Alunan Puspita Hati

Alunan Puspita Hati

Helaan napas sayu dibalik rambut panjang mengurai

Ada semangat yg luruh tatkala mendengar sang kekasih berpaling

Bak petaka beriring saat Bunda tercinta pulang ke alam kemuliaan,

Bagai terhempas seluruh tubuh di permukaan bumi yg gersang

Panas menyengat membakar seluruh jiwa

Impian seakan telah punah,

Kebahagiaan menjadi sebuah keraguan,

Dan tangan mungil itu merayap tanpa arah, tanpa pegangan

Di jalanan berpacu dengan kelabilan jiwa

Hingga detik menjelang pita merah berurai

Kesadaran bangkit membawa jeritan hati yg suci,

Jeritan pelan dalam mimpi-mimpi malamnya yang hampir tak terdengar

Terngiang bisikan mesra dan lembut Bunda tercinta – Nduk Cah ayu bimbinglah adik2mu

Ohh.. Tuhan terimalah puji dan syukur atas bimbingan-MU

Kini,

Lembah menghijau itu jadi saksi bisu

Menikmati tembang kenangan alunan puspita hati

Diantara kokohnya pepohonan yg tumbuh, hatinya kembali terjepit

seakan membangkitkan separuh nafas reruntuhan kasih sayang yg tertinggal

Yang dulu pernah datang dalam lembaran hidup

Walau Cinta pernah menggores tajam, hanyalah tinggal sebuah kenangan

Di dasar lubuk hati terdalam serpihan kasih sayang itu masih tersisa

yakinlah, Sisa-sisa Cinta  khan sirna ditelan sang waktu.

(30 tahun lalu bukan waktu yg singkat, kini ia telah menikmati seluruh kasih sayang Sang Impian dengan putra-putrinya yg gagah dan cantik. Buat yg pernah terhempas di Lembah Tidar, puisi ini  untukmu).


2 thoughts on “Alunan Puspita Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s