SIMBOL MERAH PUTIH

Oleh : Muhammad Muhtar Arifin Sholeh

merah putih3

Merah Putih

Manusia disebut dengan homo symbolicum. Istilah ini pertama kali dipakai oleh filosof German Ernst Cassirer (28 Juli 1874 – 13 April 1945).

Para filosof menyebut manusia sebagai representational animal, yaitu homo symbolicum, sebagaimana ditulis oleh McLaughlin (1990), “man, for many philosophers both ancient and modern, is the “representational animal,” homo symbolicum, the creature whose distinctive character is the creation and manipulation of signs – things that stand for or take the place of something else.” (McLaughlin, T. & Lentricchia, F., “Critical Terms for Literary Study”, 1990)

Homo symbolicum, atau kadang disebut animal symbolicum, adalah mahluk (semacam) binatang yang cenderung mengunakan simbol-simbol (lambang, tanda) dalam kehidupannya.

Simbol merupakan sesuatu (benda) yang menggambarkan sesuatu yang lain yang menjadi artinya, Simbol adalah benda atau obyek material yang nilai (arti) yang ada padanya ditentukan oleh orang yang menggunakannya sebagai simbol. Lambang dikatakan sebagai benda karena ia harus mempunyai bentuk phisik yang dapat diamati oleh panca indra manusia. Lambang mungkin berupa suara, warna, gerakan-gerakan, atau bau yang melekat pada benda itu, atau bisa juga berupa gerakan tubuh, suara, tulisan, atau gambar yang dibuat manusia.

Menurut Leslie White, nilai (arti) yang melekat pada simbol sama sekali tidak terikat secara intrinsik kepada bendanya sendiri (White, 1955:303). Fungsi utama simbol adalah untuk mempermudah komunikasi yang menjadi kebutuhan naluri manusia.

Suatu simbol itu berfungsi jika makna yang ada di dalamnya diamalkan atau direalisasikan. Contoh-contoh simbol adalah bahasa manusia (lisan, tulisan, isarat), kedipan mata manusia, siulan bibir manusia, jabat tangan atau tepuk tangan manusia, warna merah-putih bendera, warna merah-kuning-hijau di lampu lalu lintas, suara peluit wasit atau polisi, suara sirine mobil ambulan atau polisi, bau kemenyan di malam Jum’at, gambar di rambu-rambu lalu lintas, dsb
Kita lihat, misalnya, simbol warna merah-putih di bendera Indonesia. Merah berarti berani, sedangkan putih berarti bersih/suci. Agar bendera merah-putih itu berfungsi, pemerintah, wakil rakyat & semua rakyat harus mengamalkan makna merah-putih itu.

Bangsa ini harus “berani” (“Merah”, bukan marah) melawan bangsa asing (kapitalis/perusahaan asing) yg mengganggu kepentingan kesejahteraan anak2 bangsa ini. Pemerintah & wakil rakyat harus berani melawan kepentingan asing yg menghambat kemajuan Indonesia, yg menghalangi-halangi Indonesia dlm memajukan teknologi tinggi (seperti pembuatan pesawat, mobil dsb, sedangkan kita sudah punya banyak ahli/orang-orang pinter). Bangsa ini harus berani melawan kapitalis asing yg sengaja memiskinkan (secara sistematis, misalnya dengan pemaksaan hutang, eksploitasi kekayaan alam, dsb.) anak2 bangsa ini.

Selain itu, pemerintah dan wakil rakyat harus sungguh-sungguh berani mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya mensejahterakan diri sendiri, keluarga, dan kelompok (partai)-nya saja.

Warna putih dlm bendera itu tidak ada artinya, tidak berfungsi, jika tidak diwujudkan dalam kehidupan nyata. Kebersihan/kesucian lahir-batin harus diwujudkan di negeri ini.

Namun, kenyataan menunjukkan sangat sebaliknya. Setiap hari (tanpa absen) surat kabar, televisi, internet, & radio di tanah air ini selalu menyuguhi “berita2 hitam”  yang menyedihkan seperti korupsi pejabat atau wakil rakyat, bentrokan masyarakat, tawuran pelajar/mahasiswa, penyalahgunaan narkoba dan berbagai tindakan kriminal (pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, suap-menyuap, dsb).

Hal-hal tersebut amat sangat bertentangan dengan makna warna putih di bendera nasional tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s