Dabbah

Perkembangan sains dan teknologi saat ini, khususnya di bidang astronomi telah membuka mata kita bahwa universe (Alam Semesta) sangatlah besar. Bintang-bintang yang kelihatan berkerlap-kerlip di angkasa pada waktu kita lihat lihat di malam hari, adalah sebagian  dari Alam Semesta yang dulunya adalah berupa materi ‘asap’ (Nebula).  Sebagaimana Allah telah berfirman di dalam Al Qur’an:


Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.” (Al Fushshiilat, 41: 11)

Jutaan bahkan milyaran benda diantara bumi dan langit seperti matahari, bulan, bintang-bintang, planet, meteorit, komet dan lain-lain terbentuk dari ‘gumpalan asap’ yang bersatu, maka dapat dikatakan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah yang terbentuk dari ‘asap’ yang homogen ini. Allah telah berfirman:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)

Misteri Alam semesta banyak yang belum terungkap dan masih tersimpan rapi. Saat ini para ilmuwan telah memusatkan perhatian mereka untuk sebuah misteri yang jauh lebih besar, sebuah pertanyaan yang menggelitik sebenarnya dari manakah galaksi itu terbentuk? Melalui sebuah teleskop, diketahui bahwa galaksi tidak tersebar secara acak (random) di seluruh jagat raya tetapi mereka terlihat dalam kelompok-kelompok (Cluster-Cluster), yang dikenal sebagai “gugusan besar” (Super Cluster).

Para ilmuwan memiliki dua teori utama untuk mencoba untuk menjelaskan pembentukan galaksi. Pertama, gas yang tersisa dari Ledakan besar (Big Bang) berkumpul bersama untuk membentuk galaksi, di mana benda-benda langit lahir. Kedua adalah bahwa gas dari Ledakan besar tersebut menciptakan benda-benda langit di seluruh alam semesta, dan mereka bermigrasi melalui gravitasi ke galaksi. Namun belum ada teori yang diterima secara universal untuk menjawab misteri fakta unik ini. Tapi Al Qur’an sudah menjawabnya.

Bintang besar kita yaitu matahari, adalah hanya satu dari milyaran bintang di alam semesta. Kita melihat kenyataan bahwa bintang kita memiliki delapan planet, maka secara matematika itu memberitahu kita bahwa adalah mungkin untuk menjadi delapan kali lebih banyak planet di alam semesta daripada bintang-bintang. Tidak mungkinkah salah satu planet daripadanya berpenghuni mahluk hidup?

Ini adalah sebuah fakta bahwa, sejak tahun 2000, ratusan planet diluar tata surya telah ditemukan mengorbit bintang-bintang jauh. Beberapa ini telah ditemukan dari bumi seperti, seperti planet Gliese 581d, planet yang diyakini memiliki air cair di permukaannya. Mungkinkah disana  mengandung sebuah kehidupan?

Di Dalam Al Qur;an, Surat As-Syura ayat 29 Allah SWT berfirman :

“Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan Dabbah (makhluk-makhluk yang melata) Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.”.

Memang Kitab suci Al_Qur’an tidak menceritakan secara rinci di dalam ayat muhkam (ayat yang secara jelas dan mudah diketahui maknanya) kepada kita, mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia penghuni bumi (Earth) dan di sisi planet mana mereka tinggal dalam pemetaan Alam semesta ini.

Namun hal tersebut bukan berarti bahwa Al-Qur’an melalui ayat-ayat Mutasyabih (ayat-ayat yang meknanya samar dan tidak mudah untuk ditafsirkan) menolak keabsahan keberadaanmereka (makhluk-makhluk cerdas) penghuni langit itu, sebab sebaliknya justru Al-Qur’an menggambarkan ke-Maha kekuasaan Allah SWT di alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru Alam semesta (Universe)

 

Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’ maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS An-Nuur : 45)

Melalui QS Asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari Al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya.

Istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur (24) ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia, dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti Onta, kuda, kambing, kucing, anjing dan lain-lain.

Merujuk pada istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja, serta mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud Kitab Suci itu sendiri.

 

Perhatikan lagi pada Surat Al-Anfal (8) ayat 22, Allah SWT berfirman :

 “Sesungguhnya Dabbah yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuliyang tidak mengerti apa-apapun”

 

Dan simak QS Al-Anfal (8) ayat 55, Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Dabbah yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman”

 

Merujuk ayat-ayat diatas kalau diperhatikan arti “dabbah” itu sendiri lebih dari sekedar binatang melata.

Alam semesta ini begitu luasnya, sangat jauh lebih luas dari perkiraan dan perhitungan manusia.

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir”. (QS Al Jaatsiyah (45) ayat 13)

Dengan ayat ini cukup jelas bahwa manusia adalah makhluk yang berkuasa atas segala sesuatu di langit dan di bumi secara merata. Ini dapat diartikan bahwa, kita adalah satu-satunya makhluk yang berakal di bumi maupun di langit.

Wallahu alam bissawab

@DioN

 

One thought on “Dabbah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s