Grounding Tangki

Tangki Bulanan 6.000 Liter

Bila kita ingin melakukan pemasangan grounding (pentanahan) dan atau penangkal petir di Tangki, faktor yang harus diperhatikan adalah jenis tangkinya sendiri, apakah jenis “Fixed roof tanks” atau “Float roof tanks”?

Bila “Fixed roof tanks” maka agar bisa dipetimbangkan sebagai “inherently self protecting”, dan beberapa hal berikut harus dipenuhi sebagai berikut :

1.Tiap sambungan antar plat logam (metalic plate) harus di-rivet, dibaut atau dilas.

2.Semua pemipaan yang masuk ke tangki baik inlet maupun outlet harus tersambung secara metal (dilas)

3.Roof dan shell harus mempunyai ketebalan minimum 3/16″ (4.8 mm) dan harus disambungkan dengan cara di-rivet, dibaut atau dilas.

4.Setiap lubang vapor atau gas harus ditutup atau dilengkapi ‘flameprotection’.

5.Tangki harus digrounding-kan dengan bonding minimum 2 titik pentanahan dengan interval antar titiknya maksimum 100 ft (30-m).

6.Tangki dengan diameter +/- 45 meter bila pentanahannya dengan system bonding maka jumlah titik bonding-nya minimum 5 titik (keliling tangki dibagi 30 m).

7.Resistivity tanah sebesar +/- 2000 Ohm-cm termasuk dalam kategori buruk (poorly graded), sehingga akan lebih baik bila ditambah “ground enhancement material” biasanya bisa diperoleh di vendor grounding.

Kabel ground ke Bak Kontrol

Mengenai jumlah elektroda yang diperlukan, hal tersebut tergantung pada sistem grounding secara keseluruhannya (termasuk sistem grounding pabrik/refinery/plant), apakah terdapat “grounding Grid” atau tidak?? Bila terdapat ground-grid, maka untuk memperoleh tahanan < 3 Ohm kemungkinan lebih mudah. Bila tangki tersebut tidak terhubung ke grounding-grid maka setiap titik bonding ke tangkinya sebaiknya langsung tersambung ke elektroda.

Disamping itu juga ukuran konduktor untuk grounding harus mampu dilewati arus gangguan tanah (3 Io), dan yang paling penting dari desain grounding adalah agar GPR, E-touch dan E-step dibawah nilai tolerablenya (limit value).
Rumus-rumus untuk perhitungan grounding bisa ditemukan di standar IEEE-80.

Mengenai 'joint flanges' dalam piping pasti akan selalu ada, sehingga agar antar joint flanges tersebut selalu terhubung secara metalik maka seharusnya dilengkapi dengan koneksi grounding/metal antar flanges yang di-joint-nya, sehingga persyaratan NFPA diatas bisa terpenuhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s