TARBIYAH OF RAMADHAN – BERSYUKUR KEPADA ALLAH

TARBIYAH OF RAMADHAN – TOR (ke-1)

Ahad, 8 Juli 2012
Oleh Muhammad Muhtar Arifin Sholeh
 
A’uudzubillaahi minash-shaithaanir-rajiim
Bismillaahirrahmaanirrahiim
PENGANTAR:
Saya perlu menyampaikan bahwa untuk menyambut Ramadhan tahun ini, kajian ”Tarbiyah of Ramadhan (TOR)” akan disajikan setiap hari Ahad dan Rabu, Insya Allah. Kajian pertama dimulai pada hari Ahad ini 8 Juli 2012. Kajian berisi tentang hal-hal yang terkait dengan tema2 Ramadhan. Para pembaca dipersilahkan untuk mengomentari atau bertanya. Selamat mengaji untuk menambah ilmu keislaman kita J
Pengasuh
 
BERSYUKUR KEPADA ALLAH

Jamaah Mushola Nurul Huda, Semarang

Konsekuensi yang lain dari tauhid uluuhiyah ialah keyakinan bahwa tidak ada yang memelihara/menjaga kecuali Allah (لا حافظ الا الله). Keyakinan ini menunjukkan bahwa hanya Allah semata yang memelihara/menjaga alam semesta sebagai ayat kauniah dan al-Quran sebagai ayat kitabiah. Allah memelihara /menjaga ayat kauniah yaitu alam semesta melalui hukum-hukum yang diciptakannya (sunnatullah) yaitu hukum alam seperti hukum kausalitas alam, persitiwa gravitasi, rotasi, dan revolusi, pancaran sinar matahari, hubungan simbiosis-mutualis antara manusia dengan tumbuhan, rantai makanan, regenerasi dalam satu spesies, dan sebagainya. Allah memelihara /menjaga ayat kitabiah yaitu al-Quran dengan cara memudahkan manusia dalam mempelajari al-Quran (wa laqad yassarnal-Quraana fahal min mudzdzakkir – dan sungguh Kami mudahkan al-Quran ini, maka apakah kamu termasuk orang-orang ingat?). Dengan kemudahan ini, banyak muslim yang hafal di luar kepala seluruh ayat al-Quran. Allah berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (al-Quran) dan Kamilah yang memeliharanya” (QS al-Hijr 15:9).

Konsekuensi yang lain ialah keyakinan bahwa tidak ada yang  mengelola atau mengatur kecuali  Allah (لا مدبر الا الله). Penjagaan atau pemeliharaan Allah terhadap alam semesta dilakukan dengan mengelola atau mengatur alam itu. Allah mengelola atau mengatur semua urusan mahluk-Nya di alam ini, baik apa yang turun dari langit ke bumi maupun apa yang naik dari bumi ke langit, seperti peristiwa hujan, perubahan siang-malam, peredaran bumi-matahari-bulan, pertumbuhan tubuh manusia, hewan, dan tanaman, pergantian musim di atas bumi, proses kejadian manusia di rahim wanita, dan sebagainya.
Keyakinan yang dalam bahwa hanya Allah sajalah sebagai Pemberi Rizqi, Pembuat hukum, Pencipta, Pemimpin, Pemelihara/Penjaga, dan Pengelola mengharuskan manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Secara umum bersyukur berarti berterima kasih kepada Allahar-Razaaq, Sang Pemberi rejeki.
            Allah berfirman, yang artinya, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (QS an-Nahl 16:78). “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim 14:7).
Beberapa tahapan cara bersyukur kepada Allah adalah sebagai berikut:
  1. Meyakini bahwa apa saja yang dipakai dan dinikmati adalah karunia Allah, bersumber dari Allah.
  2. Menghargai apa saja yang datang dari Allah, tidak melecehkannya atau menyia-nyiakannya.
  3. Menggunakan semua karunia Allah sesuai dengan petunjuk-Nya, tidak memenuhi nafsu manusia
  4. Bersyukur dengan lisan (asy-Syukru bil-lisaan) dilakukan dengan mengucapkan hamdalah (adz-dzikru bil-lisaan), berbicara yang baik, sesuai dengan petunjuk Allah
  5. Bersyukur dengan amal dilakukan dengan perbuatan yang baik (amal sholeh). Seluruh perbuatan yang baik merupakan perwujudan syukur kepada Allah.
Rasulullah saw bersabda, yang artinya, “Ada tiga hal yang jika dimiliki oleh seseorang, dia akan mendapatkan pemeliharaan Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya, dan Allah senantiasa memasukkannya ke dalam lingkungan hamba-hamba yang mendapat cinta-Nya, yaitu: 1. Seseorang yang selalu bersyukur ketika Allah memberinya nikmat, 2. Seseorang yang mampu meluapkan amarahnya kepada seseorang tetapi dia memberi maaf atas kesalahan orang itu, dan 3. Seseorang yang jika marah dia menghentikan rasa amarahnya itu” (HR Hakim).
(Insya Allah, bersambung)
Wallaahu a’lam bish-shawwab,
Fas-aluu ahladz-dzikri inkuntum laa ta’lamuun
 

One thought on “TARBIYAH OF RAMADHAN – BERSYUKUR KEPADA ALLAH

  1. yaa_Alloh ampuni Hamba-Mu ini yang terlalu banyak menuntut Kemurahan2-Mu, sedangkan Hamba sangat sedikit sekali Mensyukuri nikmat2 yang telah Paduka anugerahkan kepada Hamba, Ampuni Hamba yaa_Alloh,yaa_Ghofur Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s