Benarkah Hajar Aswad Superkonduktor?

bismillah2
Saya beberapa kali menerima pesan baik berupa email, FB dan BBM bahkan di Whatsapp tentang sebuah informasi yang menyebutkan bahwa Hajar Aswad (batu hitam/Black Stone yang ada di dekat Ka’bah) merupakan superkonduktor dan menjadi penentu rotasi bumi.

Kutipan informasi tentang Hajar Aswad yang banyak di-copy paste para blogger (tanpa riset dahulu terhadap sumber) dan juga banyak beredar di email dan BBM (BlackBerry Messenger) adalah sebagai berikut :

Encyclopedia Americana menulis : “…Sekiranya orang2 Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yg berpusat di Hajar Aswad, tdk lg memencarkan gelombang elektromagnetik.

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yg mempunyai kadar logam yg sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yg ada.

Beberapa astronot yg mengangkasa melihat suatu sinar yg teramat terang mememancar dari bumi, dan setetlah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka’bah. Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yg berfungsi bagai mikrofon yg sdg siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph – Fl Whiple menulis : “…Sungguh kita berhutang besar kpd orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu…”.

hajar-aswad

Hajar Aswad (Batu Hitam/Black Stone)

  1. Benarkah informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan shahih ? atau hanya sekedar HOAX ?
  2. Pada halaman berapa dari Buku Encyclopedia Americana kutipan tersebut tercantum?
  3. Jika benar itu superkonduktor, dan apa hubungannya dengan rotasi bumi dan berfungsi bagai mikrofon yg sdg siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya?
  4. Bukti apa yang bisa ditunjukan bahwa tawaf dan sholat berhubungan dengan rotasi bumi? Bagaimana dengan planet lain diluar bumi ?
  5. Dari 15 Universitas yang melakukan penelitian tersebut, Universitas mana saja? Siapa penelitinya? Dimana Jurnal ilmiah tersebut bisa dibaca ?
  6. Karena artikel ini menyinggung masalah sains, haruslah mencantumkan nama peneliti yg bisa dihubungi, dan diumumkan hasil penelitian didepan para ilmuwan dan dibuatkan jurnal ilmiah. Dimana Jurnal ilmiah tersebut bisa dibaca ?

Dan nyatanya tidak ada satu pun postingan blog yang menjelaskan pertanyaan-pertanyaan di atas. Rata-rata hanya copy-paste secara berantai tanpa melakukan klarifikasi atas penelitian dan pernyataan tersebut. Bagi umat muslim kutipan artikel ini sangat menggembirakan seraya bagi pembaca nya pastilah akan mengucap kalimat “Subhanallah, Allahuakbar, Masyaallah” tidak ada salah nya memang ketika kita menemukan sesuatu yang “amazing” dan membuat diri kita merasa heran akan kebesaranNya.

Namun sebagai Muslim, kita musti kritis terhadap berita atau kutipan seperti diatas. Jangan sampai terjebak dalam kekaguman semata. Kita hendaknya check & recheck terhadap berita sebelum turut menyebarluaskan.

neil amstrong

Neil Amstrong

Jangan sampai kita terjebak seperti kejadian belasan tahun yang lalu, dimana sebuah kabar mengenai seorang astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong menjadi mualaf usai mendengar suara adzan di bulan, ternyata dibantah oleh pria bersahaja itu. Armstrong menyatakan tidak pernah mendengar suara adzan ketika berada di bulan, apalagi mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat masuk Islam. Bersama dua rekannya Buzz Aldrin dan Michael Collins, Armstrong disebut-sebut sukses mendarat dan berhasil menjejakan kaki di bulan. Lewat misi Apollo 11, trio astronot NASA itu mencatatkan namanya di buku-buku sejarah sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan tersebut. Tapi, dibalik kesuksesan tersebut, ada cerita yang masih menyisakan misteri, yakni kisah Armstrong menjadi muslim setelah mendengar suara adzan saat berada di orbit bumi.
Entah dari mana kabar bila sekembali dari bulan Armstrong langsung menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Apalagi sepanjang hidupnya, Armstrong terkenal sebagai seorang yang tertutup kepada media. Tapi dugaan ia menjadi muslim berawal ketika Armstrong mengunjungi Mesir pada 1970.
Sayangnya, ayah tiga anak itu tidak mengklarifikasi kabar tersebut. Armstrong tidak membenarkan atau menyanggah kabar tersebut. Sejumlah media, seperti answering-islam.org, Jurnal Arabia, dan wiki-islam menulis berita kontroversi Armstrong masuk Islam adalah hoax alias cerita bohong. (http://www.republika.co.id  tgl 29-08-2012).

ka'bah banjir2

Ka’bah kebanjiran, 1941

Barangkali banyak orang belum tahu. Kabah yang menjadi kiblat umat Islam ternyata pernah dilanda banjir pada 1941 setelah hujan deras mengguyur Kota Makkah, Arab Saudi. Situs wikiislam.net melaporkan air setinggi 152 sentimeter menggenangi kompleks Masjid Al-Haram, termasuk Kabah. Musibah itu lantaran sistem pembuangan air belum bagus, apalagi Makkah berada di tengah lembah dikelilingi bukit-bukit batu.
Tidak diketahui berapa jumlah jamaah haji waktu itu. Mungkin tidak banyak sebab pada 1920-an peziarah terus menurun. Pada 1922, jumlahnya 56 ribu orang.
Banjir juga merendam Kabah di masa Khalifah Umar bin Khattab. Bencana itu merusakkan dinding batu yang direkatkan dengan lumpur dan tanah. Sekarang bangunan setinggi 13,1 meter itu diperkuat semen.
Hal yang membuat kita ragu adalah, pada saat itu sedikit ada orang tawaf, atau mungkin tidak ada orang thawaf pada jam-jam tertentu lalu apakah rotasi bumi berhenti? ternyata tidak dan Ka’bah beserta Hajar Aswad yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS; apakah sebelum Nabi Ibrahim AS bumi tidak ber-rotasi ? nyatanya bumi tetap ber-rotasi sesuai Ketentuan Allah dan Kehendak Allah.

Apakah Hajar Aswad Meteorit (batu meteor) ?

Saya dapat info dari Pak Rovicky di blog-nya http://rovicky.wordpress.com/2011/11/18/hajar-aswad-batu-apakah-kalau-bukan-batu-meteor/

Saya kutipkan, semoga bisa jadi referensi

Beberapa sifat dasar Hajar Aswad, seperti diketahui pada tahun 950 saat Gubernur Makkah Abdullah ibn Akim menguji batu-batu yang diduga Hajar Aswad yang dicuri sekte Ismailiyah Qaramithah 22 tahun sebelumnya, adalah terapung di air dan tidak pecah/terpanaskan meskipun dibakar di nyala api. Terapung di air menandakan densitas (massa jenis) Hajar Aswad lebih kecil dibanding densitas air, sehingga densitas Hajar Aswad kurang dari 1 gram/cc. Sementara tidak terpanaskan tatkala dibakar menunjukkan konduktivitas termal Hajar Aswad rendah dan tidak pecah akibat panas menunjukkan kekuatannya (daya ikat antar penyusunnya) cukup tinggi.
Sifat lainnya, sebagaimana dipaparkan geolog Farouk el-Baz tatkala menunaikan ibadah haji, adalah tingkat kekerasannya yang tinggi (minimal skala Mohs 7 atau setara batu permata). Sifat lainnya lagi adalah warnanya yang putih susu, sebagaimana dipaparkan sejarawan Muhammad ibn Nafi al Khaza’i yang menyaksikan langsung kondisi Hajar Aswad menjelang restorasi Sultan Murad al-Utsmani di tahun 1631.
Sementara meteorit yang ditemukan di Bumi, selalu memiliki densitas lebih dari 1 gram/cc. Meteorit batuan memiliki densitas antara 2 – 4 gram/cc, sementara meteorit besi jauh lebih besar yakni 7,8 gram/cc. Termasuk ke dalam meteorit batu misalnya meteorit palasit, yang unik karena tersusun dari kumpulan kristal berwarna putih susu dan jarang dijumpai. Densitas meteorit yang terkecil yang pernah ditemukan adalah 1,8 gram/cc yakni dari meteorit Tagish Lake yang jatuh di Kanada pada 18 Januari 2000. Tidak ada meteorit yang memiliki densitas lebih kecil dari 1 gram/cc. Selain itu, ketahanan dan kekerasan meteorit berbanding lurus dengan densitasnya. Sehingga jika Hajar Aswad adalah meteorit, dengan kekerasan Mohs 7 maka setidaknya ia harus memiliki densitas di atas 5 gram/cc, satu hal yang tak nyata karena di sisi lain akan menyebabkannya tenggelam ketika ditaruh di air.
Hajar Aswad semula dikira mineral olivine monolitik dalam meteorit palasit. Namun ciri-ciri keduanya sangat berbeda.

meteorit2

Jatuhnya Meteor dari angkasa

Hajar Aswad sebagai superkonduktor yang mempengaruhi rotasi bumi tidak jelas sumbernya dan patut dipertanyakan.
Anggapan bahwa Hajar Aswad sebagai meteorit terbantahkan oleh seorang pakar geologi Indonesia. Dalam blog-nya Pak Rovicky tampaknya senada seperti yang ditulis oleh Pak Ma’rufin Sudibyo bahwa Hajar Aswad bukanlah batu meteor. Kutipan tulisan Pak Ma’rufin Sudibyo bisa dilihat di http://kafeastronomi.com/hajar-aswad-batu-meteor-hoax.html
Kesimpulannya Hajar Aswad sebagai batu meteorit adalah Hoax!

meteorit

Contoh Batuan Meteorit

Benarkah Hajar Aswad, yg berfungsi bagai mikrofon yg sdg siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya ?

radio HF

Stasiun Radio Malabar, 1923

satelit

Stasiun Bumi

Sebuah perangkat komunikasi yang berfungsi sebagai Pemancar (Transmiter) haruslah membutuhkan catuan (sumber energi). Apakah catuan itu berupa Arus Bolak-Balik (AC) maupun Arus Searah (DC). Dan untuk bisa memancarkan hingga ribuan mil dengan media perantara udara/angkasa dibutuhkan catuan yang cukup besar.
Perangkat yang pernah digunakan manusia untuk mengirimkan gelombang dengan jarak ribuan mil adalah perangkat HF yang bekerja pada HF (High Frequency : 3 – 30 MHz, 10 – 100 m) dengan memanfaatkan lapisan atmosfir sebagai pantulan-pantulannya (Sky Wave). Di dunia broadcast dikenal dengan siaran SW (Short Wave), seperti BBC, VOA, Radio Australia (era1980-an). Tapi sekarang relative jarang broadcasting yang memanfaatkan frekwensi ini. Di jaman penjajahan Belanda, Dayeuh Kolot Bandung pernah mempunyai perangkat ini pindahan dari Radio Malabar untuk komunikasi ke Madagaskar dan Negeri Belanda. Dengan catuan 2,400 KiloWatt (KW). Spektakuler besarnya.

Yang kedua adalah Komunikasi satelit. Jaraknya bisa mencapai 36,000 Km dari Stasiun Bumi ke Satelit. Dengan catuan 100 Watt, bekerja di Frekwensi 4 Ghz untuk downlink dan 6 GHz untuk Uplink.

Yang menjadi pertanyaan adalah :

  1. Berapa Watt yang dibutuhkan oleh Hajar Aswad untuk memancarkan siarannya?
  2. Jenis catuan apa yang digunakan untuk memancarkan siarannya?
  3. Pada frekwensi berapa Hajar Aswad bekerja ?

Sampai saat ini belum ada penelitian untuk itu dan Batu Hitam Hajar Aswad bukan perangkat telekomunikasi.

Dalam tataran keimanan, kita meyakini bahwa Hajar Aswad saat turun dari surga adalah batu yaqut dari sekian banyak batu yaqut yang berada di sana. Kemudian dihadirkan pada Nabi Ibrahim AS agar dia meletakkannya di salah satu rukun (sendi atau sudut) Ka’bah. Lalu, Rasulullah SAW mengambilnya dengan tangannya yang mulia dan meletakkanya di tempatnya semula saat dilakukan rehabilitasi Ka’bah oleh orang-orang Quraisy. Kemuliaan keutamaannya semakin bertambah karena Rasulullah SAW menciumnya sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi sebelumnya.

Musafi bin Syaibah berkata, “Aku mendengar Abdulah bin Amru bin Ash radhiallahu ‘anhu berkata: ‘Aku bersaksi dengan nama Allah! (sambil meletakkan anak jarinya di telinga) aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‘Sesungguhnya Hajar Aswad dan Maqam adalah dua buah batu di antara batu-batu Yaqut (batu mulia) di surga, yang dihilangkan oleh Allah cahayanya, andaikan Allah tidak menghilangkan cahayanya, niscaya sinarnya menerangi antara timur dan barat’.”

Dalam Shahih Bukhari juga disebutkan bahwa Umar bin Khathab mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya. “Sesungguhnya, aku tahu bahwa engkau hanyalah batu biasa yang tidak memberikan manfaat dan mudharat. Andaikata aku tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan pernah menciummu,” .

hajar aswad

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “Hajar Aswad diturunkan dari surga, dahulu ia berwarna lebih putih dari susu namun berubah menjadi hitam lantaran dosa anak-cucu Adam” (sunan At-Tirmidzi dalam kitab Al-Hajj bab III/226, ia berkata ini hadits hasan shohih, dishohihkan Ibnu Khuzaimah (IV/220)).

Semoga kita bisa menerapkan sikap kehatian-hatian (wara’i) untuk memeriksa dan membuktikan berita-berita yang kita anggap ”amazing”. Tetapi sebenarnya adalah HOAX.

Wallahu ’alam bissawab

Penyusun : DioN Erbe

Referensi :

  1. http://rovicky.wordpress.com/2011/11/18/hajar-aswad-batu-apakah-kalau-bukan-batu-meteor/
  2. http://kafeastronomi.com/hajar-aswad-batu-meteor-hoax.html
  3. Sudibyo. 2012. Ensiklopedia Fenomena Alam dalam al-Qur’an, Menguak Rahasia Ayat-Ayat Kauniyah. Surakarta: Tinta Medina, dalam Bab 5: Gunung Berapi
  4. (Sudibyo. 2012. Sang Nabi pun Berputar, Arah Kiblat dan Tata Cara Pengukurannya. Surakarta: Tinta Medina, dalam Bab 1: Ka’bah) 

hoax

19 thoughts on “Benarkah Hajar Aswad Superkonduktor?

  1. Ping balik: Benarkah Hajar Aswad Superkonduktor? | kartiwa89's Blog

  2. afwan ,sebenarnya kita juga yang salah, perkara seperti ini hendaknya diselesaikan dengan ulama dan ilmuwan yang piawai mengatasi masalah ini, bukan hanya mengandalkan google, apakah kita semua tahu bahwa google itu terpercaya, mengingat google dibuat oleh orang Amerika dan Rusia… jadi sebaiknya kita bertanya dengan para ulama dan ilmuwan yang memang benar-benar ahli dalam bidang ini… (afwan kalo kata-kata saya kurang berkenan dihati para pembaca, sekali lagi saya mohon maaf…)

  3. Wow, barusaja baca artikel. Eh, langsung nemu artikel ini. Memang kita harus berfikir kritis dan jangan hanya langsung percaya bahkan menyebar luaskan informasi yang tidak jelas…

  4. Setuju banget….. semua penjelasan yg dipaparkan sangat berguna, terutama untuk meluruskan kebenaran tentang Hazar Aswad.

  5. Namun kita tidak boleh meremehkan berita yg menakjubkan kita khusunya ummat islam, apalagi kalo berita itu mengandung berita positif dan menguntungkan kita ummat Islam…wassalam

  6. lalu menurut anda apa kesimpulan tentang hajar aswad…. apakah benar yg diteliti dan di tulis oleh Prof Lawrence E Yoseph – Fl Whiple mengenai hajar aswad itu…..balas wassalam

  7. manusia itu mampu meniadakan tuhan dg ilmu dan fikirannya buktinya paham atheis ttp ada,.. apalagi sekedar menafikan kebesaran agama dan berhubungan dg agama,.. padahal ilmu pengetahuan itu masih saling bantah antara satu teori dg teori lain,.. bahasan ttg atom pun sampai sekarang belum tuntas padahal itu unsur pembentuk alam semesta, contoh ttg partikel tuhan atau higg boson itu,manusia itu mampu menciptakan tuhan, contoh yesus yg diangkat jadi tuhan di konsili nicea sekitar 300 thn setelah kematiannya, jadi menciptakan tuhan sekaligus meniadakannya semua manusia bisa melakukannya apalagi sekedar membantah hajar aswad, klo tuhan bisa dibantah dg ilmu pengetahuan,apalagi sekedar membantah batu?kenapa? karena ilmu pengetahuan itu punya keterbatasan sama terbatasnya akal fikiran manusia yg terbatas oleh ruang dan waktu, sedang tuhan tdk terbatas ruang dan waktu,.. hajar aswad dlm sejarahnya bisa menembus ruang dan waktu makanya akal manusia tdk akan dpt menjangkaunya,jadi sangat bisa dibantah oleh ilmu pengetahuan manusia.klo tuhan dan hajar aswad itu bisa dibantah,apakah berarti tuhan hajar aswad itu salah? jawabannya tentu saja tdk ttg teori boson saja manusia mungkin masih membutuhkan ratusan tahun utk penyempurnaannya,dan mungkin dimasa itulah misteri hajar aswad bisa diterangkan secara ilmiah

  8. Kebesaran dan Maha segalanya (TUHAN) jelas tidak akan pernah dapat diukur oleh manusia dengan berbagai kepandaian/kecerdikan/kecermatan-nya. Tetapi atas segala yg ada dibumi dan dilangit, manusia diberi mandat oleh Sang Pencipta untuk menguasai dan menggunakan untuk menjaga-memelihara ciptaan-Nya. Dan, . . . . . .batu hajar aswad adalah hanyalah benda mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s