Hujan Berwarna Biru

Siapa bilang kalo seorang dokter itu hanya identik dengan jarum suntik, stetoskop dilehernya dan pandai mengobati pasien ? atau dia hanya berkutat dengan buku-buku tebalnya yg beribu-ribu halaman ilmiah ?

Tapi ternyata siapa yang akan menyangka bahwa seorang dokterpun bisa menelorkan sebuah puisi di sela-sela kesibukannya.

Ini dia besutannya.(DioN)

Hujan Berwarna Biru

Oleh : dr Hanna


Kutitipkan salamku siang itu,

melalui hujan yang ditumpahkan dari awan kelabu

Jauh di ujung cakrawala,

langit tak seluruhnya sendu

Matahari masih menyisakan sinarnya,

menggoda hati dengan kehangatannya

Berbaur dengan dinginnya air hujan,

yang terasa menusuk, saat menyentuh wajahku

Angin serasa mati, malu meniup

Membiarkan dedaunan yang tak mau membisu

Berisik berbisik bersama hujan yang berwarna biru

Dimana kutitipkan diriku

Kuterobos hujan siang hari itu,

membiarkan airnya membasahi hatiku

Menumbuhkan kembali benih rasa yang indah,

diantara jari-jari kakiku

Yang telanjang, bermesraan dengan akar ilalang

Kukembangkan tanganku,

kutangkap hujan itu, kusimpan dalam erat genggamanku

Tak mau kehilangan lagi, hujanku yang berwarna biru,

Yang dingin dan hangat berbaur jadi satu,

memberi warna pelangi di hidupku

Bersat aku dalam rasa yang tak dapat kutahan

Saat kuhentakkan kaki dalam kumpulan air yang bertakung rindu

Memercik buncah mengandung hati, dalam golakan tak dimengerti

Dalam hujanku yang berwarna biru,

ada senyumku, yang akan selalu ada untukmu

Dalam hujan yang berwarna biru, kutitipkan salamku untukmu


Awal Oktober 2010

One thought on “Hujan Berwarna Biru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s