TARBIYAH OF RAMADHAN-BERFUNGSIKAH RAMADHAN BAGI SAUDARA?

TARBIYAH OF RAMADHAN – TOR (ke-4)

Rabu, 18 Juli 2012
Oleh Muhammad Muhtar Arifin Sholeh
 
A’uudzubillaahi minash-shaithaanir-rajiim
Bismillaahirrahmaanirrahiim
BERFUNGSIKAH RAMADHAN BAGI SAUDARA/I ??!!
Pada masa akhir-akhir bulan Sya’ban (menjelang bulan Ramadhan) Rasulullah saw menyampaikan khutbah yang ditujukan kepada seluruh ummat manusia sebagai berikut (Hadits dari Ali bin Ali Thalib):

Berfungsikah Ramadhan bagi Saudara-saudari ?

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewatiSirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)
=================
Dengan mengetahui fungsi Ramadhan, kita dapat menemukan nilai dan keistimewaan puasa yang sangat berharga untuk pembangu­nan masyarakat dan bangsa. Dalam fungsinya sebagai SYAHRUS-SALAAM(bulan keselamatan), Ramadhan memancarkan nilai-nilai edukatif yang dapat  menciptakan keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian ummat manusia. Keadaan ummat manusia yang demikian itu yang menjadi tujuan pembangunan nasional.
Nilai  edukatif kedisiplinan dan kejujuran  dapat  dijadikan contoh.  Orang yang berpuasa dituntut untuk berlaku disiplin dan jujur. Kendatipun rasa lapar dan haus yang amat sangat menyelimu­ti, dia tidak diperkenankan makan dan minum sebelum waktu Maghrib tiba, walaupun hanya sebulir nasi atau setetes air. Demikian juga sewaktu tanda imsak tiba, dia harus menghentikan makan dan minum. Kedisiplinan harus ditegakkan.
Kita bisa saja menipu orang lain, tetapi tidak dapat menipu diri sendiri dan Pencipta diri ini (Tuhan). Pada jam dua siang pelaku puasa harus tetap jujur agar tidak minum seteguk air di kamar mandi atau berkumur lantas sebagian besar air dikeluarkan dan sebagian kecilnya ditelan. Nilai disiplin dan jujur sangat perlu ditanamkan pada seluruh warga Indonesia sebagai pelaku pembangunan bangsa. Kedisiplinan dan kejujuran adalah dua perang­kat yang dapat menyelamatkan masa depan bangsa.
Ramadhan juga berfungsi sebagai SYAHRUL-JIHAAD (bulan per­juangan), maksudnya bulan perjuangan yang sangat bernilai untuk melawan kebathilan dan hawa nafsu yang menyesatkan. Pada bulan itu manusia dihadapkan pada perjuangan yang sangat besar.  Mereka harus menahan diri dari perbuatan yang telah biasa dilakukan, mengubah suatu kebiasaan. Nabi saw mengatakan bahwa perjuangan  mela­wan nafsu lebih besar dari pada melawan musuh di medan perang.
Menahan  diri  dari makan dan minum sejak pagi  hingga  sore hari dalam bulan Ramadhan adalah upaya membatasi atau  mengurangi makanan dan minuman dari biasanya. Upaya tersebut merupakan  cara untuk  memelihara kesehatan jasmani. Para dokter sepakat bahwa salah satu sumber penyakit adalah perut. Dr. Ahmad Ramali mengatakan, “Bagi hygine pun ada arti dan kepentingan puasa. Istirahat yang diberikan kepada alat-alat pencernaan pada siang hari, sebulan lamanya, tak lain melainkan menambah tenaganya semata, seperti tanah ladang yang dibiarkan beberapa lamanya agar kesuburannya muncul kembali, sebab alat-alat tubuh manusia sudah dijadikan demikian sehingga istirahat baginya berarti menambah tenaganya bekerja dan kekuatan menahan payah. Makin baik kerja perut besar dan perut  panjang,  makin sehat tubuh itu” (Nasruddin Razak, Ibid., hal 206). “berpuasalah kamu akan sehat (shumuu tashikhkhuu)”, sabda Nabi Muhammad saw.
Masalah perut (makanan dan minuman) mempunyai peranan vital dalam kehidupan manusia. Namun, jika kehendak perut diperturutkan secara  berlebihan, hal ini dapat menimbulkan bencana fisik yang berbentuk  penyakit. Dilihat dari segi tasawuf, terlalu banyak makan bisa menimbulkan penyakit jiwa yang berupa “rakus bin serakah”. Jika penyakit ini menimpa seseorang, maka akibat dan bahayanya masih terbatas dalam lingkungan yang kecil. Tetapi kalau penyakit rakus itu berkecamuk dalam kehidupan bangsa, maka ia akan menimbulkan semangat kapitalisme yang kemudian  bersifat ekspansif,  yaitu mengeksploitasi milik orang lain karena  sifat rakus.  Dalam Ihya ‘ulumuddin, Imam Ghazali menyebutkan bahwa sesungguhnya  bencana yang paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut.
Solidaritas sosial dapat timbul dengan melaksanakan puasa. Pelaku puasa mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang berekonomi lemah alias miskin yang lebih sering merasakan haus dan lapar dari pada kelompok the have. Partisipasi terhadap haus dan laparnya si-miskin dan sedekah yang banyak merupakan manifes­tasi kongkrit dari solidaritas sosial. Dampak selanjutnya dari rasa solider ini adalah terciptanya kerukunan dan kecenderungan membantu orang lain. Hal ini jelas akan melahirkan “jembatan” antara the have dan the have not serta mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional yang pada gilirannya dapat menyukseskan pemban­gunan bangsa.
Fungsi  Ramadhan  yang lain  adalah  SYAHRUL-‘IBADAH  (bulan ibadah), bulan yang terdapat nilai ibadah yang tinggi dan  seman­gat beribadah yang tinggi pula ; SYAHRUL-FATH (bulan kemenangan), bulan  sewaktu  ummat Islam memperoleh kemenangan  dalam  perang besar  yaitu melawan hawa nafsu dan perang kecil seperti perang Badar, sedang  proklamasi kemerdekaan Republik  Indonesia 1945 terjadi pada  bulan Ramadhan ;  SYAHRUL-QURAN / SYAHRUL-HUDA  (bulan al-Quran/petunjuk), bulan turunnya pertama kali petunjuk kehidupan yaitu al-Quran  ; dan  SYAHRUL-GHUFRAN (bulan ampunan), bulan diampuninya dosa dan dibebaskan dari neraka.
itu.
Sabda Nabi Muhammad saw., “Berapa  banyak  orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus”.
Marhaban ya Ramadhan !  Selamat berpuasa karena iman !
(Insya Allah, bersambung)
Wallaahu a’lam bish-shawwab,
Fas-aluu ahladz-dzikri inkuntum laa ta’lamuun
Pengasuh Kajian :
Muhammad Muhtar Arifin Sholeh
Dosen di UNISSULA Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s