8 Pertanyaan Tentang Penyakit Diabetes


Si penyandang tak harus pantang makanan tertentu.

“Hingga saat ini masih banyak pandangan keliru masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus.  Kekeliruan itu seringkali jadi pemicu bertambah parahnya penyakit si penyandang.  Dr. Luciana B Sutanto, MS. SpGK. menjawab beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan orang.”

1. APA ITU DIABETES?

Seseorang diagnosis menderita diabetes jika kandungan gula darah di dalam tubuhnya berada di luar batas normal.  Normalnya, kadar gula darah pada waktu puasa tidak lebih dari 110 mg/dL dan dua jam setelah makan di bawah 140 mg/dL makanya, penyakit ini lantas dikenal dengan sebutan diabetes mellitus. Mellitus berasal dari bahasa latin yang berarti madu.

Karena yang dilihat gula darah, maka hanya melalui pemeriksaanlah, seseorang bisa diketahui mengidap diabetes atau tidak.  Yakni berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa dalam darah.  “Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik-klinik pengobatan,” ujar dokter Luciana.

2. BAGAIMANA GEJALA YANG DIALAMI PENYANDANG DIABETES?

  • Gejala yang paling terlihat, si penyandang tiba-tiba mengalami penurunan berat badan dalam waktu yang relatif singkat.
  • Gejala yang khas adalah sering bolak-balik ke belakang.  Ini akibat pada gula yang tinggi sehingga bocor ke air kencing.  Sudah sifatnya, gula menarik air, jadi tak heran kalau kantung kencingnya menjadi cepat penuh.  Itu juga melatar belakangi penyakit diabet disebut kencing manis karena urine yang dikeluarkan mengandung gula.
  • Akibat lain, si penyandang sering merasa haus sebagai dampak dari air yang terus-menerus dikeluarkan.
  • Sering merasa lapar.  Kadar glukosa yang tidak dapat masuk ke dalam sel menyebabkan rasa lapar pada penderita.  Maka keinginann makan-pun meningkat.  Apesnya, kebanyakan makan justru akan menaikan kadar gula.
  • Keluhan lain yang sering timbul, si penyandang mengalami penurunan berat badan dalam waktu relatif singkat tanpa penyebab yang jelas.
  • Lemah, lesu, dan cepat capek.  Penyebabnya, glukosa darah tidak dapat masuk ke dalam sel.  Akibatnya, sel kekurangan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga.  Jadi, tenaga terpaksa diambil dari cadangan lemak dan otot.  Jadi, berat badan pun makin menurun.

3. BAGAIMANA GEJALA PENDERITA YANG SUDAH KRONIS?

  • Yang sudah kronis mengalami gejala yang lebih rumit yakni:
  • gangguan penglihatan
  • sering kesemutan, biasanya pada kaki
  • bisulan
  • gangguan ereksi /disfungsi seksual, biasanya terjadi pada penderita laki-laki.

4. APA PENYEBABNYA?

Penyebanya: Diabet type I disebut juga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM).  Penyandang mengalami gangguan produksi hormon insulin oleh suatu bagian dari pankreas.

Diabetes type II disebut juga Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus (NIDDM).  Penyandang tidak kekurangan insulin, tetapi ada resitensi sel otot maupun sel jaringan lemak untuk dimasuki gula darah.  Pankreas pada tubuh penderita tidak berfungsi dengan baik.  Akibatnya hormon insulin tidak dihasilkan dengan baik.  Padahal hormon inilah yang seharusnya membantu metabolisme asupan makanan.  Dengan begitu, gula tidak terserap dengan baik oleh tubuh dan tinggal di dalam darah.  Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi.

5. SIAPA YANG BERISIKO TERKENA DIABETES?

Setiap orang berisiko terkena diabetes, baik laki-laki maupun perempuan.  Namun risiko tersebut dibagi dalam 2 kategori. “Yakni risiko yang dapat dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan.” terang perempuan kelahiran Yogyakarta, 40 tahun lalu ini.            Risiko tersebut ditentukan antara lain oleh uisa.  “Usia diatas 45 tahun memiliko risiko lebih besar,” tambah dokter lulusan spesialis Gizi ICU (Intesive Care Unit) Universitas Indonesia ini. Faktor lain yang menentukan risiko tadi adalah faktor keturunan.  Jika dalam keluarga ada yang memiliki riwayat pengidap diabetes mellitus, sebaiknya berhati-hati.

Sementara faktor yang bisa dikendalikan meliputi kondisi berat badan, kesehatan, dan riwayat keguguran berulang (tanpa disengaja).  Pemilik tubuh gemuk, memiliki risiko terkena diabet 10 – 30 kali lipat orang dengan berat badan normal.

6. APAKAH ANAK-ANAK BISA MENDERITA DIABETES?

Anak-anak bisa menderita diabetes, tidak ada batasan usia.  “Bisa saja umur belasan atau dibawah itu,” Ujar Lucy

Secara garis besar, ada 2 dasar penyebab.  Pertama, autoimun.  Disebabkan peradangan pada sel beta di pankreas yang menyebabkan timbulnya antibodi terhadap sel beta.  Reaksi ini mengakibatkan hancurnya sel beta.  Dengan begitu produk insulin terganggu.  Nah, hormon insulin inilah yang mengatur kadar gula pada tubuh.            Penyebab kedua, idiopatik, yakni tidak diketahui penyebabnya.

7. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

Pertama, mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari.  Konsumsi makanan sehat dan seimbang sangat penting dilakukan.Berikutnya, olahraga teratur.  Latihan jasmani dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin sehingga memperbaiki kendali glukosa dalam darah.Jangan lupa melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mengetahui kondisi gula dalam darah.  Tak perlu menunggu gejala untuk keluhan datang.  Umumnya orang memeriksakan diri saat diabetes sudah diidap, sehingga terlanjur tinggi kadar gulanya.Jaga berat badan ideal.  Karena pemilik tubuh gemuk memiliki risiko 10 – 30 kali lebih besar terkena diabetes ketimbang pemilik tubuh ideal.

8. BAGAIMANA PENGOBATANNYA?

Ada  4 tahap pengobatan yang bisa dilakukan penderita dan keluarga penderita:§        

Edukasi.

Pengetahuan dan pendidikan tentang penyakit ini wajib dipelajari secara saksama oleh penyandang dan keluargnya.  Pasalnya, tidak jarang beberapa di antara penyandang diberikan makanan yang seharusnya tidak dianjurkan hanya karena tidak tega.  Yang tejadi kemudian, naiklah kadar gula darah si penyandang.

Perencanaan makanan

Sebetulnya tidak ada makanan khusus yang harus dihindari.  Semua makanan pada dasarnya diperlukan oleh tubuh manusia.  Hanya saja, jumlahnya harus sesuai dengan kebutuhan tubuh.  Penyandang diabetes membutuhkan kalori sesuai dengan keadaan individu masing-masing.  Ahli gizi akan menghitung kebutuhan kalori penyandang diabet berdasarkan:1.       jumlah kalori yang ditentukan menurut umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, aktivitas, suhu tubuh, dan gangguan metabolisme yang ada.2.       jumlah dan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak yang diperlukan tubuh, disesuaikan kesanggupan tubuh untuk menggunkannya.

Pasien diabet tidak boleh dibiarkan kelaparan.  Jika penderita mulai merasa lapar di dalam tubuhnya mulai menurun.  Ini justru berbahaya karena penderita bisa tiba-tiba pingsan.

Pedoman waktu makan bagi penyandang diabetes adalah setiap 3 jam sekali dalam sehari.  Atau 6 kali makan dengan pola 3 kali makan besar dengan 3 kali makanan selingan di antaranya.

Usahakan selalu makan sayuran dalam setiap kali makan besar.  Risiko bisa banyak berkurang jika banyak menghindari makanan yang mengandung gula.

Jika penderita memiliki tubuh gemuk, maka asupam kalori dikurangi untuk menurunkan berat badan.  Pilih jenis karbohidrat yang bersifat kompleks, yaitu nasi, kentang, ubi, buar, dan lain-lain.  Sementara, karbohidrat simpleks (misalnya gula dan madu) tetap boleh dikonsumsi hanya jumlahnya tidak lebih dar1 4 sendok makan sehari.

Standar makanan yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi: karbohdrat 60%-70%, protein 10% – 15% dan lemak 20% – 25% dari total kalori sehari.

Makanan dengan komposisi karbohidrat sampai 70-75 persen masih memberikan hasil yang baik.  Jumlah kandungan kolesterol disarankan kurang dari 300mg/hari. Jumlah serat sebaiknya memenuhi setidaknya 25 gram/hari.  Penyandang diabetes dengan hipertensi perlu mengurangi asupan garam.  Bagi yang suka makanan manis, pemanis buatan dapat digunakan.

Jumlah kalori juga disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, dan kegiatan jasmani/aktivitas sehari-hari.   Untuk menghitung kebutuhan kalori, dapat digunakan rumus Broca yaitu:

Berat Badan Idaman (BBI) = (Tinggi Badan – 100)-10%

Kriteria status gizi:

1.      BB tergolong kurang, bila BB saat ini <90% persen BBI

2.      BB tergolong normal, bila BB saat ini antara90% -110% BBI

3.      BB tergolong lebih, bila BB saat ini antara 110% -120% persen dari BBI

4.      BB tergolong gemuk, bila BB saat ini >120% BBI

Olahraga.

Latihan jasmani dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa dalam darah.  Olahraga yang dapat dilakukan anata lain, jalan kaki, bersepeda, joging, dan berenang.  Kegiatan sehari-hari seperti jalan kaki ke pasar, memilih menggunakan tangga dari pada lift, berkebun, baik dilakukan.  Olahraga sebaiknya disesuaikan dengan umur dan keadaan si pasien.

Pemberian insulin

Menyuntik insulin adalah memberikan insulin ke dalam tubuh untuk mengendalikan gula darah.  Penggunaan insulin umumnya diberikan sebagai terapi penyandang diabetes tipe 1, atau penyandang diabet yang disertai penyulit (infeksi, kehamilan, dan lain-lain).

(Saji Sehat ed 53A/TH.III/31 Agustus 2005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s