Kompetitor Adalah Sekutu

Terkadang kompetitor adalah sekutu yang stratejik untuk diajak kompromi. contohnya berita mengenai beraliansinya Microsoft dengan Yahoo untuk melawan Google akhirnya terkuak. Search engine Microsoft seperti MSN dan Windows Live, masih jauh dari harapan untuk bisa melawan Google.

Dengan latar belakang seperti itu, Microsoft berniat untuk hit-back ke Google dengan mengeluarkan killer-app untuk mesin pencarian Google. Bulan Juni 2009 lalu, Microsoft meluncurkan Bing, yang menurut mereka merupakan bentuk ideal yang mereka miliki untuk melawan dominasi Google. Dengan demikian ada tiga merek; Google, Yahoo, dan Bing, yang berlaga di pertarungan antar search engine di dunia Internet.

Gap antara perusahaan ini dengan yang lain memang sangat besar, seakan-akan pertarungan antara “David melawan Goliath.” Google yang menguasai pangsa pasar sebesar 70 persen adalah ibarat ‘Goliath.’ Maka tak heran kalau pesaingnya (Microsoft dan Google) melihat peluang untuk kolaborasi sebagai upaya stratejik, mengingat keduanya menguasai 28 persen pangsa pasar. Microsoft memang memosisikan diri sebagai pemain kecil, seorang ‘David’, yang harus rutin melempar batu untuk merobohkan Goliath. Yahoo adalah ‘batu’ yang dilempar tersebut, karena Yahoo adalah jawaban Microsoft untuk melawan Google.

Bagaimana dgn persaingan dunia telekomunikasi di Indonesia ?

Apakah deal yang AKAN dilakukan antara PT. Telkom dan PT Bakrie Telecom Tbk tetap menjaga ladangnya masing-masing??! Dua-duanya tetap berkompetisi, namun berkolaborasi secara etikal dalam arti aliansi antara keduanya ??!

PT. Telkom

Bakrie Telecom

Cerita mengenai kompetisi yang menjadi lebih sifatnya kolaboratif memang semakin terlihat terutama di perusahaan-perusahaan internet. Facebook dengan Twitter contohnya, meskipun bersaing dikategori yang hampir mirip di platform penyedia jejaring sosial, malah berkolaborasi dalam hal penyebaran status update untuk membuat senang para penggunanya yang ekspresif.

Peter Drucker telah lama meramalkan bahwa inovasi dan value perusahaan akan terciptakan lewat networks. Dinamika kolaborasi dari network dan partnership menjadi salah satu prinsip utama di lanskap bisnis yang terus berubah seperti sekarang. Social Capital perusahaan dalam menjalin hubungan dengan yang lain lewat network, seperti yang tergambarkan dari cara mereka berkolaborasi dan melakukan aliansi, menjadi semakin penting, untuk dapat mengimbangi Human Capital dan Physical Capital yang ia miliki terutama untuk mendongkrak inovasi dan pertumbuhan.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat dunia semakin transparan, informasi yang mengalir menjadi lebih banyak dan dapat diakses dari mana-mana, kapan saja, dan untuk siapa saja. Dengan demikian, knowledge menjadi lebih mudah diakuisisi, barriers to entry lama kelamaan menjadi lebih berkurang.

Persaingan menjadi semakin menjadi-jadi. Dengan semakin horisontal dan terbukanya pasar, berarti pasar akan dijejali oleh siapa saja yang qualified untuk bermain di sana. Kompetitor baru bisa saja masuk ke pasar yang sama. Keunggulan kompetitif tidak hanya ditentukan oleh siapa yang telah lama mendominasi pasar tersebut. Keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan oleh cheaper, better, atau faster. Namun keunggulan kompetitif di zaman New Wave ini ditentukan oleh siapa yang tampil lebih smart dapat menyeimbangi kapan harus berkompetisi dan kapan harus berkolaborasi dengan memperhatikan norma hukum kompetisi yang berlaku.

Bagaimana pendapat Anda ?

Telkom Siap Pinang 1 Operator Telekomunikasi
Indro Bagus SU – detikinet

Rinaldi Firmansyah (ash/inet)
Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menyatakan kemungkinan melakukan konsolidasi dengan 1 operator telekomunikasi tahun ini. Kabar terakhir, perseroan sedang mendekati PT Bakrie Telecom Tbk.

“Kayaknya akan ada satu konsolidasi tahun ini,” ujar Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Menurut Rinaldi, konsolidasi antar operator telekomunikasi niscaya akan terjadi cepat atau lambat. Oleh sebab itu, ia pun mengaku sudah mengarah kesana.

“Kita melihat, konsolidasi pasti akan terjadi, kalau tidak tahun ini ya tahun depan. Bisa saja tahun ini, kayaknya akan ada satu,” ujarnya.

Sayangnya, Rinaldi belum dapat membeberkan operator telekomunikasi mana  yang akan melakukan konsolidasi dengan perseroan. Namun menurut kabar terakhir yang beredar, salah satu pemain menengah yang sedang dilirik perusahaan plat merah itu adalah Bakrie Telecom.

( dro / ash )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s