Puisi Gus Mus – Tadarus

Gus Mus – Tadarus

 

Bismillahirrahmanirrahim

Brenti mengalir darahku menyimak firmanMu

 

Idzaa zulzilatil-ardlu zilzaalahaa

Wa akhrajatil-ardlu atsqaalahaa

Waqaalal-insaanu maa lahaa

(ketika bumi diguncang dengan dasyatnya

Dan bumi memuntahkan isi perutnya

Dan manusia bertanya-tanya: Bumi itu kenapa?

 

Yaumaidzin tuhadditsu akhbaarahaa

Bianna Rabbaka auhaa lahaa

Yaumaidzin yashdurun-naasu asytaatan

Liyurau a’maalahum

(Ketika itu bumi mengisahkan kisah-kisahnya

Karena Tuhanmu mengilhaminya

Ketika itu manusia tumpah terpisah-pisah

‘Tuk diperlihatkan perbuatan-perbuatan mereka)

 

Gus MusFaman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah

Waman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarah

(Maka siapa yang berbuat sezarrah kebaikan pun akan melihatnya

Dan siapa yang berbuat sezarrah kejahatan pun akan melihatnya)

 

Ya Tuhan, akukah insane yang bertanya-tanya

Ataukah aku mukmin yang sudah tahu jawabnya?

Kulihat tetes diriku dalam muntahan isi bumi

 

Aduhai, akan kemanakah kiranya bergulir?

Diantara tumpukan maksiat yang kutimbun saat demi saat

Akankah kulihat sezarrah saja

Kebaikan yang pernah kubuat?

 

Nafasku memburu diburu firmanMu

 

Dengan asma Allah Yang Pengasih Penyayang

Wa’aadiyaati dlabhan

Falmuuriyaati qadhan

Fa-atsarna bihi naq’an

Fawasathna bihi jam’an

(Demi yang sama terpacu berdengkusan

Yang sama mencetuskan api berdenyaran

Yang pagi-pagi melancarkan serbuan

Menerbangkan debu berhamburan

Dan menembusnya ke tengah-tengah pasukan lawan)

 

Innal-insana liRabbihi lakanuud

Wainnahu ‘alaa dzaalika lasyahied

Wainnahu lihubbil-khairi lasyadied

(Sungguh manusia itu kepada Tuhannya Sangat tidak tahu berterima kasih

Sunggunh manusia itu sendiri tentang itu menjadi saksi

Dan sungguh manusia itu sayangnya kepada harta

Luar biasa)

 

Afalaa ya’lamu idza bu’tsira maa fil-qubur

Wahushshila maa fis-shuduur

Inna Rabbahum bihim yaumaidzin lakhabier

(Tidakkah manusia itu tahu saat isi kubur dihamburkan

Saat ini dada ditumpahkan?

Sungguh Tuhan mereka

Terhadap mereka saat itu tahu belaka!)

 

Ya Tuhan,

kemana gerangan butir debu ini ‘kan menghambur?

Adakah secercah syukur menempel

Ketika isi dada dimuntahkan

Ketika semua kesayangan dan andalan entah kemana?

 

Meremang bulu romaku diguncang firmanMu

 

Bismillahirrahmaanirrahim

Al-Quaari’atu

Mal-qaari’ah

Wamaa adraaka mal-qaari’ah

(Penggetar hati

Apakah penggetar hati itu?

Tahu kau apa itu penggetar hati?)

 

Resah sukmaku dirasuk firmanMu

 

Yauma yakuunun-naasu kal-faraasyil-mabtsuts

Watakuunul-jibaalu kal’ihnil-manfusy

(Itulah hari manusia bagaikan belalang bertebaran

dan gunung-gunung bagaikan bulu dihambur-terbangkan)

 

Menggigil ruas-ruas tulangku dalam firmanMu

 

Waammaa man tsaqulat mawaazienuhu

Fahuwa fii ‘iesyatir-raadliyah

Waammaa man khaffat mawaazienuhu faummuhu haawiyah

Wamaa adraaka maa hiyah Naarun haamiyah

(Nah barangsiapa berbobot timbangan amalnya

Ia akan berada dalam kehidupan memuaskan

Dan barangsiapa enteng timbangan amalnya

Tempat tinggalnya di Hawiyah

Tahu kau apa itu?

Api yang sangat panas membakar!)

 

Ya Tuhan

kemanakah gerangan belalang malang ini ‘kan terkapar?

Gunung amal yang dibanggakan

Jadikah selembar bulu saja memberati timbangan

Atau gunung-gunung dosa akan melumatnya

Bagi persembahan lidah Hawiyah?

 

Ataukah,

o, kalau saja maharahmatMu

Akan menerbangkannya ke lautan ampunan

 

Shadaqallahul’ Adhiem

 

Telah selesai ayat-ayat dibaca

Telah sirna gema-gema sari tilawahnya

Marilah kita ikuti acara selanjutnya

Masih banyak urusan dunia yang belum selesai

Masih banyak kepentingan yang belum tercapai

Masih banyak keinginan yang belum tergapai

Marilah kembali berlupa

Insya Allah Kiamat masih lama.

Amien.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s