Tower BTS Dirubuhkan, Siapa Yang Rugi ?

Tower BTS

Sangat disayangkan kalo niat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, Bali akan merubuhkan tower-tower BTS (Base Tranceiver Station) milik Operator GSM/CDMA dengan dalih tidak mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal keberadaan tower-tower tersebut sangat menunjang (support) pembangunan dan pengembangan wilayah kota/kabupaten.
Jadi aneh kalo niat perubuhan tower akan dilaksanakan secara sepihak oleh Pemkab Badung. Perubuhan tower akan berdampak negative terhadap iklim investasi maupun layanan telekomunikasi kepada masyarakat di daerah tersebut. Ini yang harus disadari oleh pihak yang berwenang, dengan tidak mengandalkan kesewenang-wenangan.

Kalo mau mencari wacana retrubusi daerah supaya PAD (Pendapatan Asli daerah) naik mestinya dengan inovasi lain yg tidak berdampak pada layanan public.

Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mendesak agar segala urusan yang menyangkut industri telekomunikasi diatur dan dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah pusat, bukan oleh pemerintah daerah.

“Sebab, yang mengerti soal operator nasional hanya pemerintah pusat. Pemerintah daerah, maaf saja, mungkin yang mereka tahu hanya sekadar PAD (pendapatan asli daerah),” ujar Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno, saat ditemui di Gambir, Jakarta, Minggu malam (13/9/2009).

Akibat dari campur tangan pemerintah daerah, operator dan pelanggan telekomunikasi dinilai telah banyak dirugikan. Contohnya, dalam kasus perubuhan menara di kabupaten Badung, Bali, beserta wacana pungutan retribusi oleh pemerintah daerah.

“Boleh-boleh saja ada retribusi, asal semua ditentukan oleh pemerintah pusat. Sebab kita butuh transparansi dan kepastian usaha. Kalau salah atur, malah bisa menghambat operator berinvestasi di situ,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Utama Telkomsel.

Martin facebooker bahkan berkomentar “akibat otonomi daerah….., setiap daerah harus menggusahakan masukan untuk kas daerah sebesar2nya…., dan siapa yak makmur kira2 ya…???

Ternyata modus perubuhan tower-tower ini sangat berkaitan dengan rekanan di lingkungan Pemkab Badung, dan mungkin akan diikuti oleh Pemkot/Pemkab lain di Indonesia. Yang melirik ‘perubuhan tower’ dengan alas an izin dan retribusi pendapatan asli daerah adalah Pemkot Cimahi dan Pemkot Bandung, Jawa Barat..

Sebagai contoh : Di kabupaten Badung, Bali, XL total memiliki 43 menara telekomunikasi. Empat di antaranya, diakui orang nomor satu di operator seluler itu, memang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

“Dari empat yang tidak punya IMB, tiga di antaranya sudah dirubuhkan Pemkab Badung,” ungkap Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, mantan Dirut Indosat.

Hasnul pun menolak, jika pihaknya sengaja tidak mengurus IMB, izin IMB yang dijanjikan Pemkab Badung tak kunjung datang dan operator hanya diberikan izin operasional saja. (Detikcom)

Diagram Ponsel

Menurut pengakuan sejumlah operator dan penyedia jasa menara, tak kunjung diberikannya izin IMB kepada mereka, karena Pemkab Badung telah menunjuk PT Bali Towerindo Sentra (BTS) sebagai perusahaan rekanan untuk menyelenggarakan bisnis menara di daerah kekuasaannya.
Sehingga, jika ada operator atau penyedia jasa sewa menara yang mengajukan permohonan kepada Pemkab Badung, maka mereka akan terpaksa tanda tangan perjanjian bahwa menaranya akan dibongkar lagi setelah perusahaan rekanan tersebut rampung membangun menaranya.

Kemudian, semua menara selain milik rekanan Pemkab, tidak diperpanjang lagi izin IMB-nya dan harus dibongkar agar semuanya pindah ke menara milik rekanan. Menurut ATSI, biaya sewa ke PT. Bali Towerindo Sentra 20% lebih mahal dibanding mengelola sendiri atau sewa kepada penyedia menara lainnya.

“Apakah ini fair? Apa aturan pemda-nya sah? Kami terpaksa, waktu itu tidak ada pilihan. Kalau tidak ditandatangani, pelanggan tidak bisa dilayani,” tandas Hasnul Suhaimi..

Nasibnya iklim investasi di Indonesia. Kapan mau maju ??!
Perlu ada sikap PERUBAHAN…”Change Just Do It”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s