Film Clash of the Titans

Film 3D yang Siap Menghadang

image

Suara Merdeka CyberNews. Film aksi fantasi yang konon ditunggu-tunggu kehadirannya berjudul Clash of the Titans, siap menghadang beberapa film laris yang telah edar dewasa ini. Clash of the Titans adalah film remake tahun 1981 berjudul sama, yang beranjak dari kisah mitos Yunani Kuno. Persisnya perjalanan heroik tokoh Perseus.

Film ini disutradarai Louis Leterrier, dengan sejumlah aktor pendukung seperti Sam Worthington sebagai Perseus, Liam Neeson (Zeus), Ralph Fiennes (Hades), dan Alexa Davalos (Andromeda).
 
Sebagaimana film Avatar, film Clash of the Titans juga dibesut dalam format 3-D. Menurut rencana pada awal April mendatang, aksi para dewa Yunani kuno itu akan menemui para penggemarnya.

Film ini, memusat pada perjalanan, dan perjuangan sosok protagonis Perseus. Sebagai tokoh yang dicitrakan, ”lahir sebagai anak dewa, namun tumbuh dewasa sebagai anak manusia,” Perseus berikhtiar menyelamatkan keberadaan keluarganya dari ancaman Hades, dewa keji dari bawah tanah.

Neraka yang Terlepas
Dengan keberanian sepenuh hati, Perseus menawarkan dirinya untuk berhadapan langsung dengan Hades, sebelum dia menerima sejumlah wasiat kekuatan dari Zeus. Hades harus dilawan, karena jika tidak, maka dia akan melepaskan neraka ke dunia.

Memimpin sejumlah pasukan berani mati, Perseus melakukan perjalanan ke ”dunia yang terlarang”. Dalam perjalanan penuh pertempuran ke pertempuran selanjutnya itulah, Perseus berhasil menundukkan sejumlah lawan tangguhnya. Setelah sebelumnya, harus menerima nasibnya sebagai anak dewa, dan menciptakan nasibnya sendiri.

Dalam catatan resmi mitos Yunani kuno, Perseus adalah penemu tanah Mycenae, dan menabalkan dinastinya di sana. Sekaligus sebagai pahlahan mitos Yunani yang berhasil mengalahkan sejumlah monsters archaic, dan menjadi bagian dari mitos para dewa yang tergabung dalam Twelve Olympians. Perseus adalah penakluk moster Medusa, dan bertahta atas Andromeda.

Menurut legenda, Perseus adalah anak Zeus. Zeus adalah raja diraja para dewa, penguasa gunung Olympus, serta penguasa langit dan bertitah atas petir yang menyambar-nyambar. Di tangan sutradara muda Louis Leterrier, yang sebelumnya telah terbukti tidak mengecewakan membesut sejumlah film aksi seperti The Transporter (2002), Unleashed (2005), Transporter 2 (2005), dan The Incredible Hulk (2008), sedangkan film Clash of the Titans sendiri diramalkan bakal menemui kesuksesan.

Sebagaimana film 300 yang sesak dengan adegan baku pukul, tendang, tombak, dan panah, Clash of the Titans, yang diksional katanya selalu dinukil untuk mendiskripsikan pertarungan antardua petarung besar, dalam dunia olah raga itu, masih menempatkan kebaikan sebagai pemenang.

(G20/Nv@)

(Sumber : harian Suara Merdeka)

One thought on “Film Clash of the Titans

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s