Terbalut Ketulusan

 

Terbalut Ketulusan

 

Rentang waktu tlah terajut benang sutra,

Temaram senja menguak kembali lukisan mesra berbaur gairah,

Terseok-seok diantara otot di keriput kulit coklatku

 

Kusadari sinaran itu pernah memancarkan pesona di kala kuncup baru tumbuh

Kala pagi baru menguakan cahyanya di bayang2 timur

Saat sepeda tua itu terayun langkah  kaki mungil berbalut sepatu pink

Pita merah di rambutnya berkibar dan senyum itu terus mengukir

Terpatri di sudut hati terdalam…….yah hanya senyum itu

Senyum penuh keluguan  beradu lirikan ketulusan…..

 

Kini kau hadir mengisi malam-malam bagai lilin menerangi lorong gelap

Tak kuduga ungkapan tulus terkuak setelah senja tlah menjelang

Telah hampir kering telaga cinta menguap di teriknya sang surya menyengat

 

Ragawi terbias jiwa rentak menghentak

terusik wajah yg mengoles lembar hitam putih perjalanan

Ingin kubisikan kata terindah dalam nyanyian merdu kenikmatan

Rasa ini telah terbalut ketulusan

 

(Buat si pita merah yg tak pernah kau kenakan saat itu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s