SHALAT ISYRAQ

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jln. Gajah Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jln. Gajah Semarang

Shalat Isyraq atau Syuruq  atau Thulu’. Shalat dilaksanakan pada awal permulaan shalat Dhuha, di mana waktunya adalah dimulai saat dari terbitnya matahari yang mulai memancarkan cahayanya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat Isyraq adalah bagian daripada shalat Sunah Dhuha karena dilakukan di awal waktu Dhuha dan waktunya hanya sebentar, tidak seperti waktu sholat Dhuha. Jadi, karena dikerjakan pada awal waktu Dhuha maka disebut shalat Isyraq / Syuruq. Dan Hukumnya melaksanakan shalat ini adalah sunah.

Fadilah (keutamaan) shalat ini adalah : Orang yang melaksanakannya akan diberi pahala oleh Allah seperti pahala haji dan umrah dengan sempurna.

Dalil yang menunjukkan keutamaan ini adalah sebagai berikut :

Hadits Pertama:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa Mengerjakan shalat Shubuh berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya, pent).” (HR. At-Tirmidzi II/481 no.586)

Derajat Hadits: Hadits ini derajatnya HASAN, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah IX/189 no.3403, dan Misykatu Al-Mashobih I/212 no.971, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/111 no.464.

Hadits Kedua:

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh di masjid secara berjamaah, lalu dia tetap berada di dalam masjid sampai melaksanakan shalat sunnah (di waktu, pent) Dhuha, maka (pahala) amalannya itu seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji atau umroh secara sempurna.” (HR. Thobroni VIII/154 no.7663).

Derajat Hadits: Hadits ini derajatnya HASAN LIGHOIRI, sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib I/112 no.469.

 

Beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh imam Thobroni namun sebagian perowinya masih diperselisihkan (kredibilitasnya, pent) oleh para ulama hadits, akan tetapi hadits ini memiliki jalan periwayatan lain yang banyak).

Penetapan penamaan shalat ini pada waktu shalat Dhuha sebagai shalat Isyraq diperoleh dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu.

Dari Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Ibnu Abbas tidak shalat Dhuha. Dia bercerita, lalu aku membawanya menemui Ummu Hani’ dan kukatakan : “Beritahukan kepadanya apa yang telah engkau beritahukan kepdaku”. Lalu Ummu Hani berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk ke rumahku untuk menemuiku pada hari pembebasan kota Mekkah, lalu beliau minta dibawakan air, lalu beliau menuangkan ke dalam mangkuk besar, lalu minta dibawakan selembar kain, kemudian beliau memasangnya sebagai tabir antara diriku dan beliau. Selanjutnya, beliau mandi dan setelah itu beliau menyiramkan ke sudut rumah. Baru kemudian beliau mengerjakan shalat delapan rakaat, yang saat itu adalah waktu Dhuha, berdiri, ruku, sujud, dan duduknya adalah sama, yang saling berdekatan sebagian dengan sebagian yang lainnya”. Kemudian Ibnu Abbas keluar seraya berkata : “Aku pernah membaca di antara dua papan, aku tidak pernah mengenal shalat Dhuha kecuali sekarang.

Dengan demikian, maka hadits-hadits tersebut dapat diyakini kebenarannya dari Nabi SAW dan dapat dijadikan hujjah (landasan hokum) dalam melakukan amal ibadah.

Waktu sholat Isyraq adalah pada awal waktu sholat Dhuha atau Shalat Hari Raya Idhul Adha, yaitu setelah matahari terbit dan menaik setinggi 1 tombak. Atau jika diperkirakan dengan hitungan menit maka sekitar 15 s/d 20 menit setelah matahari terbit. (Lihat Fatawa Syaikh Bin Baz XXV/171, dan Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Liqo’ al-Bab al-Maftuh XXIV/141 no. Fatwa. 22389).

Dengan demikian waktu pelaksanaan sholat sunnah Isyraq tidak bertentangan dengan salah satu waktu terlarang mengerjakan shalat, yaitu ketika tepat matahari terbit.

Wallahu a’lam bish-showab.

One thought on “SHALAT ISYRAQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s