Say No to Obes

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang umum terjadi.  Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah obesitas?

dr. Luciana Sutanto SpGK

Kebanyakan orang menginginkan tubuh yang langsing.  Bukan hanya karena alasan penampilan, namun juga karena alasan kesehatan.  Karena alasan kesehatan jugalah, secara tidak langsung obesitas dianggap sebagai salah satu penghambat efektifitas dalam bekerja.

Sudah hampir 17 tahun Tanti menekuni profesinya sebagai sekretaris sebuah perusahaan media termuka.  Sejak gadis hingga kini berputri dua, ia bisa bertahan karena menyukai pekerjaanya, lingkungan kantornya, teman-teman, dan atasananya.  Secara teknis, Tanti adalah sekretaris andalan.  Namun masalah berat badannya secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kinerjanya di kantor.

“Waktu masih gadis dan langsing sih, segala sesuatu nampak lebih mudah ya?  Sekarang, setelah dua kali hamil, badan saya ko semakin melar? Bukan Cuma itu masalah percaya diri saja, tapi juga jadi cepat lelah.  Padahal apa yang harus saya urus sekarang bertambah banyak, ya anak, ya suami, ya kantor.  Bagaimana supaya saya langsing dan fit seperti dulu?”Sesungguhnya Tanti tidak sendiri.  Masalah obesitas adalah masalah dunia.  Pernyataan ini tidak berlebihan.  Ada jutaan penderita obesitas seluruh dunia.  Mengapa obesitas dianggap masalah serius? Bagaimana mengatasinya? Untuk mendapatkan jawabannya, SECRETARY mewawancarai Dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK.

Dampak obesitas

Dampak individu yang paling nyata adalah berkurangnya rasa percaya diri akibat penampilan yang tidak lagi dianggap semenarik orang-orang yang berbadan langsing.  Selain itu, jelas obesitas juga berdampak buruk bagi kesehatan.  Berbagai penyakit bisa muncul seperti kolesterol tinggi, jantung koroner, stroke, radang sendi, asam urat, dan batu empedu.

Dampak buruk bagi perusahaan tempat penderita kelebihan berat badan bekerja pun tidak sedikit.  Mereka yang tergolong obesitas terbukti secara ilmiah mengalami gangguan aktifitas fisik, akibatnya efektifitas kerja pun terganggu.  Terlebih lagi jika bidang pekerjaan yang dilakukan membutuhkan keleluasaan bergerak.  Tidak hanya itu, anggaran yang harus disediakan oleh perusahaan juga meningkat mengingat resiko penyakit yang dapat timbul akibat kelebihan berat badan tersebut.

Mengapa sejak bekerja berat badan saya meningkat?

Saat sekolah atau kuliah, aktifitas fisik yang dilakukan relatif lebih tinggi dibanding ketika seseorang sudah bekerja.  Bayangkan saja, mereka yang bekerja di belakang meja, hanya memerlukan kalori sekitar 10% – 30% lebih tinggi dari berbaring atau tidur.            Kemudahan yang diberikan kantor jaman sekarang seperti lift, eskalaor, jaringan komputer, pesawat telepon yang tersedia di setiap meja, membuat seseorang tidak perlu banyak berjalan untuk menyelesaikan pekerjaannya.  Gaya makanpun berubah, pilihan makanan beragam karena tersedianya dana untuk itu.  Padahal seiring dengan semakin meningkatnya usia, komposisi tubuh juga berubah.  Massa lemak cenderung meningkat, obesitas semakin membayangi.

Yang harus dilakukan

Menjaga asupan makan sesuai dengan kebutuhan adalah salah satu kunci menjaga berat badan.  Makan yang teratur akan menyebabkan perut kenyang lebih lama sehingga mengurangi konsumsi cemilan.  Selain keteraturan, jumlah makanan yang masukpun tidak boleh berlebihan.

Tidak mudah menakar asupan makanan sehari-hari.  Cara yang paling sederhana adalah menimbang berat badan secara periodik, misalnya seminggu atau dua minggu sekali.  Bila dalam sebulan sampai tiga bulan berat badan meningkat, artinya anda telah mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebih.  Jika anda masih suka ngemil, gantilah camilan dengan buah atau sayur, demi mengurangi kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Kunci kedua untuk mengurangi atau mencegah kelebihan berat badan adalah dengan meningkatkan aktifitas fisik.  Jika sedang di kantor, jangan terlalu mengandalkan lift atau eskalator, naik tangga pasti lebih sehat.  Kerjakan sendiri pekerjaan ringan seperti mengkopi dokumen, membuat minuman, atau mengambil surat di resepsionis.

Di luar aktifitas pekerjaan, sempatkan diri berolahraga.  Bangunlah setengah jam lebih pagi dari biasanya untuk jogging di sekitar rumah, atau ikut kelas olahraga setelah pulang kantor atau pada jam istirahat.  Selain hal-hal tersebut, menambah wawasan juga akan membuat anda labih memahami bagaimana mengelola tubuh agar tetap sehat dan bugar.

(SECRETARY Juni 2005)

3 thoughts on “Say No to Obes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s