Puisi Aa Maulana

Puisi-puisi Aa Maulana  

 (ilustrasi : KA Ambarawa)

 

 

 

 

 

 

Museum Ambarawa

Penatku hilang,
tertelan gerungan kereta perang,
Ambarawa,
Kota ditengah rawa tergenang
Menyisakan remah-remah cinta yang dulu menegang
Bahkan kucuran darah, hujan dan air mata
Tak kuasa hilang,,
Emosi kata-kata penuh tanya
Ku teringat teman teman yang tak suka bunga
Padahal bunga adalah tanda cinta
Tepi jalan tanpa bunga
Berakibat nanarnya mata
Banyak celaka.

Ambarawa, April 2010

(Ilustrasi : Bandungan)

 

 

 

 

 

 

 

 

Bandungan

Mumpung waktu belum usai, ku ingin rebahkan penatku pada pundakmu, karena dulu kau yang minta itu, ah.. indahnya rintik hujan di pasar bandungan, pucuk kota Ambarawa, pusat sayur dan buah dijajakan, aku ingin ucapkan terimakasih kepada nenek renta “Ningsih”, atas pisang raja tiga sisir dan seikat bengkuang putih bagai pasir, pulanglah bersamaku nek… menuju turunan panglima besar Jenderal Sudirman, ke arah kesejahteraan.

karena langit menuju kelam dan bintang ingin segera benderang, putaran roda menyelimutiku sampai ke depan halaman, dan mataku segera bisa terpejam

o… tadi ada bunga ditepi jalan, cantik dengan pipi tersembunyi, air hujan menambah kesegaran, seakan badai cinta menggenangi, sampai ke ujung otak kiri, dalam samudera tanpa tepi, tenanglah kawan… tanpa bunga aku tetap ada,bernafas dan berdzikir kepadaNya.

Bandungan, :April 11, 2010

Korupsi kembang api

Padahal Presiden Demokrasi baru menutup usianya, kemarin petang nafas terakhir itu terhenti

Jantung menutup darah membeku, dingin menyelimuti suhu.

Manusia Indonesia  tak punya empati, di saat krisis uang sangat menjerat leher Minah, manusia Indonesia malah jadi teroris, menggulung uang kertas, mengisinya dengan mesiu berwarna, menyumbatnya dengan sumbu, menyulutnya dengan api, detik-detik menunggu jam 23.59…darrrr,,,,

Mercon kawin dengan kembang api, cahayanya berwarna, merah seperti darah, kuning seperti tahi, hijau seperti nanah, berapa milyard uang yang hancur dalam satu menit?

apakah itu yang disebut hiburan masyarakat?

Jogja 31 Desember 2009-1 Januari 2010

Sekedar menemani dalam kata

Hadirlah kau seindah cinta
Diluar jendela pun tak apa
: saat begitu riuhnya pesona syahwat memedihkan mata,
Demi huruf-huruf yang berdansa
Melingkari sebuah rangkaian makna
Semua akan menjadi bahagia
: saat begitu riangnya pasangan pengantin muda,
o… indahnya bekerja
mencari segaris tenaga
untuk kunyatakan cinta.

Yogya’-tasik, Juni 2009

 

 

 

 

Yang sulit kuutarakan

Kalbuku terkoyak dengan jaring yang kau sulam sejak diujung malam
menjerat erat relung-relung perasaan semu
selalu beri harapan yang kuterjemahkan cinta
entah apa sebab, kubenci waktu yang terus jadi lembab
tak punya satupun jati diri,
ah,,, mau dibawa kemana akhir cerita ini?
Apakah hanya fiksi??
Atau akan nyata dan bersatu dalam nurani???
Ah,,, ini hanya sekedar celoteh atas kebimbangan hati yang penuh kecewa
Tak usah kau tanggapi dengan emosi
Namun jawabanmu, harus berasal dari intuisi hati,,
Wahai mustika….

jogja, April 2010

Aa Maulana lahir di Tasikmalaya, Maret 1987. sekarang sedang menempuh S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mencintai sastra sebagai kawan hidup. ikut mendamaikan Indonesia dengan puisi dan hati.

 (Sumber : Kompas.Com 23 Mei 2010)

One thought on “Puisi Aa Maulana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s