Doa Perlindungan dari Azab Kubur

Kehidupan manusia pasti akan berujung karena hidup di dunia ini tidaklah abadi. Dan pada saatnya akan dipertanggungjawabkan semua perbuatannya sekecil apapun selama menjalani kehidupan di dunia ini. Ujung dari kehidupan adalah kematian di dunia.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman tentang Rasul-Nya Shalallahu ‘alahi wa Sallam dan manusia yang lainnya dari generasi pertama sampai yang terakhir (artinya):“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan mati dan mereka juga akan mati.”
QS. Az Zumar: 30 )

 

kuburan
Setelah seorang hamba diambil nyawanya dan terbujur kaku, maka ia akan diantarkan oleh sanak saudara dan teman-temannya menuju “tempat peristirahatan” dan akan ditinggal sendirian di sebuah lubang yang gelap sendirian. Sebuah tempat penantian menuju hari dibangkitkan dan dikumpulkannya manusia di hari kiamat kelak, pembatas antara alam dunia dan akhirat, Itulah alam kubur (barzakh).

Dan di alam kubur itu ada azab kubur. Betapa beratnya azab kubur itu. Terasa pedih. Sendirian. Sepi dan gelap. Orang yang berada di dalam kubur itu hidup. Ia menjalani kehidupan bisa dalam kenikmatan atau dalam siksaan yang pedih tak terperi. Orang-orang yang beriman dan banyak melakukan amal shalih akan mendapat berbagai kenikmatan itu. Sebaliknya orang kafir dan fasik akan mendapat berbagai siksaan. Na’uudzu billah min dzalik.

Maka pastikan bahwa kita sebagai seorang hamba yang beriman bersiap-siap dengan berbagai amalan shalih sebagai bekal di akhirat kelak, termasuk ketika di alam kubur.

Salah satunya dengan DOA.  Do’a selalu dekat dengan hati orang orang yang beriman dan yakin akan adanya pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT dimanapun mereka berada.  Do’a ini begitu berarti dan punya kekuatan yang sangat dahsyat agar perbuatan kita tidak melenceng jauh dari apa yang diperintahkanNya.

Ketahuilah bahwa azab kubur merupakan kehidupan akhirat yang pertama kali. Azab kubur adalah penentuan bagi seorang hamba. Jika ia selamat di dalam alam kuburnya, maka ia akan lebih selamat lagi di hari akhirat kelak. Dan sebaliknya, apabila ia tidak selamat didalam kuburnya, lebih-lebih dia tidak akan selamat di dalam kehidupan akhirat kelak.

Pada saat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu melihat kuburan ketika berziarah, beliaupun menangis. Lalu ditanya oleh sahabatnya,”Wahai Utsman, dituturkan surga neraka engkau tidak menangis, sekarang melihat kuburan engkau menangis!” Utsman menjawab, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallampernah berkata,
Kuburan adalah rintangan pertama kali akhirat, siapa yang sekarang berhasil di situ setelahnya lebih mudah, siapa yang celaka di situ, maka setelahnya akan lebih susah. Tidaklah aku melihat suatu pandangan yang lebih mengerikan dibandingkan kuburan” (HR. Ahmad-Tirmidzi)

kuburan02

Ada beberapa redaksi do’a  berlindung dari azab kubur, dan kesemuanya dapat dibaca dan diamalkan, terutama dibaca ketika duduk tahiyat akhir. Waktu membacanya adalah setelah membaca shalawat dan sebelum salam. Semoga bermanfaat.

1. Riwayat Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ : ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ “

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Adiy, dari Hisyaam, dari Yahyaa, dari Abu Salamah, bahwa dia mendengar Abu Hurairah mengatakan, telah bersabda Nabiyullah -Shallallaahu ‘alaihi wasallam,

Allaahumma inniy a’udzubika min ‘adzaabil qabr, wa ‘adzaabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarril masiihid dajjaal

 (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari adzab kubur, dari adzab neraka, dari fitnah hidup dan mati, dan keburukan Al-Masiih Ad-Dajjaal).” [Shahiih Muslim no. 590]

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ كَثِيرٍ الْمُقْرِيُّ، عَنْ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ: ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “.قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ: هَذَا خَطَأٌ، وَالصَّوَابُ سُلَيْمَانُ بْنُ سِنَانٍ

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aashim, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Qaasim bin Katsiir Al-Muqriy, dari Al-Laits bin Sa’d, dari Yaziid bin Abu Habiib, dari Sulaimaan bin Yasaar, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda dalam do’a beliau,

Allaahumma inniy a’udzubika min fitnatil qabr, wa fitnatid dajjaal, wa fitnatil mahyaa wal mamaat

 (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah kubur, fitnah Ad-Dajjaal dan fitnah hidup dan mati).” Abu Abdirrahman (Imaam An-Nasaa’iy, -pent) berkata, “Ada kekeliruan, yang benar adalah Sulaimaan bin Sinaan.” [Sunan An-Nasaa’iy no. 5515]. Sanadnya hasan.

أَخْبَرَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ، حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ، عَنْ حَسَّانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : ” إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنْ التَّشَهُّدِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ “.حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ، نَحْوَهُ

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul Mughiirah, telah menceritakan kepada kami Al-Auzaa’iy, dari Hassaan, dari Muhammad bin Abu ‘Aaisyah, ia berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian telah selesai bertasyahhud, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat hal, dari ‘adzab Jahannam, ‘adzab kubur, fitnah hidup dan mati, dan keburukan Al-Masiih Ad-Dajjaal.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsiir, dari Al-Auzaa’iy, dan seterusnya. [Sunan Ad-Daarimiy no. 1344]. Sanadnya hasan.

2. Riwayat ‘Aaisyah binti Abu Bakr -radhiyallahu ‘anhuma-

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ أَخْبَرَتْهُ، ” أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ: مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ، فَقَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ “، وَعَنْ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ، أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَسْتَعِيذُ فِي صَلَاتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Telah menceritakan kepada kami Abul Yamaan, ia berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib, dari Az-Zuhriy, ia berkata, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Urwah bin Az-Zubair, dari ‘Aaisyah istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdo’a dalam shalatnya,

Allaahumma inniy a’udzubika min ‘adzaabil qabr, wa a’udzubika min fitnatil masiihid dajjaal, wa a’udzubika min fitnatil mahyaa wa fitnatil mamaat. Allaahumma inniy a’udzubika minal ma’tsami wal maghrami

 (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ‘adzab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal dan dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang).” Seseorang bertanya pada beliau, “Mengapa kau sering meminta perlindungan dari lilitan hutang?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang maka dia akan berdusta dan berjanji lalu menyalahinya.” Dan dari Az-Zuhriy, ia berkata, telah mengkhabarkan kepadaku ‘Urwah, bahwa ‘Aaisyah -radhiyallahu ‘anha- berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam shalatnya meminta perlindungan dari fitnah Dajjaal. [Shahiih Al-Bukhaariy no. 833]

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ، أَخْبَرَنَا عِيسَى، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَدْعُو بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ: ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى، وَالْفَقْرِ “

Telah menceritakan kepada kami Ibraahiim bin Muusaa Ar-Raaziy, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Isaa, telah menceritakan kepada kami Hisyaam, dari Ayahnya, dari ‘Aaisyah -radhiyallahu ‘anha-, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdo’a dengan kalimat,

Allaahumma inniy a’udzubika min fitnatin naar, wa ‘adzabin naar, wa min syarril ghinaa wal faqr

(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka, dari adzab neraka, dan dari keburukan kekayaan dan kefakiran).” [Sunan Abu Daawud no. 1543]. Sanadnya shahih.

حَدَّثَنَا ابنُ نُمَيْرٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ كَانَ يَدْعُو بِهَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ: ” اللَّهُمَّ فَإِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ، فَإِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ “

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, dari Hisyaam, dari Ayahnya, dari ‘Aaisyah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdo’a dengan do’a-do’a,

Allaahumma fainniy a’udzubika min fitnatin naar, wa ‘adzaabin naar, wa fitnatil qabr, wa ‘adzaabil qabr, wa min syarri fitnatil ghinaa, wa min syarri fitnatil faqr, wa a’udzubika min fitnatil masiihid dajjaal. Allaahummaghsil khathaayaaya bimaa’its tsalji wal barad, wa naqqi qalbiy minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa baa’id bainiy wa baina khathaayaaya kamaa baa’atta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma fainniy a’udzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghram

(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka dan siksa neraka, dari fitnah kubur dan adzab kubur dan dari keburukan fitnah kekayaan dan fitnah kefakiran, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-masih dajjaal. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosaku dengan salju dan air dingin, dan jernihkan hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau menjernihkan baju putih dari kotoran, dan jauhkan antara diriku dengan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan, kepikunan, perbuatan dosa, dan lilitan hutang).” [Musnad Ahmad no. 23779]. Sanadnya shahih.

3. Riwayat Sa’d bin Abi Waqqaash -radhiyallahu ‘anhu-

أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ، بِحَرَّانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ أَبِي كَرِيمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ نَبِيِّ اللَّهِ أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو بِهَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ: ” أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الصَّدْرِ، وَبَغْيِ الرِّجَالِ “

Telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Aruubah di Harraan, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Wahb bin Abu Kariimah, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Salamah, dari Abu ‘Abdirrahiim, dari Zaid bin Abu Unaisah, dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair, dari Mush’ab bin Sa’d, dari Ayahnya, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau dahulu berdo’a dengan kalimat,

A’uudzubillaahi an uradda ilaa ardzalil ‘umur, wa a’uudzubillaahi minal bukhli wal jubn, wa a’udzubillaahi min fitnatish shadr wa baghyir rijaal 

(Aku berlindung kepada Allah dari kelemahan di akhir usia, aku berlindung kepada Allah dari sifat pelit dan pengecut, dan aku berlindung kepada Allah dari fitnah hati dan manusia yang merusak).” [Shahiih Ibnu Hibbaan no. 1011]. Sanadnya hasan.

أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، أَخْبَرَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يُعَلِّمُنَا هَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ: ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ “

Telah mengabarkan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Ubaidah bin Humaid, dari ‘Abdul Malik, dari Mush’ab bin Sa’d, dari Sa’d, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengajarkan kepada kami beberapa kalimat,

Allaahumma inniy a’uudzubika min fitnatid dunyaa wa ‘adzaabil qabr

(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia dan adzab kubur).” [Az-Zuhd Ibnu Abi ‘Aashim no. 256]. Sanadnya hasan.

4. Riwayat ‘Abdullaah bin ‘Abbaas -radhiyallahu ‘anhuma-

حَدَّثَنَا يُونُسُ، حَدَّثَنَا الْبَرَاءُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْغَنَوِيَّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، قَالَ: كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ عَلَى مِنْبَرِ أَهْلِ الْبَصْرَةِ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ كَانَ يَتَعَوَّذُ فِي دُبُرِ صَلَاتِهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: ” أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْأَعْوَرِ الْكَذَّابِ “

Telah mengabarkan kepada kami Yuunus, telah menceritakan kepada kami Al-Baraa’ -yakni Ibnu ‘Abdillaah Al-Ghanawiy-, dari Abu Nadhrah, ia berkata, Ibnu ‘Abbaas pernah berdiri diatas mimbar penduduk Bashrah, kemudian aku mendengar ia berkata, sesungguhnya Nabiyullah selalu meminta perlindungan di akhir shalatnya dari empat hal, beliau bersabda,

A’uudzubillaahi min ‘adzaabil qabr, wa a’uudzubillaahi min ‘adzaabin naar, wa a’uudzubillaahi minal fitan, maa zhahara minhaa wa maa bathan, wa a’uudzubillaahi min fitnatil a’waril kadzdzaab 

(Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur, aku berlindung kepada Allah dari adzab neraka, aku berlindung kepada Allah dari fitnah-fitnah apa yang tampak dan tersembunyi darinya, dan aku berlindung kepada Allah dari fitnah orang buta pendusta (maksudnya dajjaal, -pent)).” [Musnad Ahmad no. 2662]. Sanadnya hasan lighairihi.

5. Riwayat Anas bin Maalik -radhiyallahu ‘anhu-

حدثنا خالد بن مخلد حدثنا سليمان قال حدثني عمرو بن أبي عمرو قال سمعت أنس بن مالك قال كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن والعجز والكسل والجبن والبخل وضلع الدين وغلبة الرجال

Telah mengabarkan kepada kami Khaalid bin Makhlad, telah menceritakan kepada kami Sulaimaan, ia berkata, telah menceritakan kepadaku ‘Amr bin Abu ‘Amr, ia berkata, aku mendengar Anas bin Maalik berkata, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

Allaahumma inniy a’uudzubika minal hammi wal hazni wal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli wadh dhala’id daini wa ghalabatir rijaal 

(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kesedihan dan duka cita, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan pelit, dan dari lilitan hutang serta dikuasai musuh).” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 6008]

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الْمَسِيحِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Telah mengabarkan kepada kami ‘Aliy bin Hujr, telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Ja’far, dari Humaid, dari Anas, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah berdo’a seraya bersabda, “Allaahumma inniy a’uudzuubika minal kasali wal harami wal jubni wa fitnatil masiihi wa ‘adzaabil qabr (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan, kepikunan, pengecut dan dari fitnah Al-Masiih (dajjaal) serta adzab kubur).” [Jaami’ At-Tirmidziy no. 3407]. Sanadnya hasan.

6. Riwayat Abu Bakrah Nufai’ bin Al-Haarits -radhiyallahu ‘anhu-

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُثْمَانَ الشَّحَّامِ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ

كَانَ أَبِي يَقُولُ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ فَكُنْتُ أَقُولُهُنَّ فَقَالَ أَبِي أَيْ بُنَيَّ عَمَّنْ أَخَذْتَ هَذَا قُلْتُ عَنْكَ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُهُنَّ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ

Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘Aliy, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari ‘Utsmaan Asy-Syahhaam, dari Muslim bin Abu Bakrah, ia berkata, Ayahku pernah berdo’a di akhir shalatnya, “Allaahumma inniy a’uudzubika minal kufri wal faqri wa ‘adzaabil qabr (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekufuran, kefakiran dan dari adzab kubur).” Aku pun juga mengucapkan sepertinya, lalu Ayahku bertanya, “Wahai anakku, dari mana kau mendengar perkataan itu?” Aku menjawab, “Darimu,” Ayahku berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dahulu senantiasa membacanya di akhir shalat.” [Sunan An-Nasaa’iy no. 1330]. Sanadnya hasan.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari berbagai ujian, baik itu yang tampak maupun yang tersembunyi, dan melimpahkan rahmat dan ridho-NYA kepada kita untuk bertemu dengan-Nya di hari pembalasan kelak.. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Allaahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s