Berfikir Positif, Bekerja Positif


A. Latar Belakang Masalah

Manusia merupakan individu yang sangat kompleks dengan berbagai dinamika yang tidak terpisahkan terhadap interaksi fisik, psikis dan lingkungan. Hal ini sudah menjadi kodrat manusia atau individu selama hidupnya yang secara psikologis memiliki berbagai permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut menuntut suatu penyelesaian agar tidak menjadi beban pada diri individu. Chauhan (dalam Cahyono dkk, 2002) mengemukakan bahwa masalah dapat timbul saat muncul hambatan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Hambatan itu sendiri dapat berupa masalah-masalah yang berhubungan dengan fisik, ekonomi, sosial maupun psikologis. Dalam menghadapai berbagai masalah yang timbul manusia harus bisa berpikir positif untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, termasuk di dalam lingkungan kerja.

Berpikir positif merupakan suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada hal-hal yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Setiap pemikir positif akan melihat setiap kesulitan dengan cara yang gamblang dan polos serta tidak mudah terpengaruh sehingga menjadi putus asa oleh berbagai tantangan ataupun hambatan ynag dihadapi. Individu yang berpikir positif selalu didasarkan fakta bahwa setiap masalah pasti ada pemecahan dan suatu pemecahan yang tepat selalu melalui proses intelektual yang sehat (Peale, 996).

Sinclair (dalam Eysenck, 1990) menyatakan bahwa individu-individu yang mempunyai pikiran positif cenderung melihat hal yang positif secara lebih baik. Bagi individu yang menggunakan pola pikir positif, maka akan timbul keyakinan bahwa setiap masalah akan ada jalan pemecahannya. Pola pikir positif adalah cara berpikir yang optimis terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Individu yang biasa berpikir positif tidak mudah menyalahkan diri sendiri ataupun lingkungan apabila terjadi kesalahan. Kecenderungan berpikir individu baik positif maupun negatif akan membawa pengaruh terhadap penyesuaian dan kehidupan psikisnya (Goodhart, 1985).


Membentuk sikap positif terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan akan membuat seseorang melihat keadaan tersebut secara rasional, tidak mudah putus asa ataupun menghindar dari keadaan tersebut, tetapi justru akan mencari jalan keluarnya (Peale, 1996).

B. Fokus pada Masalah

Orang yang bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun bila sikap kita positif, setidaknya kita sudah berada dijalan menunju sebuah keberhasilan. Berhasil atau tidaknya nanti kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan sepanjang jalan yang kita lalui tersebut. Saat saya mendengar tentang kata positif, dalam ingatan saya langsung tertuju kepada orang-orang yang bergerak bidang bisnis MLM atau jaringan, mereka yang aktif di bisnis ini diharuskan untuk selalu berpikir positif, karena dengan selalu berpikir positif, mereka akan bisa menghadapi segala kendala yang merintangi, seberat apapun yang akan dihadapinya. Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuanya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah bila kita selalu berpikir positif untuk segala hal. Tapi bagaimana melatih diri supaya kita dapat menerapkankan pikiran positif tersebut ada dalam kepala kita setiap saat, dan itu mungkin tidak banyak diketahui oleh semua orang.

Menurut Hannie k. Wardhanie dalam tulisanya mengatakan bahwa setiap orang yang mempunyai pikiran positf itu ada 10 hal yaitu:

  1. Melihat masalah sebagai tantangan: Biasanya seseorang ketika mendapat suatu masalah yang sangat pelik, pastinya bahwa dia menganggap itu adalah suatu cobaan hidup yang sangat berat bahkan tak banyak dari mereka berakibat stres dan depresi berat.

  1. Menikmati hidup dengan penuh semangat: Seseorang yang selalu berpikir positif akan menerima keadaan hidupnya dengan rasa syukur dan besar hati walaupun dia mempunyai sebuah impian yang mungkin masih belum tercapai.

  2. Pikiran terbuka untuk menerima kritik,saran dan ide : Dengan adanya dukungan dan masukan dari luar, seseorang akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah dia temui dan itu bisa membuat segalanya akan jadi lebih baik dari sebelumnya.

  3. Membuang jauh-jauh segala hal yang berbau negatif dalam hati dan pikiran : Pada umumnya orang selalu menyimpan pikiran negatif dalam pikiranya dan itu malah membuat suatu masalah baru dalam menjalani hal-hal berikutnya.

  4. Mensyukuri apa yang dimilikinya : Bukan berarti kita selalu berkeluh kesah dengan keterbatasan diri kita melainkan menyelarasakn hidup kita dengan Tuhan maha pencipta.

  5. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu : Orang yang hobi menggosip itu selalu pikiranya penuh dengan aroma negatif, karena kebanyakan sesuatu yang dibicarakan adalah hal negatif dari orang lain dan itu menghambat pola pikir.

  6. Tidak bikin alasan tapi langsung melakukan tindakan : Kita pernah mendengar plesetan tentang NATO alias No actons, Talk only. Tidak berlaku bagi orang yang selalu positif.

  7. Mempergunakan bahasa yang positif,tidak under estimate : Segalanya dilakukan dengan penuh percaya diri dan optimis.

  8. Menggunakan bahasa tubuh yang positif : Diantaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, ekspresif, berbicara dengan intonasi yang bersahabat.

  9. Peduli pada citra diri : Berusaha tampil baik bukan hanya diluar tapi juga didalam.


Pemikiran positif dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang mengembangkan pertumbuhan, pengembangan dan keberhasilan dalam kehidupan. Ketika kita dengan sadar memilih dan mengaplikasikan itu dalam hidup, memperhatikan bagaimana kita mendapat hasil dan keuntungan dari berpikir positif–bukan hanya sekedar kita merasa lebih baik dan punya pandangan yang positif dalam hidup anda, tetapi kita mendapat sesuatu hal baru yang lebih baik.

Disaat kita memiliki pola pikir yang positif, kita mengharapkan yang terbaik dalam hidup ini dan kedewasaan dalam mengatur waktu, ini yang akan kita terima. Bahkan ketika sesuatu hal tidak terpikirkan, kita bisa belajar dalam mengetahui serta setuju dengan situasi dan mencari pengalaman untuk belajar.

Apakah kita memilih untuk percaya atau tidak, pola berpikir kita memiliki pengaruh terhadap kehidupan kita. Sekali lagi, kita harus mengakui hal ini, kita bisa bekerja menjadi pribadi yang lebih bahagia dan sehat yang memilih hasil yang banyak. Terapkan pemikiran positif dalam hidup kita hari ini. Yang perlu diketahui adalah dengan berfikir positif kita akan lebih bisa mengembangan rasa OPTIMISME untuk mendapatkan hal yang lebih baik menuju keberhasilan.

C. Aspek-aspek Berpikir Positif


Albrecht (1980) menyatakan bahwa dalam berpikir positif tercakup aspek- aspek sebagai
berikut:

  1. Harapan yang positif (positive expectation). Yaitu melakukan sesuatu dengan lebih memusatkan perhatian pada kesuksesan, optimisme, pemecahan masalah dan menjauhkan diri dari perasaan takut akan kegagalan.

  2. Affirmasi diri (Self affirmative). Yaitu memusatkan perhatian pada kekuatan diri, melihat diri secara positif. Dalam hal ini individu menggantikan kritik pada diri sendiri dengan memfokuskan pada kekuatan diri sendiri.

  3. Pernyataan yang tidak menilai (non judgement talking). Yaitu suatu pernyataan yang lebih menggambarkan keadaan daripada menilai keadaan. Pernyataan ataupun penilaian ini dimaksudkan sebagai pengganti pada saat seseorang cenderung memberikan pernyataan atau penilaian yang negatif. Aspek ini akan sangat berperan dalam menghadapi keadaan yang cenderung negatif. 

  4. Penyesuaian diri yang realistik (realistic adaptation). Yaitu mengakui kenyataan dan segera berusaha menyesuaikan diri dari penyesalan, frustasi dan menyalahkan diri.


D. Prinsip Berfikir Positif dalam Tinjauan Spiritual

Ada tujuh prinsip agar bisa berfikir positif, yaitu :

1.  Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi.

Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. (Dr. Ibrahim Elfiky). Akal manusia hanya bisa focus pada satu informasi dalam satu waktu. Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadiah terindah dari Allah, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda. Karena itu, jangan biarkan persepsi Anda tentang suatu masalah mempengaruhi Anda. Sebab persepsi adalah program akal terdahulu yang bisa jadi keliru. Ubahlah persepsi Anda niscaya kehidupan Anda juga berubah. Permasalahan dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi belaka.

2.  Masalah tidak akan membiarkan Anda dalam kondisi yang ada: ia akan membawa Anda pada kondisi yang lebih buruk atau yang lebih baik.

Apa yang terjadi pada Anda tidak penting, Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda. (DR. Robert SCHULER). Syekh Muhammad Mutawalli al-Syarawi menuturkan dalam buku Allah wa al-Nafs al-Basyariah, “ Anda tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran Anda yang sudah ada tentangnya. Sebab pikiran ini adalah penyebab lahirnya masalah itu. Untuk menyelesaikannya, Anda harus berpikir dengan cara yang lain.”

Setiap masalah yang datang kepada kita dalam hidup ini membuat kita keluar dari rasa tenang, damai dan nyaman. Masalah juga mempengaruhi pikiran, konsentrasi, kekuatan dan perasaan kita sampai kita dapat melepaskan diri darinya dengan cara-cara tertentu. Kita akan menemukan orang yang berkepribadian negatif akan kehilangan keseimbangan ketika menghadapi masalah hingga ia berpikir secara negative dan emosional. Perhatiannya akan difokuskan pada masalah dan dampaknya yang paling buruk. Dengan begitu perasaannya semakin negative dan mendorongnya berperilaku negative hingga masalah yang dihadapi semakin rumit. Baginya masalah membuat kondisinya menjadi lebih buruk.

Orang yang berkepribadian positif akan memusatkan perhatian pada upaya mencari solusi dengan cara cara yang rasional dan perasaan yang tenang. Maka ia mempelajari masalah yang ada dan memperbaiki sikapnya hingga dapat berperilaku positif. Baginya masalah justru mengantarkannya kepada kondisi yang lebih baik.

Mulai hari ini, jangan pernah lagi menyalahkan kondisi, orang lain, sesuatu atau kehidupan. Hal itu akan membuat Anda merasakan hal-hal negative dan menjauhkan Anda dari impian.Pusatkan perhatian Anda pada apa yang Anda inginkan. Coba dan coba lagi sambil tetap tawakal pada Allah. Suatu saat Anda pasti akan dibuat kaget dengan hasil positif yang Anda capai.

3.  Jangan jadi masalah. Pisahkan dirimu dari masalah

Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia (Voltaire).

“ Apa pun yang Anda pikirkan tentang diri sendiri, Anda tetap lebih kuat dari yang Anda bayangkan.”

Masalah hanya romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih bijaksana, lebih ahli, dan lebih berpengalaman.

Akal manusia lebih cepat daripada cahaya. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.

Sebuah atsar menyebutkan bahwa ketika Allah menciptakan akal, Dia berfirman kepadanya, Datanglah” maka akal datang. Setelah itu Dia berfirman,” Pergilah,” maka akal pergi. Dan Allah berfirman,” Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia darimu”.

Mata Anda memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman Anda memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap Anda memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantung Anda sangat mengagumkan. Meski tidak pernah Anda hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap harinya.

Jika energy Anda dialirkan ke satu Negara maka dapat menghasilkan listrik selama satu minggu. Bayangkan !

4.  Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakanlah masa depan.

Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi, hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan yang penuh harapan. (DR. Ibrahim Elfiky).

Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan masa depan. Keduanya tidak ada saat ini. Masa lalu dan segala peristiwa yang ada didalamnya telah berlalu sebagai pengalaman

Anda dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri,” Pelajaran apa yang bisa aku petik dari masa lalu?”,” Andai waktu membawaku ke masa lalu, apa yang akan aku lakukan?” Tulislah ketrampilan yang Anda pelajari dari peristiwa pada masa lalu, lantas tulis juga sikapmu jika menghadapi kejadian serupa. Dengan demikian Anda membuat akal mampu mengidentifikasikan masa lalu sebagai pelajaran dan kekuatan, bukan kelemahan dan kegagalan.

Tentang masa kini, hadapilah dengan segenap makna positif. Hadapilah dengan cinta pada Allah. Jangan sampai hidup Anda dihantui perasaan negative masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang. Dengan demikian hidup Anda akan berjalan normal dan stabil. Selama Anda menjalani hidup ini dengan tulus pada Allah, Anda dapat menjadikan masa lalu sebagai kebahagiaan dan masa depan sebagai proyeksi yang indah.

5.  Setiap masalah ada solusi spiritualnya.

Barang siapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga. (Al-Thalaq 2-3).

Segala cobaan hidup di dunia ini adalah anugerah Alloh untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian kita tahu dan menyadari bahwa selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah.

6. Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru.

Jika orang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, pertama kali ia harus mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif. Sebab pikiran baru melahirkan kenyataan baru.

Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, mulailah mengubah bagian dalam diri Anda. Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (al-Rad:11).

 

7.  Ketika Allah menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu yang lain yang lebih baik.

Kadangkala Allah menutup pintu yang ada didepan kita, tapi Dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan manusia menyia-nyiakan waktu, konsentrasi, dan tenaga untuk memandang pintu yang tertutup dari pada menyambut pintu impian yang terbuka di hadapannya. (DR. Ibrahim Elfiky)

E. Kesimpulan

Individu yang berpikir positif adalah individu yang mempunyai harapan dan cita-cita yang positif, memahami dan dapat memanfaatkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan menilai positif segala permasalahan. berpikir positif ketika tidak tahu tujuan hidup akan membuat seseorang menjadi semakin mudah sampai kepada tempat yang salah. Seseorang harus sudah yakin dengan kebenaran arah yang dituju. Artinya, dalam melakukan sesuatu harus sudah yakin dengan kebenaran pendangan-pandangan yang diikuti, mempunyai tujuan dan alasan yang benar, tidak cukup hanya dengan berpikir positif. Kalau yang dilakukan salah dan berpikir positif terhadap kesalahan maka akan memperoleh hasil yang negatif dan mempercapat ke arah tujuan yang salah.

Selamat Bekerja… You Can Do It…!!

/DioN

4 thoughts on “Berfikir Positif, Bekerja Positif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s