Jabulani, Bola Resmi Piala Dunia 2010

Jabulani, Bola Resmi Piala Dunia 2010
 
 
jagobola LifeStyle – Nama Jabulani yang dipilih memiliki arti ‘merayakan’ dalam bahasa isiZulu, yang digunakan sebagai bahasa pengantar oleh 25 persen warga Afrika Selatan. Produksi bola tersebut masih disponsori oleh AdidasBola yang akan digunakan untuk Piala Dunia 2010 diperkenalkan kepada dunia bersamaan dengan undian di Cape Town, Jumat (4/12) malam. Perkenalan itu juga dilakukan di beberapa negara. Di Indonesia, bola Piala Dunia bernama Jabulani itu diperkenalkan di Ballroom Jakarta Theatre, pukul 12.00 WIB.

Bola ini banyak menggunakan simbol angka 11. 11 warna berbeda yang terdapat dalam bola ini melambangkan 11 pemain yang ada dalam setiap tim, 11 bahasa resmi Afrika Selatan, isiZulu salah satunya, dan 11 suku yang membuat Afrika Selatan cukup beragam. Warna-warna cerah penuh semangat dari Afsel sangat dominan dalam bola tersebut.

Desain bola ini diciptakan untuk memberikan penampilan unik dari semangat Afrika. Sama seperti desain luar stadion Soccer City di Johannesburg, desain bola ini menggambarkan Afrika Selatan yang penuh warna.

Ada gambar segitiga yang terispirasi dari figur luar Stadion Johannesburg’s Soccer City. Masing-masing elemen desain tersebut menampilkan warna cerah Afsel.””Bola itu dibuat dengan teknologi mutakhir dengan profil ‘Grip ‘n Groove’ yang dikembangkan baru-baru ini. Teknologi ini membuat bola sangat imbang, mampu melesat dengan baik dan mudah digunakan untuk dribel. Bahkan, bola ini tak terpengaruh cuaca. Ditendang akan terasa sama saja baik dalam keadaan kering atau saat hujan

Jabulani sudah diuji di laboratorium Adidas di Scheinfeld, Jerman. Selain itu, pengujian juga dilakukan di beberapa tempat oleh pemain-emain profesional di Universitas Loughborough Inggris, AC Milan, Bayern Muenchen, Orlando Pirates, dan Ajax Cape Town.

Jabulani merupakan bola ke-11 Adidas yang dipakai untuk Piala Dunia. Sepuluh bola sebelumnya adalah The Telstar (Piala Dunia 1970), The Telstar Durlast (Piala Dunia 1974, The Tango (Piala Dunia 1978), The Espana (Piala Dunia 1982), Azteca (Piala Duia 1986), Etusco Unico (Piala Dunia 1990), Questra (Piala Dunia 1994), Tricolore (Piala Dunia 1998), Fevernova (Piala Dunia 2002), dan Teamgeist (Piala Dunia 2006).

Namun bagaimana tanggapan para bintang tentang bola yang akan digunakan ini ?

Kaka, misalnya, menganggap bola ini memiliki, “efek melayang yang tak tertandingi, dan membuatnya menjadi bola paling stabil dan akurat yang pernah ada dari Adidas.”

Di sisi lain, kiper Petr Cech mengaku khawatir dengan semakin besarnya ancaman ke gawangnya. “Anda dapat merasakan adanya energi mengarah kepada anda. Seperti sebuah tembakan.”

Kapten Jerman, yang juga rekan Cech di Chelsea, Michael Ballack merasa, “Ini fantastis, bola ini melakukan persis seperti apa yang saya inginkan.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s