IDN 2015 : Digitalisasi Indonesia

IDN 2015 : Digitalisasi Indonesia, Sebuah Keniscayaan Menuju Indonesia Berdaya Saing Global

 Tidak lama lagi kita akan sampai di tahun 2015, dan apa yang bakal terjadi di tahun itu? Di tahun 2015, di Indonesia saat itu pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru setahun bekerja tetapi Presiden Indonesia tersebut sudah akan menghadapi tantangan yang besar. Beliau harus memimpin Masyarakat Indonesia yang tergabung dalam persaingan di kawasan Asia Pacific bahkan dunia dan ada hal penting yang akan terjadi ini, di 2015 Indonesia akan ikut serta dalam Komunitas ASEAN 2015 dan AFTA (Asean Free Trade), sebuah kompetisi yang akan masuk kedalam segala aspek kehidupan kita.

Indonesia harus bersiap dan menjadikan ini sebuah peluang yang baik, Indonesia harus menjadi lebih kompetitif di kawasan Asia, terutama di Asia Tenggara (Komunitas ASEAN 2015) dan di Asia Pacifik dengan keikutsertaannya dalam APEC, Indonesia seharusnya mampu mengangkat dan menjual potensi-potensinya. Apa yang harus di persiapkan serta dilakukan oleh masyarakat Indonesia guna menyongsong persaiangan di kawasan Asia bahkan dunia? Persaingan ini akan melibatkan masyarakat sebagai faktor utamanya, people-centered dimana aktifitas akan lebih dominan di lakukan oleh masyarakat menggantikan state-centric yang selama ini aktifitas-aktifitas dilakukan oleh perwakilan negara. Dan salah satu faktor penting dalam menghadapi persaiangan global di masa depan, masyarakat Indonesia harus menguasai dan unggul dalam pemanfaatan teknologi informasi. Telkom sendiri telah mempersiapkan dan berkontribusi sejak lama dengan program-program mendigitalkan Indonesia.

Seperti kita ketahui bahwa buruknya infrastruktur di Indonesia mengakibatkan daya saing bangsa secara global masih rendah. Berdasarkan The Global Competitiveness Report 2012-2013 oleh World Economic Forum, daya saing Indonesia berada di peringkat 50 dari 144 negara yang dinilai. Posisi ini menurun dua tingkat dibanding 2011-2012 dan enam tingkat dibanding 2010-2011. Infrastruktur berada di posisi ketiga sebagai masalah utama yang mengganggu kemudahan berbisnis (doing business). Birokrasi yang tak efisien dan korupsi masih menjadi dua penghambat utama.

Hasilnya terlihat dalam survei WEF kategori infrastruktur yang mengalami peningkatan dari peringkat 91 (2012) ke 82 (2013).Secara spesifik, infrastruktur jalan meningkat dari peringkat 90 (2012) ke 78 (2013), perkeretaapian (51 ke 44), pelabuhan laut (104 ke 89), bandar udara (89 ke 68) dan elektrivikasi (98 ke 89). Infrastruktur Indonesia yang bercokol di peringkat 82 masih kalah dibanding Cina (74), Thailand (61) dan Malaysia (25). Indonesia pun tertinggal jauh dari negeri jiran lainnya yakni Singapura yang berada di peringkat kelima.

Daya saing global merupakan wacana yang vital bagi sebuah bangsa, karena daya saing bangsa akan menentukan citra bangsa di mata dunia. Ketika daya saing sebuah bangsa lemah di mata dunia, maka dunia akan memandang adanya ketidakmampuan bangsa tersebut dalam mengelola sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Sebaliknya, ketika daya saing bangsa kuat di mata dunia, maka hal itu merefleksikan kemampuan kemampuan sebuah bangsa dalam menyejahterakan penduduknya melalui pengelolaan segenap potensi dan sumberdaya yang dimiliki.

Arslan dan Tathdil (2012) mengutip pendapat Haque (1995) bahwa daya saing bangsa merupakan “the ability of a country to produce goods and services that meet the test of the international markets and simultaneously to maintain and expand the real income and also rise the welfare level of its citizens“. (daya saing merupakan kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar internasional dan secara simultan akan mempertahankan dan menambah pendapatan bangsa dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan penduduknya).

Besarnya sumberdaya manusia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya mendukung bangsa Indonesia untuk memiliki daya saing global. Hal ini ditunjukkan dari fakta peringkat Global Competitiveness Indox (GCI) yang diraih oleh Indonesia pada tahun 2012-2013 yang berada di peringkat 50 dengan skor 4,40 (skor 1-7). Jika dibandingkan dengan posisi GCI Indonesia pada tahun 2011-2012 yang mampu mencapai peringkat 46, posisi ini mengalami penurunan sampai empat peringkat. Penurunan GCI ini salah satunya adalah disebabkan oleh masih lemahnya kesiapan negara Indonesia dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang meraih skor 3,56 (skor 1-7) dan berada pada peringkat 85 dari 144 negara yang dijadikan sampel.

Gambar 01

Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-20125, dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang mandiri, maju, adil dan makmur dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berimbang dan berkelanjutan. Sejalan dengan ini, upaya pengembangan jaringan broadband dengan sasaran perwujudan jaringan broadband nasional yang mampu mencakup 30% dari rumah tangga (household) di Indonesia pada 2015 untuk melayani 20 juta pelanggan, jelas merupakan salah satu pilar untuk memberhasilkan MP3EI 2011-2015.

Ring Palapa
Sehubungan keseriusannya untuk mewujudkan digitalisasi Indonesia sebagai salah satu pilar dari memberhasilkan MP3EI 2011-2015 itu pula, Telkom menggelar Indonesia program Indonesia Digital Network (IDN) 2015 merupakan visi pengembangan infrastruktur “true broadband” Telkom secara end to end (user terminal, akses, transport dan service) yang akan dicapai melalui pembangunan tiga infrastruktur utama, yakni Indonesia Digitas Access (ID Access), Indonesia Digital Ring (ID Ring) dan Indonesia Digital Convergence (ID Convergence).
Melalui ID Access yang merupakan pengembangan infrastruktur jaringan akses menjadi high speed broadband access via serat optik dan Wifi, Telkom melakukan penyediaan 15 juta akses broadband ke rumah-rumah serta satu juta akses WiFi.
Sedangkan ID Ring merupakan pengembangan infrastruktur jaringan transport menuju IP based and optical backbone network dan hal ini bisa dilihat pada peran Telkom dalam proyek Palapa Ring dari pemerintah yang menghubungkan seluruh jaringan backbone berbasis serat optik. ID Convergence, meliputi Indonesia Digital Society (IndiSo) dan Indonesia Digital Ecosystem (IndiCo). Lewat IndiSo, Telkom berinisiatif menyediakan layanan dan akses komunikasi bagi komunitas. Sementara dalam IndiCo, melalui ekosistem business-to-business diimplementasikan solusi-solusi dengan penggelaran infrastruktur, manage application services, manage IT services dan value added services yang saling terintegrasi.
Bisa dipahami, pembangunan ketiga infrastruktur utama pencapaian IDN 2015 yang terdiri dari ID Access, ID Ring dan ID Convergence itu oleh Telkom didasari pemikiran seluruh masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi dan diyakni kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan demikian jelaslah, digitalisasi Indonesia merupakan sebuah keniscayaan untuk meningkatkan daya saing global sebagai kekuatan vital yang harus dipunyai, jika tak ingin terpuruk dalam persaingan di era globaliasi.
Sejalan dengan landasan pikir Telkom dalam membangun ID Access, ID Ring dan ID Convergence sebagai tiga infrastruktur utama pencapaian IDN 2015, kemampuan memiliki daya saing global tentunya tak cukup jika hanya dipunyai pemerintah. Segenap masyarakat Indonesia juga harus — setidaknya mulai berupaya — memiliki daya saing global.

Perlu dicamkan, daya saing global vital bagi sebuah bangsa karena akan sangat menentukan bagaimana respons dunia terhadap bangsa bersangkutan. Demikian juga halnya bagi masyarakat bangsa Indonesia, anggapan positif atau negatif dunia terhadap kita tergantung berhasil atau tidak kita sebagai sebuah bangsa mengelola sumber daya dan potensi yang kita miliki. Kepemilikan terhadap daya saing global menjadi penentu dan untuk ini Telkom telah berkomitmen mewujudkan digitalisasi Indonesia.

IDN
Di era teknologi yang berkembang sangat pesat ini, Indonesia harus mampu menghadapi setiap titik perubahan teknologi agar tidak lagi ketinggalan dari negara-negara lain di dunia. Wie (2005) menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing, maka kebijakan makroekonomi yang ditetapkan pemerintah harus didukung dengan adanya upaya perbaikan penggunaan TIK yang diiringi dengan: (1) peningkatan kemampuan sumberdaya manusia agar lebih siap dalam menerima perkembangan teknologi yang pesat; (2) meningkatkan akses terhadap perkembangan teknologi di luar negeri; dan (3) menyediakan layanan yang mendukung pengembangan teknologi.

Ketiga hal tersebut menjadi krusial, karena meskipun selama tiga dekade terakhir pertumbuhan industri di Indonesia telah diiringi dengan peningkatan penggunaan teknologi, namun penggunaan TIK di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Philipina. Apalagi jika dibandingkan dengan Macan Asia seperti Korea, China, danTaipei (Wie, 2005).

Bahkan, Simatupang dkk (2012) menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan anggota negara ASEAN seperti Thailand, Indonesia tidak mampu menyerap investasi asing akibat inovasi dan kreativitas yang masih lemah, yang merupakan dampak dari masih kurang siapnya masyarakat Indonesia dalam menggunakan teknologi.

Di sisi lain, Simatupang dkk (2012) menjelaskan bahwa kemampuan sebuah bangsa untuk mampu bersaing di pasar global adalah kesiapannya dalam menggunakan teknologi digital dan membangun global networking (jaringan global), karena penggunaan teknologi digital dan pengembangan jaringan global tersebut akan mengantar bangsa untuk melakukan inovasi dan kreasi dengan lebih cepat.

Oleh karena itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), sebagai penyedia layanan di sektor teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesa mengeluarkan layanan Indonesia Digital Network (IDN) sebagai upaya untuk mendukung program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011-2025, sebuah program yang dicanangkan oleh Negara Indonesia untuk meningkatkan produktivitas Nasional.

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sebagai perusahaan berbasis TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services) terbesar di Indonesia tampak serius terhadap komitmennya untuk mewujudkan masyarakat digital Indonesia dan harus diakui komitmen itu tak cuma wacana yang digadang-gadangkan.

Upaya Telkom mengembangkan jaringan broadband dengan menghadirkan akses informasi dan komunikasi tanpa batas bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia (digital inclusion), jelas merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk mewujudkan masyarakat digital Indonesia, yang tidak bisa tidak harus ada dalam bagian digitalisasi Indonesia.
Program dengan nama Indonesia Digital Network (IDN) akan menjadi indikator kemajuan bangsa dari kondisi penetrasi internet. Indonesia memang jauh tertinggal dan memiliki kesenjangan digital yang sangat tinggi. Sebagai contoh di sebuah negara berkembang akan naik 1,38 persen jika tingkat penetrasi broadbandnya naik hingga 10 persen.

Program Indonesia Digital Network (IDN) oleh Telkom ini telah diwujudkan dalam program-program antara lain :

  1. Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di kawasan timur Indonesia. Program MPLIK merupakan bentuk kepedulian Telkom dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Connected, yakni dengan memberikan akses internet yang mudah, murah dan aman bagi masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia. Dalam penyelenggaraan MPLIK, Telkom menggelar sebanyak 6 paket pekerjaan, antara lain:
  • Paket 4 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau)
  • Paket 12 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo)
  • Paket 13 (Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara)
  • Paket 14 (Sulawesi Selatan), Paket 17 (Kalimantan Tengah)
  • Paket 20 (Papua dan Irian Jaya Barat) (Telkom Indonesia, 2013c).

SMCPS

  1. Pengembangan Maluku Cable System (MCS) yang merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN).  Diharapkan pada akhir Agustus 2014 MCS dengan kecepatan data hingga 100 gigabit per detik, sistem ini juga memberikan kapasitas tertinggi hingga sebesar 16 terabit per detik. Sebelumnya pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System.  Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km.

Secara Network Design, SMPCS terdiri dari 3 jalur utama dan 13 cabang. 3 Jalur utama tersebut meliputi:

  • Manado – Ambon – Fakfak – Timika
  • Manado – Sorong – Biak – Jayapura
  • Ambon – Kendari

Sementara itu, 13 cabang tersebut meliputi: Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana.

  1. Pembangunan kabel serat optik di Tanah Papua yang ditandai dengan peletakkan batu pertama (ground breaking) proyek pembangunan serat optik yang dikenal dengan nama Papua Cable System (PCS). Jaringan infrastruktur serat optic ini akan dibangun sepanjang 2.000 Km meliputi kabel darat dan laut.

Proyek PCS terdiri dari dua bagian, yaitu pembangunan serat optik di kawasan Papua Bagian Utara dengan rute Sorong-Manokwari- Biak dan Jayapura, sementara kawasan Papua Bagian Selatan meliputi rute Fak-Fak-Kaimana hingga Timika, dengan nilai investasi sebesar USD 71.1 juta. Pembangunan serat optik PCS ditargetkan selesai dan segera beroperasi pada November-Desember 2014 mendatang.

  1. Selain pengembangan jaringan serat optik, Melalui IDN, Telkom siap membangun 15 juta homepass dan 1 juta wifi pada tahun 2015 untuk mewujudkan salah satu pilar utama MP3EI yaitu konektivitas akses internet tanpa kabel (WiFi) di seluruh Indonesia untuk merealisasikan program digitalisasi.

 

FTTH (Fiber To The Home)

FTTH (Fiber To The Home)

  1. Ekspansi bisnis di tingkat regional dan dunia melalui transformasi dan perubahan dengan visi misinya kedepan, The World In Your Hand. Telkom kini ingin menjadi pemain utama di industri Telecommunication, Information, Media, Edutaiment & Services (TIMES) baik di tingkat regional maupun global. Saat ini Telkom telah melakukan ekspansi dan beroperasi di 4 negara yaitu Timor Leste, Singapura, Hong Kong, dan Australia. Telkom berhasil memenangkan tender pengelolaan IP-Transit di Myanmar, dan melalui Telkom Indonesia International, Pte. Ltd (Telin) siap memperluas ekspansinya ke 10 negara diantaranya Myanmar, Malayasia, Taiwan, Macau, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Telkom telah mempersiapkan ekspansi bisnis go international tersebut dengan baik, kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas internasional siap dilahirkan melalui Telkom Corporate University (CorpU) yang telah diresmikan oleh Mendiknas pada akhir Agustus 2013 lalu. Guna memennuhi global standar, Telkom juga meluncurkan Global Talent Program yang akan memberikan international exposure & international experience agar para SDM mampu memahami kondisi dan perilaku bisnis internasional. Telkom Corporate University (CorpU) akan menghasilkan para lulusan yang memiliki kompetensi beragam, mulai dari bidang information technology sampai international marketing yang akan menduduki posisi-posisi penting pada pengembangan bisnis di masa depan.

Sebagai penutup bahwa melalui Program Indonesia Digital Netwok (IDN) 2015 dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1.  Tersedia elemen-elemen pembentuk daya saing di pasar global, di antaranya data dan informasi yang tepat, layanan yang memuaskan, dan peningkatan efisiensi
  2. Kualitas dan diseminasi informasi di segala sektor dan jangkauan jaringan informasi bisa diakses di seluruh wilayah Republik Indonesia.
  3. Penyampaian layanan yang memuaskan (Service Excellence) dan terjadinya peningkatan efisiensi, efektivitas, produktivitas, dan stabilitas. Teknologi digital yang kompleks tetapi sederhana dan fleksibel.
  4. Telkom memberikan solusi dalam mendukung digital lifestyle untuk masyarakat Indonesia secara luas dengan varian paket konten yang tak terbatas agar masyarakat Indonesia diharapkan sudah masuk dalam kategori masyarakat Indonesia yang lebih maju dan modern.
  5. Telkom ingin menjadi the Best TIMES Player in the Region. Strategi Quick Wins H1/2013 telah dijalankan yaitu dengan masuknya Telin ke Malaysia, Taiwan, dan Makau.

Referensi :

  1. Rakornas Bidang Kominfo Tahun 2013 “Menuju Era Broadband Ekonomi” Kemenkominfo via http://ppidkemkominfo.files.wordpress.com/2013/10/rakornas-2013.pdf
  2. Arslan, Neslihan dan Hüseyin Tathdil. (2012). Defining and Measuring Competitiveness: A Comparative Analysis of Turkey With 11 Potential Rivals. International Journal of Basic & Applied Sciences IJBAS-IJENS Vol: 12 No: 02, pp. 31-43. © April 2012 IJENS.
  3. Atkinson, Robert D. (August 2013). Competitiveness, Innovation and Productivity: Clearing Up the Confusion. Paper. The Information Technology and Innovation Foundation (ITIF), Washington, D.C.
  4. Badan Pusat Statistik. (2012). Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. Katalog BPS: 3101015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
  5. Schwab, Klaus dan Xavier Sala-i-Martín. (2012). The Global Competitiveness Report 2012–2013. Insight Report. Geneva: World Economic Forum.
  6. Simatupang, Togar M., Sony Rustiadi dan Dohar Bob M. Situmorang. (2012). ‘Enhancing the Competitiveness of the Creative Services Sectors in Indonesia’ in Tullao, T. S. and H. H. Lim (eds.), Developing ASEAN Economic Community (AEC) into A Global Services Hub, ERIA Research Project Report 2011-1, Jakarta: ERIA, pp.173-270.
  7. Telkom Indonesia. (2013a). Serat Optik Sepanjang 6000 KM Siap Membentang Menyatukan Kawasan Timur Indonesia. Siaran Pers Telkom Indonesia, 28 Mei 2013, via http://www.telkom.co.id/serat-optik-sepanjang-6000-km-siap-membentang-menyatukan-kawasan-timur-indonesia.html.
  8. Telkom Indonesia. (2013c). Membangun Masyarakat Digital Di Kawasan Terpencil Indonesia Dengan MPLIK. Siaran Pers Telkom Indonesia, 28 Mei 2013, dipetik melalui http://www.telkom.co.id/membangun-masyarakat-digital-di-kawasan-terpencil-indonesia-dengan-mplik-2.html.
  9. http://indonesiarayanews.com/read/2013/05/28/67006/news-ekbis-05-28-2013-20-23-2015-layanan-broadband-indonesia-timur-meningkat

 

Router Jadul Linksys Lahir Kembali

Penulis: Reska K. Nistanto


Linksys WRT1900AC

 

KOMPAS.com – Masih ingat dengan bentuk router populer di awal tahun 2000-an? Router wireless warna biru-hitam keluaran Linksys seri WRT54G sangat populer semenjak dipasarkan pada Desember 2002, dan mudah ditemui di mana-mana.

Kini, setahun setelah divisi home networking Linksys dibeli oleh Belkin, router tersebut seperti dilahirkan kembali. Belkin membeli desain router dengan penjualan terlaris tersebut dan menanamkan teknologi wireless terbaru di dalamnya.

Situs Ars Technica mengabarkan Belkin memajang router tersebut di ajang CES 2014 (6/1/2014). Router tersebut direncanakan mulai dijual pada akhir kuartal pertama 2014 dengan banderol harga 299 dollar AS.

Model yang diberi nama Linksys WRT1900AC ini memiliki update terbaru sehingga router “jadul” ini bakal memiliki standar Wi-Fi 802.11ac. Selain itu, Belkin juga mengatakan bakal menyertakan hardware bertenaga seperti prosesor dual-core 1,2 GHz, empat antenaremovable, dan port eSata dan USB 2.0/3.0.

Terdapat juga port gigabit LAN sebanyak empat buah. Throughput maksimum yang bisa dikeluarkan oleh WRT1900AC diklaim hingga 1,3 Gbps dalam jaringan 5 GHz, dan 600 Mbps dalam jaringan 2,4 GHz.

Linksys juga menyiapkan SDK dan API bagi pengembang pihak ketiga. Rencananya, firmware OpenWRT yang dimiliki bisa dikustomisasi dan bisa didownload manakala router ini sudah banyak digunakan.

WRT1900AC juga menjadi router pertama Linksys yang memiliki fitur Network Map. Fitur ini didesain untuk mempermudah dalam mengatur setting masing-masing perangkat yang terhubung dengan jaringan.

“Linksys WRT1900AC akan menjadi router yang terbaik dan terkuat di kelasnya, kami ingin mewujudkan router impian prosumer,” ujar Mike Chen, Vice President Linksys.

Sumber: ARS Technica
Editor: Wicak Hidayat

 

10 Konsep Desain Smartphone di Masa Depan

Sejarah smartphone awalnya dari ponsel biasa yang kemudian dikembangkan seiring perkembangan zaman dan kecanggihan ilmu teknologi. Kita tidak akan menyangka bahwa hari ini akan banyak muncul smartphone yang begitu canggih. Smartphone pada umumnya hanya sedikit memiliki tombol, para penggunanya menggunakan layar sentuh atau 10 tahun yang lalu menggunakan tongkat stylus. Nokia Communicator adalah telepon pintar pertama yang diluncurkan oleh Nokia dengan desain yang cukup modern di masa itu.

Kini desain smartphone yang beredar sekarang ini sangat canggih, futuristik, modern dan biasanya kuat terhadap benturan. Dimasa depan kita tidak tahu akan seperti apa desain smartphone. Desain smartphone ini baru sekedar konsep, namun ada yang beberapa yang merupakan prototipe. Kemunculan smartphone masa depan ini belum diumumkan secara resmi oleh pihak terkait. Berikut ini adalah 10 konsep desain smartphone di masa depan

10 konsep desain smartphone di masa depan

 

10. “Flip” Smartphone featuring 3 Flexible Super AMOLED Displays

Konsep desain smartphone ini sangat menakjubkan. Terdapat 3 layar Super AMOLED yang sangat fleksibel dan satu sama lain terhubung sehingga dapat membentuk sebuah segitiga. Konsep ini dirancang oleh Kristian Larsen Ulrich untuk smartphone ber-OS Android. The “Flip”, begitu nama smartphone ini, dapat diubah ke berbagai bentuk selain segitiga.

konsep desain smartphone di masa depan

 

9. Windows Transparent Smartphone Concept

Konsep desain smartphone ini sangat canggih, dengan konsep “window phone”. Smartphone ini mencerminkan kondisi cuaca pada saat itu dengan sangat nyata. Apabila hari hujan, nampak tetesan air di layar ponsel tersebut. Apabila turun salju, layar tersebut nampak berembun. Untuk beralih mode anda cukup meniup layar smartphone tersebut. Konsep canggih ini dirancang oleh Song Seunghan.

konsep desain smartphone di masa depan

 

8. Aqua Smartphone dari Samsung

Samsung sukses sebagai vendor smartphone di dunia. Berbagai produk smartphone Samsung diterima dengan baik dan antusias oleh masyarakat. Sebut saja Samsung Galaxy berserta beberapa serinya yang sukses besar di pasar. Untuk konsep desain smartphone masa depan, Samsung menciptakan prototipe dengan konsep Aqua Smartphone. Bentuknya yang transparan dan futuristik sang desainer, Bon Seop dari Korea Selatan, terinspirasi dari menggambar di atas air. Smartphone ini dilengkapi dengan layar AMOLED dan futuristik graphic user interface. Antarmuka touchscreen yang mirip air diharapkan akan menarik pelanggan. Berharap suatu hari nanti smartphone ini akan dapat berada ditangan kita.

 konsep desain smartphone di masa depan

 

7. Philips Fluid Smartphone With Flexible OLED Display

Philips juga tidak ketinggalan menciptakan konsep desain smartphone ke dalam sebuah prototipe yang diberi nama Philips Fluid Smartphone With Flexible OLED Display. Smartphone yang dirancang Philips ini memanfaatkan Flexible OLED Display dan dituangkan ke dalam bentuk Fluid Smartphone. Smartphone ini sangat fleksibel dan tipis dapat dibentuk menjadi gelang. Mungkin saja di masa depan kita dituntut untuk serba cepat, praktis dan canggih. Dengan smartphone berada di pergelangan tangan maka akan memudahkan aktivitas kita dan tidak akan kerepotan membawa device kita, kemanapun kita pergi.

konsep desain smartphone di masa depan

 

6. E97 Envei Smartphone dari Nokia

Konsep desain smartphone masa depan ini dirancang oleh perusahaan Nokia diberi mana E97 Envei. Konsep Nokia E97 Envei adalah telepon amplop yang sangat stylish, modern dan futuristik. Warna hitam yang anggun menambah kesan masa depan. Nokia E97 Envei memiliki layar LCD yang unik seperti amplop, dilengkapi dengan keyboard AZERTY. Sangat mengesankan.

konsep desain smartphone di masa depan

 

5. Transparant Smartphone dari LG

LG mengeluarkan desain smartphone masa depan dengan konsep Transparan. LG merancang konsep smartphonenya dengan desain yang futuristik, revolusioner dan layar yang transparan. Menurut kabar yang beredar desain smartphone ini melibatkan desainer grafis dari film. Kita mungkin tidak akan menyangka jika pada suatu hari akan ada smartphone yang seperti ini. Keren.

 

konsep desain smartphone di masa depan

 

4. Nokia HumanForm Smartphone

Baru-baru ini Nokia merilis sebuah prototipe smartphone masa depan. Konsep desain smartphone ini dinamakan HumanForm Nokia. Tampilan smartphone ini transparan, lentur dan bentuknya yang tidak biasa. Smartphone ini dapat diputar, ditekuk dan sangat fleksibel yang terbuat dari Perangkat Kinetic. Smartphone canggih ini dilengkapi dengan Wiimote dengan tombol yang banyak dan dapat disesuaikan apabila anda tidak menginginkan ada banyak tombol. Keren sekali.

konsep desain smartphone di masa depan

 

3. Future of Smartphones: Holograms and Folding Screens dari Apple Inc.

Apple adalah perusahaan yang membuka jalan bagi smartphone di era sekarang ini. Untuk sebuah konsep desain smartphone masa depan, nampaknya Apple Inc. akan mengulang kesusksesannya kembali dengan menciptakan prototipe smartphone canggih. Konsep desain smartphone dari Apple sangat futuristik dikemas dengan tampilan yang mungil, ramah lingkungan, dan dapat menjadi panduan hidup. Informasi akan ditampilkan dalam bentuk hologram. Sangat canggih, futuristik dan modern. Proyektor hologram ini mengingatkan kita pada film Star Wars, dimana Luke Skywalker memanggil sebuah hologram Putri Leia. Wow!! Masa depan kian dekat.

 

konsep desain smartphone di masa depan

 

2. Rollerphone, Smartphone dengan konsep gelang.

Ini adalah ide yang brilian, desain Rollerphone dengan konsep gelang ini dapat mengubah industri telepon selular. Konsep ini masih berupa ide konseptual dan belum dibuat prototipenya. Rollerphone dirancang seperti arloji yang ergonomis, dapat berfungsi sebagai gelang yang futuristik, dapat bekerja sebagai ponsel, media center dan internet, dan tentu saja sebagai smartphone. Kelak jika smartphone ini benar-benar diciptakan, maka tangan kita akan berfungsi sebagai layar. Wow!!!

konsep desain smartphone di masa depan

 

1. Toyota’s Insane Concept Car Has Giant Touch-Screen Doors

Ini dia gambaran masa depan teknologi manusia. Menggabungkan sebuah mobil yang dapat berfungsi sebagai smartphone adalah ide yang sangat brilian dan luar biasa. Sebuah konsep mobil futuristik dan sekaligus smartphone terbesar di dunia ini dirancang oleh Toyota. Prototipe yang baru-baru ini diluncurkan diberi nama Toyota’s Insane Concept Car Has Giant Touch-Screen Doors . Presiden Toyota menyatakan ini adalah “smartphone dengan empat-roda”. Jika teknologi ini benar-benar diciptakan dalam jumlah banyak, Anda perlu memikirkan bagaimana menemukan parkir yang aman agar tidak menggores layar smartphone tersebut. Anda juga harus keluar dari mobil untuk menggunakan smartphone tersebut. Namun apapun itu, teknologi adalah sesuatu yang dapat mempermudah hidup manusia.

konsep desain smartphone di masa depan

Sumber : http://top10.web.id/teknologi/10-konsep-desain-smartphone-di-masa-depan

 

 

Pengantar Teknologi GPRS

 

           Bagi pengguna Internet sepertinya memang tiada hari tanpa ber-Internet ria apakah hanya sekedar untuk mengecek e-mail, surfing, webbrowsing, chatting,  download program/E-book, dan sebagainya. Mungkin yang kita lakukan selama ini adalah pergi ke warnet atau berlangganan ISP, TelkomNet-Instan, Speedy. Namun, jika saat dalam perjalanan kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan.

Pada saat itu dalam perjalanan (mobile) yang dibutuhkan adalah teknologi GPRS (General Packet Radio Service) yang memungkinkan kita untuk dapat ber-Internet di mana pun berada selama sinyal GPRS tersebut ada. Teknologi GPRS telah cukup lama ditawarkan oleh operator GSM (handphone), seperti : Telkomsel, Indosat, Axis dll

GPRS mendistribusikan paket data akses internet sampai 114Kbps. Transfer data menuju jaringan internet (WEB Server) melalui jaringan GPRS Selular.

Layanan yang ada pada internet dapat diakses melalui GPRS, karena protocol GPRS sama seperti internet. Dalam jaringan GSM, membutuhkan modul GGSN (Gateway GPRS Service Node) dan SGSN (Serving GPRS Service Node). GGSN bertindak sebagai gateway antara jaringan GPRS dan jaringan data public seperti IP. Jaringan GPRS dengan internet ditunjukkan gambar :

gprs1

Di dunia industri komunikasi bergerak (‘mobile’), data bergerak dan multimedia kini menjadi fokus pengembangan, dan GPRS (‘General Packet Radio Service’) menjadi kunci yang memungkinkan untuk meraih sukses di pasar. Alasannya adalah, melalui GPRS,  ledakan pertumbuhan layanan internet melalui jaringan kabel (telepon), sekarang dimungkinkan penyalurannya melalui komunikasi bergerak. Nortel Networks, Ericsson, Siemens, Nokia dan banyak industri telekomunikasi lainnya dalam publikasinya  menyatakan telah  mampu mengaplikasikan Web dengan telepon bergerak menggunakan teknologi GPRS yang kini mulai gencar ditawarkan  kepada para operator GSM dan TDMA yang berminat memasarkan layanan internet nirkabel.
GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. Ia menawarkan laju data yang lebih tinggi. Laju datanya secara kasar sampai 160 kbps dibandingkan dengan 9,6kbps yang dapat disediakan oleh rangkaian tersakelar GSM.  Kanal-kanal radio ganda dapat dialokasikan bagi seorang pengguna  dan kanal yang sama dapat pula digunakan secara berbagi (‘sharing’) di antara beberapa pengguna sehingga menjadi sangat efisien.

Dari segi biaya, pentarifan diharapkan hanya mengacu  pada volume penggunaan. Penggunanya  ditarik biaya dalam kaitannya dengan banyaknya byte yang dikirim atau diterima, tanpa memperdulikan panggilan, dengan demikian dimungkinkan GPRS akan menjadi lebih cenderung dipilih oleh pelanggan untuk mengaksesnya daripada layanan-layanan IP.

GPRS merupakan teknologi baru yang memungkinkan para operator jaringan komunikasi bergerak menawarkan layanan data dengan laju bit yang lebih tinggi dengan tarif rendah ,sehingga membuat layanan data menjadi menarik bagi pasar massal. Para operator jaringan komunikasi bergerak di luar negeri kini melihat GPRS sebagai kunci untuk mengembangkan pasar komunikasi bergerak menjadi pesaing baru di lahan  yang pernah menjadi milik jaringan kabel, yakni layanan internet. Kondisi ini dimungkinkan karena ledakan penggunaan internet melalui jaringan kabel (telepon) dapat pula dilakukan melalui jaringan bergerak. Sebagai gambaran kecil, layanan bergerak yang kini menjadi sukses di pasar (bagi operator di manca negara) misalnya adalah, laporan cuaca, pemesanan makanan, berita olah raga sampai ke informasi seperti berita-berita penting.

gprs3
Kontrak kontrak pengadaan GPRS dan produk-produk pendukungnya antara pabrik-pabrik pembuat perangkat telekomunikasi dengan operator jaringan komunikasi bergerak pun bermunculan. Kontrak jaringan GPRS pertama di dunia telah dilaksanakan di bulan Maret 1999 yang lalu antara Ericsson dengan operator komunikasi bergerak di Jerman; T-Mobile. Berikutnya, Ericsson juga menangani kontrak dengan operator One 2 One di Inggris, SmartTone Mobile Communication di Hongkong, Omnipoint di Amerika Serikat. Perusahaan perangkat komunikasi lainnyapun seperti Nortell Networks, Nokia dan lain-lain kini ikut berkompetisi menawarkan kontrak-kontraknya dengan para operator yang berkeinginan memasarkan  layanan GPRS.

 Dalam bidang perangkat genggamnya, kerjasama pun telah terwujud antara Optimay dan Lucent’s Technology Group. Optimay  (Munich, Jerman) menyediakan perangkat lunak GPRS, Lucent’s Microelectronic Group (Ascot, UK) menyediakan perangkat lunak DSP dan Lucent’s Microelectronic Group (Allentown, USA) menyediakan silikon untuk menghasilkan produk-produk pendukung, dan pembuatan terminal-terminal begitu jaringan GPRS bermunculan.

Teknik transmisi data yang ada pada GSM sekarang ini bersifat membatasi pertumbuhan komunikasi data bergerak, hal ini dikarenakan kanal radionya yang bersifat tunggal dan berkecepatan rendah, senantiasa harus diperuntukkan khusus bagi setiap pengguna data selama durasi komunikasi (istilah teknisnya bersifat dedicated), misalnya untuk SMS (Short Message Service) 9,6 kbps. Pendekatan yang demikian ini (yang komunikasinya bersifat tersakelar rangkaian) pada akhirnya menyebabkan reduksi atau pengurangan kapasitas sistem secara keseluruhan dan memboroskan lebarpita. Kondisi ini mendorong naiknya biaya operasi bagi operator jaringan yang pada gilirannya akan dibebankan kepada pemakainya. Sementara itu, GPRS yang menggunakan teknologi packet switching memungkinkan semua pengguna dalam sebuah sel dapat berbagi sumber-sumber yang sama; dengan kata lain para pelanggan menggunakan spektrum radio hanya ketika benar-benar mentransmisikan data. Efisiensi penggunaan spektrum pada akhirnya berarti kinerja yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah. GPRS dapat menawarkan laju data sampai 115 kbps atau lebih, dengan menggabungkan kanal-kanal dan menggunakan teknologi penyandian yang baru.

Sebenarnya, GPRS memang tidak menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk multimedia nyata, namun secara pasti merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa batas pokok bagi pengayaan layanan-layanan data bergerak. Faktor-faktor yang lainnya seperti layanan-layanan dan aplikasi-aplikasi inovatif, terminal yang sudah  akrab bagi pengguna dan WAP untuk perbaikan hubungan dengan berbagai piranti nirkabel, juga akan membantu evolusinya.

Secara rinci ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bahwa GPRS merupakan teknologi kunci untuk data bergerak, yakni;

  • mampu memanfaatkan  kemampuan cakupan global yang dimiliki GSM
  • memperkaya utiliti investasi untuk perangkat GSM yang sudah ada
  • merupakan teknologi jembatan yang bagus menuju generasi ke 3
  • menghilangkan atau mengurangi beberapa pembatas bagi akses data bergerak
  • berbasis paket dan dengan demikian memenuhi lalu lintas data (yang lazimnya bersifat rentetan; burst) yang mampu memberi layanan pada banyak pengguna
  • memiliki laju data sampai 115 kbps yang berarti dua kali lipat daripada koneksi ‘dial up’  56 kbps yang berlaku
  • menampakkan diri sebagai komunikasi yang ‘selalu’ terhubung sehingga memiliki waktu sesi hubungan yang pendek dan akses langsung ke internet
  • menawarkan QoS (Quality of Service= kualitas layanan), mendukung adanya tundaan yang telah dispesifikasikan pada tingkat hak, mana yang akan didahulukan yang kriterianya berbeda-beda, serta berbagai kelas reliabilitas
  • menawarkan kosep ‘satu pipa paket  bagi keduanya’ yakni suara dan data,   dengan demikian lebih baik dalam mendukung integrasi layanan
  • menawarkan hubungan komunikasi dalam bentuk point to point atau multipoint
  • memiliki keamanan yang sudah menjadi ciri bagi data yang terpaketisasi.

Karena GPRS berbasis paket, biaya atau tarif penggunaannya ditentukan oleh banyaknya data yang  yang ditransfer bukan berdasar waktu hubungannya. Ini berarti cocok untuk layanan rentetan internet. GPRS memberikan transmisi data pada laju kecepatan yang lebih dari cukup untuk sebagian besar aplikasi pasar massal, misalnya:

  • aplikasi kantor bergerak
  • layanan atau penjualan di lapangan atau masyarakat
  • layanan-layanan kelompok yang berbasis panggilan (contoh:
  • informasi stok pasar)
  • akses nirkabel ke basis-basis data
  • akses intranet/internet bergerak
  • e-commers (perbankan, titik-titik lokasi  penjualan)
  • pesan-pesan
  • Pengaturan atau manajemen armada atau konvoi
  • Informasi kepadatan lalu lintas, penuntun perjalanan/ sistem reservasi
  • sistem keamanan
  • Telemetri
  • Highway charging system

  

DAFTAR PUSTAKA 

  • Beutmuller, Andrew A. (‘Siemens’, Munich). “Bringing New Meaning to Mobile with GPRS”. Telecommunications Development Asia Pasific. Dec.1999.
  • Chan, Andrew (‘SmarTone Mobile Comm’.Ltd.Hong Kong).”Deploying Enhanced ‘Ericsson’ .  “3G Starts Rolling with GPRS”. Communications International. Nov 1999.
  • ‘Nokia’s End-to-end GPRS solution’.”Connect to a Fast-Moving Market with GPRS Data Services”. Telecommunications. Sept.1999.
  • Nokia’s Telecomm.Magazine. “HSCSD Heralds Six-Fold Speed Increase for GSM”.Discovery. Volume 49. June 1999
  • Meads, Brian, (Marketing Director ‘Optimay’).”Design Considerations for GSM/GPRS terminals”. Telecommunications Development Asia Pasific. March  2000.
  • Service with GPRS”. Telecommunications Development Asia Pasific . Dec.1999.