Rahasia Sabar-1

(Kutipan buku: RAHASIA SABAR oleh Ustadz KHE. Abdullah)

SABAR biasa jadi ucapan, di kala mengingatkan orang yg. tertimpa musibah. Bersabarlah dan terimalah ketentuan dari Tuhan, sabarlah kuatkan hati, semoga Allah memberikan rahmat, menerima do’a harapan, mudah-mudahan. Akan tetapi, kadang-kadang Sabar juga menjadi pujian pada orang yg. sedang diuji, sambil menanggung sakit. Kadang-kadang kata Sabar jadi bahan untuk menghibur kepada orang yg. malas, malahan dipakai alasan oleh orang yg. kalah jika sudah tak mampu melawan. Kadang-kadang pula kata Sabar bisa menjadi “selimut” bagi orang yg. putus harapan. Kalau ada yg kehilangan dan malas untuk mencarinya,maka kata Sabar jadi buah bibir.

Dengan Sabar seperti tsb. di atas, banyak orang yg. rugi, diri menjadi tidak sehat, kebutuhan tidak tercapai, keinginan tidak terlaksna, malah yg ada menjadi penipuan pihak lain. Diri hanya menjadi diperintah orang, dg. tak ada harga, paling untung hanya mengganjal di hati sedangkan untuk menyatakan tak mampu, menjadi “yes man”, tak punya pendapat yg. tegak, hilang semangat hidup dan semakin malas. Terkejut sebelum menyebrang, segan malas sebelum memulai, selamanya bimbang. Apa sebenarnya arti Sabar itu?

Sabar adalah perintah agama yg. mempunyai hikmah utama. Bukti nyata diperlihatkan oleh Nabi yaitu dengan kesabarannya maka derajat dirinya menjadi naik, malahan menjadi pujian Allah SWT. Sabar adalah modal keselamatan, modal perjuangan, modal mencari keuntungan dan kebahagiaan. Sabar itu juga adalah tanda keimanan seseorang.
Sabar adalah kebalikan dari “seber” (bahasa sunda, yg. artinya mengeluh). Dalam bahasa agamanya yaitu: “attajalludu wa adamus-syakwa min alamil balwa” yg artinya “menahan diri dan tidak mengeluhkan sakitnya cobaan yg diterima”.

Setiap musibah, kecelakaan atau tertimpa penyakit, kemelaratan dan kemiskinan akan memberikan pengaruh pada keruntuhan budi atau kemaksiatan dan kejahatan. Oleh karena sudah tidak kuat lagi menanggung derita penyakit, maka tak sedikit lalu orang nekad menggantung diri, malah ada yg. menggorok/ menyembelih diri sendiri. Begitu juga timbulnya pencurian dan perampokan di antranya disebabkan oleh karena tidak tahannya menanggung beban kemelaratan, sampai-sampai tega mengubur derajat diri sebagai manusia.

1. ARTI SABAR

SABAR biasa jadi ucapan, di kala mengingatkan orang yg. tertimpa musibah. Bersabarlah dan terimalah ketentuan dari Tuhan, sabarlah kuatkan hati, semoga Allah memberikan rahmat, menerima do’a harapan, mudah-mudahan. Akan tetapi, kadang-kadang Sabar juga menjadi pujian pada orang yg. sedang diuji, sambil menanggung sakit. Kadang-kadang kata Sabar jadi bahan untuk menghibur kepada orang yg. malas, malahan dipakai alasan oleh orang yg. kalah jika sudah tak mampu melawan. Kadang-kadang pula kata Sabar bisa menjadi “selimut” bagi orang yg. putus harapan. Kalau ada yg kehilangan dan malas untuk mencarinya,maka kata Sabar jadi buah bibir.
Dengan Sabar seperti tsb. di atas, banyak orang yg. rugi, diri menjadi tidak sehat, kebutuhan tidak tercapai, keinginan tidak terlaksna, malah yg ada menjadi penipuan pihak lain. Diri hanya menjadi diperintah orang, dg. tak ada harga, paling untung hanya mengganjal di hati sedangkan untuk menyatakan tak mampu, menjadi “yes man”, tak punya pendapat yg. tegak, hilang semangat hidup dan semakin malas. Terkejut sebelum menyebrang, segan malas sebelum memulai, selamanya bimbang. Apa sebenarnya arti Sabar itu?..bersambung.

Sabar adalah perintah agama yg. mempunyai hikmah utama. Bukti nyata diperlihatkan oleh Nabi yaitu dengan kesabarannya maka derajat dirinya menjadi naik, malahan menjadi pujian Allah SWT. Sabar adalah modal keselamatan, modal perjuangan, modal mencari keuntungan dan kebahagiaan. Sabar itu juga adalah tanda keimanan seseorang.

Sabar adalah kebalikan dari “seber” (bahasa sunda, yg. artinya mengeluh). Dalam bahasa agamanya yaitu: “attajalludu wa adamus-syakwa min alamil balwa” yg artinya “menahan diri dan tidak mengeluhkan sakitnya cobaan yg diterima”.

Setiap musibah, kecelakaan atau tertimpa penyakit, kemelaratan dan kemiskinan akan memberikan pengaruh pada keruntuhan budi atau kemaksiatan dan kejahatan.
Oleh karena sudah tidak kuat lagi menanggung derita penyakit, maka tak sedikit lalu orang nekad menggantung diri, malah ada yg. menggorok/ menyembelih diri sendiri. Bagitu juga timbulnya pencurian dan perampokan di antranya disebabkan oleh karena tidak tahannya menanggung beban kemelaratan, sampai-sampai tega mengubur derajat diri sebagai manusia.

Timbulnya pelacuran-pelacuran, tak sedikit yg. disebabkan oleh ketidak-tahanan menanggung beban kesulitan mencari rizki secara halal. Begitu juga orang menjadi buas, sadis tak berkeprimanusiaan, kejam tidak menaruh belas kasihan pada sesama manusia, ini semua disebabkan oleh nafsu yg. tak tertahankan lagi. Yang sakit pergi ke dukun, yg miskin pergi nyupang ke gunung Kawi, ini semua disebabkan kurang kuatnya menanggung beban musibah-musibah tsb. di atas.

Sedangkan dalam musibah-musibah tsb. jika bisa menyalurkannya dan mengarahkannya secara positif, sebenarnya di dalamnya terkandung mutiara-mutiara berharga yg. besar sekali kegunaan dan faedahnya.
Api yg. bersifat membakar serta bisa membawa malapetaka, rumah musnah terbakar api, tubuh hangus terbakar api, tetapi jika bisa menyalurkannya dan menggunakannyam maka tak sedikit faedahnya. Matangnya makanan oleh api, rapinya pakaian karena disetrika menggunakan api, bahkan merokok pun nikmatnya karena menggunakan api, ini semua adalah hikmah dari penggunaan api.

Hawa nafsu, keinginan yg. membakar tubuh serta dapat merusaknya, jika bisa menahan dan menyalurkannya secara positif, maka karena hawa nafsu, keinginan itulah dunia ini menjadi ramai serta besar faedahnya. Semakin sempurnanya kemajuan-kemajuan disebabkan oleh hawa nafsu, keinginan yg. diarahkan secara positif.
Menahan diri sambil tidak mengeluh dalam hati, tidak menggerutu di waktu menanggung berbagai bencana dan musibah, maka inilah yg. disebut dengan SABAR.

Jadi Sabar itu adalah TAJALLUD, yg. memberi isyarat kebal serta kuatnya jiwa secara sengaja untuk menahan segala musibah yg. menimpa diri agar tidak terperosok ke dalam jurang yg. membahayakan pada jiwa dan raga.

Sedangkan dlm perjalanan hidup tak akan terlepas dari ujian Allah, tak akan terbebas dari datangnya musibah, mau tidak mau harus menerima kepastian dari Yang Maha Kuasa. Oleh karena semua itu merupakan peringatan kepada manusia, agar memiliki rasa kesadaran yg. besar, agar memahami dan mengetahui tolok ukur diri yg diberikan oleh Allah. Dengan. Musibah sebagai peringatan kepada manusia agar jangan sombong dan congkak dalam hidup di dunia ini. Hendaknya perasaan tidak terpusat hanya pada musibah yg. dihadapi, tidak berlarut memuja lamunan namun harus kembali ingat kepada takdir Illahi dan menerima kehendak Yang Maha Kuasa.

Biasanya sakit gigi itu menjadi semakin terasa sekali sakitnya waktu malam hari. Oleh karena, pada siang hari perhatian teralihkan pada berbagai macam pendengaran dan penglihatan. Begitu juga berbagai macam penyakit maka sakitnya akan lebih terasa jika waktu malam hari daripada jika siang hari.

Jika hari terjadinya adalah siang dan malam serta menjalaninya sambil ingat pada Allah Yang Maha Suci yg. memelihara kita semua, maka sudah barang tentu musibah yg menimpa itu akan kurang terperhatikan.
Dengan kurangnya memperhatikan dan memperdulikan musibah yg. menimpa, maka rasa nyeri pun akan berkurang, rasa pedih akan menjadi berkurang. Oleh karena itu, keluhan, kebimbangan dan kekhawatiran pun akan berkurang. Nah, yg. seperti itulah arti Sabar menurut kata Sabar itu sendiri.

Sabda Rasulullah SAW: ”Ashshobru arridlo” artinya “Sabar itu adalah ridlo”. (Hadits Riwayat Hakim dan Ibnu Asakir).

Ridlo atau rela itu bukan rela menyerah tanpa usaha tetapi ridlo artinya menerima dengan rela pada kadar ketentuan Allah. Oleh karena, manusia diciptakan dan diatur oleh-Nya yg. diiringi keyakinan bahwa Allah itu bersifat kasih sayang, yg. sudah barang tentu meskipun bencana atau musibah yg. terasa, tetapi dibaliknya dan hakekatnya adalah kasih sayang.
Seandainya dimarahi dan dipukul oleh ayah atau ibu, maka hal itu sudah barang tentu dilandasi rasa kasih sayang sehingga pukulannya menjadi pukulan sayang agar jangan lengah di masa depan dalam melaksanakan kebajikan. Menahan keinginan dan kesenangan bukan berarti bakhil, karena barang yg. diinginkan dan disenangi itu ada, hanya saja sebagai pelajaran agar di masa depannya penuh dengan bahan-bahan yg akan mendatangkan keuntungan.
Jika orang tua demikian sayangnya, artinya dengan jalan menggunakan pengujian maka apalagi Allah lebih dari itu dalam melimpahkan kasih sayang-Nya pada hamba-Nya. Oleh karena itu, orang yg. mengerti yaitu orang yg. memahami akan ridlo, rela pasrah menyerah pada ujian dari Allah

Syeik Muhammad Abduh, menjelaskan arti Sabar sebagai berikut: ”Menerima dengan dada lapang dalam menghadapi hal yg. bukan keinginan diri sendiri sambil menanggung risiko, tetapi dibarengi oleh ketahanan diri dalam menghadapi segala godaan sambil tidak hentinya terus berusaha guna membebaskan diri dari musibah yg menimpa”.
Penjelasan beliau tsb. tidak jauh dengan penjelasan sebelumnya, yg. jika disimpulkan: ”Sabar adalah terus melangkah walau banyak rintangan, tidak mengeluh, tidak sedih hati sambil tak putus-putusnya berusaha dan meminta kepada Yang Maha Kuasa”.

Dengan memperhatikan arti kata Sabar tsb. di atas, gambaran yg. biasa kita lihat baik di kota maupun di kampung, benar-benar tidak sesuai dengan keterangan, tidak sejalan dengan hukum. Padahal Sabar itu adalah suatu alat canggih yg. ampuh sekali, yg akan mampu untuk mengejar kemajuan, alat yg. dapat mengatasi segala kesulitan. Sesuatu yg. sulit dihadapi dengan Sabar akan cepat terselesaikan, yg. tinggi bisa tergapai, yg. jauh bisa terjangkau. Menurut peribahasa Arab: ”Man shobaro dhofaro” (Barang siapa yg. Sabar, pasti cita-citanya terlaksananya).

Jelaslah bahwa dengan kesabaran tak ada gunung yg. tinggi, karena akan terus dijalani ealau banyak rintangan, tetap memiliki ketahanan diri dalam menghadapi segala derita yg. dijumpai, semuanya tidak menghalangi perjalanan, sehingga akhirnya gunung yg tinggi itu ternyata berada di bawah mata kaki.Akan terlaksanalah apa yg. diharapkan, tak akan lepas dari tujuan jika menggunakan jalan Sabar sebagaimana yg. dijelaskan di atas.

Orang Sabar tidak akan merasa segan dan malas sebelum menyebrang, tidak akan menangis sebelum kehilangan, tetapi ia kejar dan ia susul walau jauh bagaimanapun. Tidak memperhitungkan waktu dan tidak memperhatikan zaman. Yg penting ia bisa terus berjalan walau jalannya lambat tetapi bisa sampai kepada yg. dituju. Terlaksana apa yg. diharapkan dengan penuh membawa souvenir, banyak bawaan makanan, karena menit-menitnya terisi, jam-jamnya terjelajahi. Ilmu didapatkan dan pengalaman pun semakin bertambah. Demikianlah buah dari kesabaran. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s