel.

 

Pada gambar 1, dapat kita lihat rangkaian penerapan teknologi data service GSM di dunia.

xxx

 

Gambar 1 Technology Deployment Path

xxx

SMS, penetrasi dan jumlah traffic yang dihasilkan, dapat dilihat sebagai indikator bagi suksesnya peluncuran data service di GSM. SMS merupakan cikal bakal bagi terselenggaranya layanan berbasis data di Telkomsel dengan baik. Tak heran bila masing-masing regional berlomba untuk meningkatkan jumlah pemakai dan pemakaian SMS. Acungan jempol bagi Regional I, akselerasi pengguna SMS di regional ini tergolong tinggi untuk Telkomsel.

 

Dalam kesempatan ini, kita akan coba untuk sedikit mengupas secara teknis, apa saja yang diperlukan dan terjadi dalam penyelenggaraan SMS. Diagram berikut memaparkan functional diagram yang terlibat dalam transaksi SMS.

xxx

 

Gambar 2 Functional Diagram untuk transaksi SMS

xxx

Bila kita perhatikan diagram tersebut diatas, dapat diamati ada beberapa komponen utama, yaitu:

  1. Handset (A dan B), sering disebut sebagai mobile terminal, yang dilengkapi dengan SIM (subscriber identity module) card.
  2. BSS, base station sub-system, lazim dikenal sebagai radio network, terdiri dari BTS, BSC.
  3. SSS, signalling sub-system, untuk mudahnya dikenal sebagai kumpulan dari MSC (mobile switching center).
  4. SMSC, short message service center, yang berfungsi sebagai SMS server. SMSC memiliki nomor khusus (global title), yang dikenal secara global, baik dalam jaringan Telkomsel maupun jaringan roaming partner. Untuk Telkomsel nomor ini adalah +6281100000. Ingat bahwa tanda ‘+’ berarti kode akses international yang bersifat universal di seluruh jaringan GSM. Dengan menggunakan tanda ‘+’, kita tetap dapat menggunakan SMS, walaupun tengah melakukan roaming internasional.
  5. ESME, external short message entity, unit eksternal yang dapat bertindak sebagaimana layaknya mobile terminal, mengirim dan menerima SMS.

 

Untuk pelanggan GSM, pada handset dapat melakukan dua jenis transaksi SMS, yaitu SMS-MO (mobile originating, mengirim SMS) dan SMS-MT (mobile terminating, menerima SMS). Sebagai ilustrasi, pelanggan A mengirimkan SMS ke pelanggan B. Maka, alur transaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

    1. Pelanggan A, menulis pesan SMS pada handset, lalu memberikan perintah pengiriman.
    2. Pesan akan melalui BSS tempat pelanggan berada, lalu diterima oleh serving MSC (MSC(o), dimana pelanggan berada  pada saat pengiriman), dicatat oleh MSC sebagai CDR (call detail record) SMS-MO, pada message envelope tercatat calling number adalah A sedangkan called number adalah SMSC. Nomor tujuan, B, disimpan didalam message body.
    3. Melalui SSS, pesan akan disampaikan ke MSC (MSC(g), yang dalam hal ini bertindak sebagai gateway untuk SMSC) yang berhubungan dengan SMSC.
    4. SMS lalu disimpan didalam database transaksi SMS yang ada di SMSC. Untuk setiap transaksi SMS yang ditangani oleh SMSC, akan tersimpan transaction log, yang berfungsi mirip dengan CDR pada MSC.

 

Alur diatas menggambarkan sebuah transaksi SMS-MO. Lantas, bagaimana dengan SMS-MT, yang dalam hal ini diwakili oleh pelanggan B. Setelah SMS diterima oleh SMSC, langkah-langkah berikut dilakukan:

  1. SMSC memulai proses pencarian lokasi pelanggan melalui HLR dimana pelanggan terdaftar, langkah ini dikenal dengan nama sms_send_routing info.
  2. HLR akan menginformasikan status lokasi pelanggan saat ini, sesuai dengan informasi yang tercatat di HLR.
  3. SMSC selanjutnya akan mengirimkan SMS ke lokasi pelanggan (dalam hal ini MSC tujuan) sesuai dengan informasi dari HLR, sms_forward_short_message.
  4. MSC tujuan akan mencatat CDR SMS-MT, pada message envelope tercatat calling number adalah SMSC sedangkan called number adalah B. Seperti halnya dengan SMS-MO, nomor pengirim, A, disimpan didalam message body.

 

Bila kita amati langkah-langkah diatas, dapat disimpulkan bahwa SMSC melakukan fungsi store and forward. Artinya, setiap pengiriman SMS akan ditampung terlebih dahulu di dalam SMSC, sebelum diteruskan ke pelanggan. Berapa lama SMS dapat ditampung di dalam SMSC sebelum dapat diterima oleh pelanggan ? Ini merupakan parameter yang dapat di set di dalam SMSC. Saat ini, Telkomsel menjamin penyimpanan SMS hingga 3 hari.

 

Lantas, bagaimana dengan ESME ? Salah contoh yang sering kita pergunakan adalah HALO 333, informasi tagihan sementara pelanggan kartuHALO. Mobile banking application adalah merupakan salah satu contoh ESME interaktif. Bahkan, aplikasi mobile banking, dilengkapi dengan fasilitas encryption, guna menjamin kerahasiaan data.

 

Untuk penggunaan ESME, pelanggan mengirimkan SMS ke nomor tertentu (special number), yang berbeda dari sistem penomoran pelanggan selular. Untuk setiap special number, akan ada external process yang menangani. Proses ini diletakkan di server yang menjalankan aplikasi khusus. Ada dua jenis protokol komunikasi yang lazim dipergunakan antara SMSC dan ESME: SMPP (short message peer-to-peer) dan UCP (universal computer protocol). Saat ini, SMPP merupakan protokol yang populer, serta diusulkan menjadi bagian dari WAP standard.

 

Sepertinya halnya pada proses SMS-MO, setelah SMS diterima oleh SMSC, akan dilihat nomor tujuan SMS. Bilamana nomor tujuan tersebut adalah special number, SMSC akan meneruskan SMS ke ESME yang bersesuaian. ESME akan menelaah isi pesan, lalu, sesuai dengan aturan yang diprogramkan akan menjawab SMS tersebut (ESMEàSMSCàMSC(g)àMSC(t)àmobile terminal) atau cukup menyimpan isi pesan. Dalam contoh terakhir, lazim dipergunakan pada kuis-kuis SMS di Telkomsel. Dimana setelah beberapa saat (biasanya harian) data SMS yang diterima akan diundi.

 

Mari kita lihat, parameter apa saja yang dapat kita atur pada masing-masing mobile terminal. Hal yang pertama tentu saja, SMSC, terkadang disebut dengan istilah message center atau service center. Untuk Telkomsel, tentunya ini adalah +6281100000. Lantas, apa lagi ?

 

Umumnya, handset keluaran dua tahun terakhir (sering disebut sebagai phase II handset) ini telah dilengkapi dengan fasilitas delivery report. Dengan fasilitas ini, untuk setiap SMS yang dikirim, pengirim akan menerima notifikasi bilaman SMS diterima oleh nomor tujuan. Ada lagi fasilitas yang disebut status report. Melalui fitur ini, pengirim akan menerima status terkini pengiriman pesan dari SMSC. Bilamana nomor tujuan belum dapat dijangkau, pengirim akan menerima notifikasi: not delivered. Selanjutnya, bila nomor tujuan berhasil dijangkau, pengirim akan kembali menerima notifikasi: delivered.

 

Ada juga fasilitas validity period. Fasilitas ini dipergunakan bila kita ingin mengatur berapa lama SMS dapat disimpan oleh SMSC sebelum berhasil dikirimkan. Kita dapat mengatur lama penyimpanan dalam: kelipatan 5 menit, 30 menit, hari dan minggu. Hanya saja, nilai absolut dan maksimumnya ditentukan oleh SMSC.

 

Salah satu fitur yang pernah membingungkan Telkomsel dan pelanggan adalah message type. Untuk pengiriman teks biasa, parameter ini cukup diisi dengan message type: text. Umumnya, pada menu message setup dapat dijumpai pilihan: fax, e-mail, X400. Di SMSC Telkomsel terdahulu, paramater ini tidak diperhatikan. SMSC hanya meneruskan SMS, tanpa memeriksa parameter message type. Akan tetapi, SMSC Telkomsel yang dipergunakan saat ini lebih tertib. Untuk setiap message type yang diterima, SMSC akan meneruskan SMS sesuai dengan message type yang telah di-set pada SMSC. Untuk transaksi normal, message type: text,  SMS akan diteruskan. Akan tetapi, modul message type:e-mail belum dipasang pada SMSC kita (masih menggunakan fasilitas eksternal). Sehingga, bila pelanggan menggunakan message type ini, maka SMS akan ditolak oleh SMSC. Begitu pula dengan fasilitas message type:fax. Selain message type tersebut diatas, ada pula: telex, telefax, videotex,ERMES (European Radio Message System), National Paging System, teletex.

 

Teknologi mobile banking yang saat ini dipergunakan oleh Telkomsel berbasis SAT (SIM application toolkit, pada bank PANIN dan HSBC). SAT memungkinkan operator untuk menyimpan aplikasi di dalam SIM card. Dengan SAT, pelanggan memiliki SIM khusus (pelanggan dapat mengganti SIM yang dimiliki, namun nomor MSISDN tetap dipertahankan), berisi menu-menu yang dapat diprogram. Menu-menu ini akan  memudahkan pelanggan untuk bernavigasi pada saat melakukan aktifitas perbankan-nya via mobile terminal. SAT menggunakan SMS sebagai media, perbankan terhubung ke pelanggan melalui SMSC, sebagai ESME.

 

Sesungguhnya, maksimum data yang dapat dikirimkan dalam satu SMS adalah sebesar 140 bytes. Hanya saja, dikarenakan teks dapat direpresentasikan dalam bentuk 7-bit per karakter, maka jumlah karakter maksimum yang dapat dikirimkan menjadi 160 karakter.

 

Sekali lagi, Say It with SMS….

Sumber Pustaka :

http://www.ui.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s