Telegram Messenger, Pendatang Baru Pesaing WhatsApp

Telegram

Aplikasi messenger telah mengalami perkembangan dengan berbagai ragam variasi. Kalau sebelumnya kita mengenal MSN Messenger, Yahoo Messenger (YM), Gtalk. Dewasa ini telah menjadi tren d di pasaran, seperti BBM, KakaoTalk, WeChat, LINE, WhatsApp,. Ada pendatang yang meski tergolong masih baru dalam soal aplikasi messenger, dikabarkan aplikasi ini telah dapat menyaingi Whatsapp, yaitu Telegram. Dilihat sepintas Telegram seperti sebuah aplikasi hasil gabungan antara LINE dengan WhatsApp. Tampilan layaknya LINE namun cepat seperti WhatsApp. Telegram Messenger dirilis resmi pada versi android pada tanggal 20 oktober 2013 lalu dan versi iOS pada tanggal 14 agustus 2013.

Telegram Messenger hadir dengan sebuah fitur menarik berupa enkrisi pesan. Dengan fitur tersebut, bisa berkirim pesan dengan safe tanpa perlu takut terjadinya kebocoran..
Ada beberapa perbedaan yang menarik dari Telegram Messenger dibandingkan Whatsapp adalah fitur security chat nya yang dikatakan lebih secure. Telegram dapat membuat group chat hingga maksimum 200 orang! sementara whatsapp kalau tidak salah hanya 50 orang. Telegram juga dikatakan mampu melakukan transfer file hingga berukuran 1 Giga.

Fitur pesan yang terenkripsi ini bisa dimanfaatkan dengan memilih menu Secret Chat, yang tersedia di dalam opsi New Messages (ipojok kanan atas). Jika sudah dipilih,  kita bias menentukan dengan siapa ingin ngobrol, setelah itu, tunggu hingga dia online. Kita juga bisa mengaktifkan Secret Chat langsung dari dalam ruang pembicaraan.

 Newsecretchat

Fitur pembunuh lainnya yang juga ada di Telegram adalah self destruct. Dengan fitur ini, pesan yang kita kirimkan di dalam Secret Chat bisa hancur dengan sendirinya, setelah melewati batas waktu yang kita tentukan. Katakanlah kita memasang waktu 5 menit, maka tiap lewat 5 menit, pesan akan terhapus. Pastikan kita berada di dalam Secret Chat untuk mengaktifkan fitur ini, dan jika sudah, tap foto yeman lalu pilih Self-Destruct Timer. Tentukan berapa lama yang kita inginkan hingga pesan itu hancur, apakah 2 detik, 5 detik, 1 menit atau 1 minggu? Up to you, pilih yang sesuai dengan kebutuhan.

Di tempat yang sama buat mengatur Self-Destruct Timer kamu juga bakal menemukan kunci enkripsi (encryption key) yang berfungsi mengkonfirmasi keamanan pesan.

telegram1

Telegram Messenger memang layak di coba karena adanya fitur enkripsi di dalamnya, kita bisa berkirim pesan dengan aman tanpa perlu takut mengalami kebocoran pesan atau dimata-matai. Seperti yang kita tahu, dulu sempat heboh perihal ketidakamanan WhatsApp, yang membuat pesan para penggunanya bisa diketahui oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Selain karena adanya fitur enkripsi, Telegram Messenger hadir sebagai aplikasi gratis. Ia juga tersedia buat platform Android, membuat hubunganmu dengan teman-teman yang tidak menggunakan perangkat iOS bisa berjalan lancar.

Sementara ini aplikasi Telegram Messenger hanya tersedia untuk Android (2.2 keatas) dan iPhone (iOS 5 keatas ).  Aplikasi ini belum support untuk OS Blackberry dan Windows phone. Seperti WhatsApp, aplikasi ini tidak berbayar.

telegram whatsapp

Iklan

5 Mitos Keliru soal Android

 

Di tengah persaingan pasar smartphone yang sengit, tak jarang kita temui kampanye negatif yang dilakukan sang pesaing.

Ketakutan (fear), ketidakpastian (uncertainty), dan keraguan (doubt), atau sering disingkat FUD, menjadi taktik marketing yang dianggap ampuh.

Untungnya platform yang kompetitif sering didukung oleh pengguna setia yang mau merogoh kocek demi perangkat pujaannya. Selain itu, sebagian dari mereka juga rela menulis review di Internet sebagai bentuk perlawanan terhadap rumor.

Internet menjadi media ampuh menyebarkan berita, termasuk berita palsu, seperti kematian selebritis, gosip, atau mitos. Begitu tersebar di Internet, Anda tidak bisa menghentikannya, walau ternyata kabar tersebut tidak benar.

Begitu juga untuk platform mobile. Banyak mitos keliru yang dikaitkan dengan Android, dan mitos tersebut terus berkembang. Berikut lima di antaranya, seperti dikutip KompasTekno dari Android Authority:

1. Android itu rumit

Banyak yang beranggapan bahwa smartphone dengan sistem operasi Android itu sulit digunakan. Pada kenyataannya, ikon-ikon dan menu yang ditampilkan Android lebih mudah dipelajari.

Kebanyakan pemakai Android baru berasal dari feature phone (ponsel dengan kemampuan dasar). Feature phone memiliki ikon yang kaku dan pilihan menunya berlapis-lapis. Berbeda dengan sistem operasi Android yang dibuat agar antarmukanya bisa dijelajahi dengan mudah dan gampang dipelajari.

Dalam setiap versi terbarunya, antarmukanya selalu ditingkatkan. Tidak ada perbedaan penggunaannya dibandingkan dengan platform lain.

Data IDC yang baru-baru ini dikeluarkan menunjukkan pangsa pasar Android mencapai 80 persen. Hal tersebut menunjukkan betapa banyak orang yang bisa dengan cepat mengadopsi Android.

2. Android membutuhkan aplikasi Task Killer

Banyak yang berpendapat bahwa Android membutuhkan aplikasi Task Killer yang berguna untuk menutup aplikasi yang sudah digunakan dan agar tidak berjalan di “background”.

Di awal-awal beredarnya smartphone Android, banyak aplikasi Task killer yang diunduh pengguna. Aplikasi lain yang sejenis juga banyak diminati. Apakah benar task killer bisa menghemat baterai Android?

Beberapa argumen mengatakan Task killer bisa menghemat baterai, namun yang berpendapat sebaliknya pun banyak. Seperti diskusi yang terjadi di situs Lifehacker, ada yang mengatakan stabilitas dan baterai lebih baik saat task Killer di-uninstall.

Untuk membuktikannya sendiri, coba saja hapus aplikasi Task killer di perangkat Android Anda, kemudian bandingkan performa dan daya tahan baterainya.

3. Android banyak malware

Malware
 Android memang banyak beredar. Namun, bagi pengguna kebanyakan, Android sangatlah aman. Untuk melindungi Android pun pengguna bisa melakukannya dengan mudah.

Setiap aplikasi dalam Android akan meminta izin akses kepada pengguna dan pengguna bisa memutuskan sendiri apakah ingin meng-install aplikasi tersebut atau tidak.

Jika masih merasa rumit, masih ada alternatif dengan meng-install aplikasi keamanan yang independen. Jangan memasang aplikasi di luar Google Play Store karena kebanyakan malware berasal dari sumber pihak ketiga.

Untuk mengidentifikasi malware, jangan buru-buru melakukan update suatu aplikasi, baca dahulu ulasan dan lihat jumlah download-nya. Lakukan hal yang sama saat Anda browsing di PC, seperti tidak meng-klik tautan atau attachment e-mail yang mencurigakan.

Terakhir, jangan “root” Android Anda. Bagian terlemah dari Android adalah penggunanya. Jika pengguna mem-bypass lapisan keamanan yang dibuat dalam Android, maka pengguna membahayakan smartphone-nya sendiri.

4. Semua smartphone Android sama

Banyak pengguna yang mengatakan semua Android, merek dan model apapun, itu smartphone yang payah. Saat ditelusuri, mereka ternyata menggunakan smartphone Android dengan spesifikasi rendah dan biasanya dijual murah.

Google telah meningkatkan pengalaman penggunaan Android dan mengoptimalkan layanannya sehingga pengguna tidak butuh hardware canggih untuk menikmati platform ini.

Sayangnya, kadang vendor smartphone memasang aplikasi tambahan lain seperti antarmuka buatan mereka sendiri dan pemakai Android memasang bloatware, maka pekerjaan Google menjadi sia-sia.

Sisi positif dengan tidak adanya batasan dalam Android adalah, pengguna bisa memilih beragam perangkat dan harga yang bervariasi. Namun, sisi negatifnya adalah adanya kecacatan produk.

Bacalah review banyak-banyak agar Anda bisa memilih smartphone Android yang sesuai dan tidak harus merogok kocek dalam-dalam.

5. Android lebih sering bermasalah dibanding produk kompetitor

Di saat awal smartphone Android muncul, banyak yang berkata platform ini lambat. Aplikasi milik Android juga dibilang lebih sering crash dibanding platform lain.

Yang sebenarnya terjadi adalah, tidak seiring sejalannya update hardware dengan software. Pengembang aplikasi kadang butuh waktu mengoptimalkan aplikasinya tiap kali ada update hardware.

Beberapa studi menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Seperti data dari Crittercism yang dimuat majalah Forbes yang mengatakan aplikasi iOS lebih sering crash dibanding aplikasi Android. Namun setahun kemudian, ternyata aplikasi iOS 6 lebih baik dibanding yang berjalan dengan Jelly Bean.

Setiap pengguna smartphone pasti pernah mengalami crash. Komplain yang lebih banyak dari Android kemungkinan berasal dari pengguna smartpphone murah dengan hardware yang underpowered, antarmuka yang telah dikustomisasi, serta bloatware yang di-install.

Smartphone atau tablet Android yang bagus tidak sering mengalami lag atau crash dibanding perangkat platform lain. Perlu diingat juga bahwa “bagus” belum tentu memiliki spesifikasi terbaik.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2013/11/27/0824373/5.Mitos.Keliru.soal.Android

Cara Mempercepat Koneksi Internet Hp Android

Viateknologi.com – Handphone android sekarang sudah menjadi konsumsi semua kalangan mulai dari anak-anak sampai remaja pun sudah bisa mempunyai ponsel berbasis android. Seakan tak mau kalah dengan kecanggihan teknologi banyak produsen handphone atau computer pun berbondong bondong mengeluarkan produk mereka berupa telepon seluler yang berbasis android. Karena salah satu kecanggihan android yaitu tersedianya google play yang menampilkan beberapa aplikasi yang secara gratis untuk diunduh maka android ini sudah menjadi incaran banyak pengguna gadget.

percepat koneksi internet

Berhubungan dengan download maka dibutuhkan koneksi internet yang cepat karena bisanya jika kita menggunggah aplikasi maka kita butuh koneksi yang cepat. Jika koneksi kita lambat maka akan gagal mendownload aplikasi yang kita unduh. Banyak provider juga tak kalah untuk menjual paket data internet yang mulai dengan paket kuota maupun unlimited. Harga yang ditawarkan untuk setiap provider pun berbeda beda tergantung paket kuota yang tersedia. Kadang kita merasa pusing dan sebel walaupun kita berlangganan paket kuota dengan kecepatan yang cepat akan tetapi tetap masih saja lelet atau lambat. Berikut beberapa tips alami untuk mempercepat koneksi pada handphone android anda.

Agar android anda koneksi internet bisa berjalan lancar jaya dan tidak lelet ada beberapa cara untuk mempercepat koneksi diantaranya adalah ubah sinyal and menjadi 3G jika didaerah anda tersedia jaringan ini, 3G akan lebih cepat jika dibandingkan dengan EDGE oleh karena itu jaringan internetnya juga lebih cepat. Cara yang kedua yaitu hapus cache yang memenuhi browser pada hp android anda. Untuk beberapa aplikasi tutuplah sesudah aplikasi digunakan agar  untuk browsing tidak lelet koneksi internetnya. Gunakan opera mini untuk membuka internet misalya sekedar membaca berita atau artikel saja.

Itulah beberapa tips dan cara agar koneksi internet pada handphone android anda bisa berjalan dengan lancar jaya dan tidak lelet. Semoga tips di atas bisa menjadi referensi untuk anda jika anda mengalami masalah tentang koneksi pada android anda. Akan terasa menyenangkan bukan ketika kita download beberapa aplikasi dengan lancar pada android anda.